Ketika hati kita berbalik kepada Tuhan, selubung yang selama ini menghalangi kita melihat Kristus akan disingkapkan. Bukan untuk menghukum, melainkan untuk memulihkan dan membebaskan. Ambil waktu hari ini untuk datang kepada Tuhan dan izinkan Dia bekerja di dalam hidupmu.
Apa yang paling sering memenuhi pikiran dan perhatian kita? Seperti Musa yang memancarkan kemuliaan Tuhan setelah berada dalam hadirat-Nya, hidup kita pun akan mencerminkan apa yang paling sering kita pandang. Karena itu, teruslah memandang Dia setiap hari, dan lakukan firman-Nya
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Korintus 3:18 TB) #AyatAlkitab
Saat kita tinggal dalam firman Tuhan dan berjalan bersama-Nya setiap hari, kita akan menemukan tuntunan, perlindungan, dan kekuatan dalam setiap musim kehidupan. Semakin dekat dengan Tuhan, semakin hidup kita mencerminkan Kristus kepada dunia.
Bagaimana jika hadirat Tuhan menjadi bagian dari setiap musim hidup kita?
Bukan hanya saat beribadah atau ketika keadaan sedang baik-baik saja, tetapi juga dalam proses, penantian, dan perjalanan hidup sehari-hari. Tuhan rindu berjalan bersama kita secara nyata dan konsisten.
Relasi dengan Tuhan dibangun melalui keseharian yang terus melekat pada firman dan tuntunan-Nya. Ketika kita hidup dalam hadirat-Nya, kita tidak hanya diubahkan, tetapi juga menjadi terang yang memancarkan Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.
Sering kali kita mengejar pengalaman rohani tanpa membangun kedekatan yang konsisten dengan Tuhan. Padahal, Tuhan rindu menjadi pusat dari setiap langkah hidup kita di tengah pekerjaan, keluarga, pelayanan, bahkan ketika kita sedang mengalami proses yang tidak mudah sekalipun.
Awan TUHAN berdiam di atas kemah itu pada siang hari dan menjadi berapi pada malam hari, sehingga dapat terlihat setiap saat oleh seluruh umat Israel sepanjang perjalanan mereka. (Keluaran 40:38 TSI) #WeeklyVerse
Hidup yang kembali selaras dengan Tuhan akan menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kita, bahkan bagi dunia. Dunia akan melihat bukan kita, melainkan Tuhan yang bekerja di dalam kita melalui setiap keputusan dan setiap langkah yang kita ambil setiap hari.
Sekalipun kita pernah gagal atau hidup tidak selaras dengan kehendak Tuhan, Dia tetap menawarkan pemulihan melalui kasih karunia-Nya. Kita dipanggil untuk percaya bahwa Dia tetap menyertai dan sedang menata kembali hidup kita. Maukah kamu kembali kepada-Nya?
Sering kali hidup kita terlihat rohani, tetapi perlahan hati dan fokus kita mulai bergeser dari Tuhan. Kita tetap beraktivitas, namun kehilangan kepekaan akan hadirat-Nya. Sudahkah Tuhan benar-benar menjadi pusat hidupmu hari ini?
Dalam hadirat Tuhan, hati yang gelisah dipulihkan dan hidup yang kehilangan arah diselaraskan kembali. Hadirat-Nya tidak hanya menyertai kita, tetapi juga tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus.
Ia memberikan otoritas untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid-Nya, dan memberitakan Injil ke seluruh dunia. Karena itu, kita hidup bukan tanpa tujuan, melainkan diutus untuk membawa kasih dan kebenaran-Nya.
Di hari Kenaikan Yesus Kristus, kita diingatkan bahwa Kristus yang naik ke surga tidak meninggalkan kita, tetapi memberikan Amanat Agung sebagai panggilan bagi setiap orang percaya.
Dari Musa, kita dapat belajar bahwa kedekatan dengan Tuhan bukan sekadar percaya, tetapi sebuah kerinduan untuk mengenal-Nya lebih dalam. Musa tidak menjadikan Tuhan sebagai sarana untuk mendapatkan keinginannya. Yang ia cari dan inginkan adalah Pribadi Tuhan itu sendiri.
Semakin kamu mengenal Tuhan, semakin kamu sadar bahwa tidak ada yang seindah hadirat-Nya. Di dalam Dia ada damai, sukacita, dan kepuasan yang tidak bisa diberikan oleh apa pun di dunia ini. Itulah sebabnya hati yang mengenal Tuhan akan terus merindukan-Nya.
Doa hari ini:
Tuhan, hari ini kami datang mengakui dan menyadari bahwa Engkau hadir dalam hidup kami.
Tolong kami untuk peka akan hadirat-Mu dalam setiap langkah dan keputusan kami.
Pimpin kami untuk hidup dekat dengan-Mu dan berjalan dalam kehendak-Mu. Amin.
Jangan mengejar apa yang Tuhan berikan,
melainkan kejarlah Tuhan itu sendiri.
Karena berkat terbesar bukanlah pemberian-Nya,
melainkan hadirat-Nya dalam hidup kita.
Kita tidak memerlukan pengalaman yang spektakuler
untuk mengetahui bahwa Tuhan hadir.
Firman dan janji-Nya sudah cukup menjadi dasar yang pasti,
bahwa Ia selalu menyertai kita.