Negara ini udah diguyur hujan sejak pertengahan 2025 lalu. Hujannya makin besar bahkan pawang hujan pun pake payung. Ya begitulah, mungkin masuk 2027 bakal ada badai (lagi).
Kasian negara ini, baru mau maju dikit udah dibuat sakit.
…seller harus ngeluarin duit untuk pesenan yang diretur karena:
“gak cocok sama kerudung saya,” “talinya better di kiri,” “adik saya gak suka,” “udah dibeliin yang lain sama mama.”
Kami harus menanggung sesuatu yang tidak kami perbuat. Yang bener aja bos.
Ada wacana pembatasan tarif ecommerce dari Pemerintah, dan nemu ini.
Ada aturan Tiktokshop: bahwa seller bakal dikenain biaya ongkir untuk pesanan gagal kirim (re: COD yang gak dibayar) ataupun retur. Emang gak ngotak aturan ini tuh.
Bayangkan…
3. Sekuritisasi aset, bos.
Piutang yang mereka punya dari SPaylater, SPinjam, SPinjam Penjual, Seabank Pinjam, bisa mereka gadai buat dapet fresh cash dari bank lalu bisa mereka pakai untuk modal kerja baru.
Enak, bukan.
Alasan kenapa Shopee bakal ada sampai kiamat kurang 2 hari:
1. Ekosistemnya amat luas—SPX hingga Seabank.
2. Pangsa pasar, Asia Tenggara dikuasai Shopee. Bahkan di Meksiko pun ada Shopee.
Dan no. 3 ini yang paling sadis.
@bardanslm Buat jadi pimpinan soft skill no. 1, terutama problem-solving dan komunikasi. Tapi tetep ditunjang hard skill yang bagus juga.
Paling enak kerja sama staf yang udah ngerti standar saya. Dan komunikasi yang jelek adalah “a super pain in the ass.”
Mungkin gold bisa turun ke 4000, tapi kalau ke 2800 apalagi 2500 kayaknya agak berlebihan gak sih.
“Skenario 1979 bisa keulang.” Ingat yah, grafik harga adalah kesimpulan atas akumulasi keputusan yang diambil manusia. Grafik gak gerak sendiri, bos.
Sekarang The Fed gak seleluasa itu untuk naikin bunga. Rasio utang udah 120%. Belum lagi unemployment, dll.
Di 1979 emas kalah sama policy, kemungkinan besar sekarang policy yang kalah sama kondisi aka utang.