Pak @fadlizon
Anda menerima masukan dari semua pihak atau sepihak, karena hingga saat ini anda belum juga bertemu dng kami. Anda datang langsung ke Freeport dan menemui kami pun tidak. Kami sudah di jkt tpi tdk jg anda mau mncra kmi utk mendengar masukan dari kami.
Pak @jokowi
Seorang Lukas Enembe sebagai orang nomor satu di papua sudah tidak di hargai di tanah papua sendiri.Pernyataan Freeport jelas bertentangan dengan Rekomendasi Pemprov. Kami akan lawan,nyawa pun kami berikan.Biarlah ini menjadi sejarah bg papua.
https://t.co/u0U0bX5zWv
Tugasnya sekarang berada di Pemda dan Dprd Mimika soal bagaimana Mengawal Arahan dari Pemerintah Provinsi papua.
Rakyat mimika harus tahu dimana keberpihakan memihak?
cc : @Mimika_US
Terima kasih kpd Front Perjuangan Rakyat Jakarta atas apresiasi & perhatiannya pada isu kemanusiaan kasus phk sepihak pekerja PT. Freeport Indonesia & Awak Mobil Tanki (AMT) Pertamina yg dibubarkan paksa saat hendak menemui Presiden Jokowi. @lokataru_id@tribunnews@TirtoID
@saididu Anda tak sendirian pak... kami (8300 buruh) pun diberhentikan sepihak (phk) terkait masalah freeport (51 %) mari saling menguatkan tuk tampil terbaik demi bangsa ini... sory saya fans MU
Sebagai pemegang saham tertinggi seharusnya mudah bagi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait masalah ini. Atau kah bangsa ini senang melihat warga sendiri mengemis ke negara lain guna untuk mencari keadilan. Kedaulatan terhadap freeport harusnya dalam semua aspek.
@Ferdinand_Haean@jokowi Malah naik jabatan yg saya liat yg tadinya EVP sekarang jadi Direktur,mungkin karena keberhasilan nya membunuh anak bangsa sendiri 35org meninggal akibat #korbanphksepihakfreeport yg lebih 8000karyawan blm dari keluarga2 kami,sampai sekarang pemerintah masih buta dan tuli.
@haris_azhar Mungkin gara2 banyaknya bisnis oleh Ilegal aparat negara,sampai para pejabatnya saat ini diam membisu pura2 buta dan tuli,seakan2 #korbanphksepihakfreeport tdk ada,padahal sdh 35org meninggal dunia dlm hal ini,balum lagi dari keluarga2 kami. @DPR_RI@KemnakerRI@KomisiIX