Gara-gara liat konten ginian baru sadar selama ini gue kalau ngikat barang asal-asalan banget asal kenceng doang 😭 Nyesel baru tau tutorial simpul tali kek gini 🪢‼️
abis rewatch konten seventeen yang dikasih surprise masakan na pd. gue jadi salfok, ini member duduknya pada berurut dari kiri sampe kanan 😭 gak pada pilih-pilih, duduk disebelah siapa aja mereka oke 🥹 mereka tuh beneran deket satu sama lain jadi duduknya beneran random bgt 😭
SEANDAINYA TAU DARI DULU, KALO APLIKASI INI WORTH IT BUAT BELAJAR BAHASA JEPANG!
1. Kosakata & Kanji → Mazii
2. Latihan JLPT → Migii JLPT
3. Dengar & Latihan Listening → NHK Easy News
4. Flashcard → Anki
5. Belajar Kanji Mnemonic → WaniKani
6. Latihan Speaking → HelloTalk
Seperti biasa, kolom komentarnya malah paling seru 😭
Jadi inget, gue pernah dianggap kasar sama salah satu Gen Z cuma gara-gara ngetik pakai titik di belakang kalimat 😭
"It’s just a man looking at his face on his fans’ phones while it’s raining."
I mean you don't know how much he broked the internet during that time, remember he is SEVENTEEN of JOSHUA.
Karena masih banyak kelahiran 1994-1997 tuh yg belum menikah.
Tapi, temen-temennya udah pada menikah 😅
Nah, seringkali referensi hobi, obrolan, aktivitas di luar kerjaan udah beda.
Akhirnya udah gak cocok bergaul sama teman seangkatan, tapi masih nyambung sama generasi di bawahnya 😁
Temen-temennya udah sibuk sama biaya sekolah anak, nabung beli furnitur rumah, ikut rapat warga.
Dianya masih war tiket konser Hindia, beli sepatu baru, ikut komunitas lari, senang mix & match outfit.
Ini yg bikin milenial yang belum menikah malah terlihat seperti Gen Z 😁
Dan seringkali milenial yg udah menikah terlihat seperti boomer 👀
[ 190818 ]
its been 7 years since dino and woozi tried to leave the stage but aju nice said NOPEE! 😭😆
++ look at them running back to the stage in sync lol
eh gue mau ngomongin ini
kemarin sebnernya gue ngebatin "gyu kok kayak lesu sih" secara kita mah tau ya dia gimana kalo konser ato acara yg fans2 aja tuh dia semangat, lari sini lari sana loncat2 😂 gw pikir yaudah mungkin dia cape
tapi trus pas sama fans dia becanda-
ATTENTION CARATs!!! Please listen to me🙌🏻
1. Jangan ada yang numpuk/bergerombol sengaja nungguin Mingyu di bandara (Mengganggu kekondusifan area bandara)‼️
2. Jangan ngikutin Mingyu kemana² apalagi sampe ke hotel!!! (Mengganggu PRIVASI)‼️
3. Jangan rusuh/dorong2/terlalu berisik buat yg mau dateng ke lokasi event (kalau terbuka buat umum)‼️
PLEASE BEHAVE✨️
Knetz ini cerita soal alasan kenapa orang tuanya jarang berantem selama jadi suami istri.
Suatu hari ayahnya salah jalan saat menyetir sampai jauh banget. Bukannya marah, ibunya malah bilang, “Malah bagus dong, jadi bisa lewat jalan yang belum pernah kita lewati dan lihatin pemandangan baru.”
Sebaliknya, pernah juga ibunya udah masak semua lauk tapi lupa pencet tombol rice cooker. Ayahnya nggak ngomel, malah langsung pakai jaket dan keluar sambil bilang, “Tunggu, aku ke minimarket beli Hetbahn (nasi instan). Kebetulan lagi pengen makan nasi hangat.”
Menurut OP, keluarga yang harmonis bukan berarti nggak pernah punya masalah, tapi ketika masalah datang mereka nggak sibuk mencari siapa yang salah. Mereka justru langsung cari solusi dan bikin suasana tetap ringan.
I think orang2 yang bisa ngejokes soal misfortune events yang mereka alamin (breakups, penyakit, layoff kerja dll) itu the real mental baja
like instead of meratapi nasib, they choose to laugh it out & enjoy it anyway
Jujur, saya agak sedih lihat kasus ini.
Saat post ini viral, banyak yang langsung menghujat penulisnya.
Banyak nakes juga ikut berkomentar karena merasa rumah sakit, nakes dan BPJS selalu dijadikan kambing hitam.
Sekarang orangnya dikabarkan meninggal.
Sebagai nakes, saya paham kenapa banyak yang tersinggung. Menunggu ruangan tidak selalu berarti ditelantarkan. Bisa karena bed penuh, menunggu pasien pulang, ruang isolasi, ICU penuh, atau alasan medis lainnya.
Tapi sebagai manusia, saya juga merasa kita tidak pernah benar2 tahu kondisi seseorang hanya dari satu postingan.
Mungkin dia hanya sedang meluapkan rasa takut. Mungkin keluarganya sedang panik. Mungkin penyakitnya memang berkembang cepat.
Yang saya sayangkan bukan soal siapa yang benar.
Yang saya sayangkan adalah betapa mudahnya kita menghakimi seseorang yang bahkan tidak kita kenal.
Jika memang postingannya keliru, luruskan dengan edukasi. Kalau berbeda pendapat, sampaikan dengan hormat. Karena kita tidak pernah tahu kapan sebuah komentar menjadi hal terakhir yang dibaca seseorang.
Di dunia medis, kita diajarkan untuk tidak mengambil kesimpulan sebelum datanya lengkap. Mungkin prinsip yang sama juga perlu kita bawa ke media sosial.