Di usia yg hampir menginjak kepala orang ini ketika hidup keliatan tenang dikiranya gak ada persiapan, terlalu pilih-pilih. Belum tau aja mereka ini kepala banyak pikiran, banyak pertimbangan.
Ngeliat temen seumuran kok keliatannya sat sett.
Bukan pilih-pilih apalagi sok jual mahal, hanya saja gak mau egois dan mau fokus mempersiapkan diri karena tiap orang prosesnya beda-beda. Sadar diri karir belom dirapihin, masa depan masih diusahain, dan asmara juga belum ada yg deketin.
Jadi, sementara orang lain sibuk resepsi, gw sibuk bertahan hidup, tetep senyum, tetep kerja, tetep pulang sendiri, dan tetep pura-pura gak kenapa-kenapa.
dia juga tau kalau kamu rindu, tapi jangan terus mengganggunya ya, bukan hanya kamu yang ingin tenang, dia juga.
cuma bedanya, tenangmu adalah "kabar" darinya, sedangkan hilangmu adalah "tenang" baginya.