โผ๏ธโผ๏ธ UPDATE QRIS โผ๏ธโผ๏ธ
๐ฃ DONATION OPEN
Support CORTIS for Global Rising Star at KM Chart Awards ๐ค
Donasi akan digunakan untuk kebutuhan voting Round 3, dengan laporan penggunaan dana yang akan dibagikan secara transparan setelah project berakhir.
๐ Donation form:
https://t.co/VNX52DLNxB
Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya.
@martinbinus thanks kakk๐ฅน makasih udah sepaham. yang bikin sedih juga, people who raise valid concerns about boundaries end up being treated as if they're the ones thinking inappropriately. it just doesn't make any sense๐ฅน
"emang di kepala lu isinya apa?"
orang yg keberatan dan ga nyaman liat tweet lu, belum tentu berpikiran seksual. mereka berprinsip kalau body part seseorang (apalagi orgnya masih minor) ga seharusnya jadi fokus pembahasan publik, terlepas dari niat lu bikin tweet itu. karna yg lu highlight bagian tubuh dari seorang minor, bahkan tanpa niat seksual sekalipun, sebagian orang wajar ngerasa ga nyaman dan itu terlalu personal (objectifying).
i appreciate the apology. however, what i wanted to point out is that people who spoke up, weren't being weird or thinking inappropriately. my tweet was never just abt one person, since aku liat bnyk yg mempertanyakan kenapa org lain bisa merasa uncomfortable in the first place. it was also meant to help others understand that perspective
niat lu mungkin memang bukan seksual, dan gue ga pernah bilang gtu. tapi begitu lu sengaja ngecrop foto sampe fokusnya cuma ke satu bagian tubuh, pembahasannya otomatis bergeser dari orgnya ke body partnya. itu yang banyak orang permasalahin. jadi menurut gue ini bukan soal "siapa yang mikir mesum", tapi soal menghormati batasan
jadi menurut gue daripada langsung bilang orang lain pikirannya aneh, coba pahami juga kenapa banyak orang merasa kurang nyaman dengan tweet lu itu. kritik yang muncul belum tentu karena mereka suudzon, tapi karena mereka merasa ada batasan yang sebaiknya dijaga, apalagi kalau yang dibahas masih di bawah umur๐คท๐ปโโ๏ธ