Aku ingat sekali ayah menangis terisak-isak saat Mama tiada.
Wanita yang selalu ada untuknya, wanita yang selalu meredam emosinya, wanita yang selalu pasrah dan patuh padanya serta wanita yang selalu mencintainya apa adanya.
Tapi wanita tangguh itu tidak bisa bertahan darinya.
Masih sangat jelas teringat saat itu di saat ayahku sendiri mengatakan kalau dia bangga dengan adik laki-laki ku dan mengatakan berulang kali seperti mantra. "Ya, dia kan anak ayah."
Kemudian, aku terdiam. Antara tercengang juga sedih.
Jadi, selama ini aku bukan anak ayah?
Aku tahu banyak sekali pengorbanan yang dia lakukan untuk keluarga ini. Ayah bukan dari keluarga kaya, dia bahkan sudah merantau sejak SMP sekaligus membiayai adik-adiknya.
Mama selalu terlihat sedih jika menceritakan masa lalu ayah yang keras.
Dan kini ayah kehilangan cintanya