@tonojombang@bangsaruto Gatekeep ama politik ni sampah masyarakat satu ini. Nggak bisa bedain kolaborasi ama intervensi. Yg nggak boleh itu intervensi. Ini colab. Transum ke JIS -> Produk Politik. Akses ke Stadion -> Produk Politik. Urusan sepakbola? Ya persija. Bkn politisi.
@rayculz@TxtdariHI “Ga boleh ada politik” itu agenda politiknya FIFA. Mau gimana pun lo hidup ga bisa lepas dari politik. Bahkan lo teriak2 jangan campur adukkan sepakbola dengan politik itu adalah sikap politik lo.
@sipalingbetter@wanstio@arsenalskitchen Yaudah. Ada andil soal kurikulum pembinaan kan? Banyak ni tipikal fans bola indo yg sasaran serangnya 100% ke pemain lokal. Mata duitan lah, haus harta lah. Lupa kalau ada faktor kurikulum pembinaan yg lo bilang itu.
@elpelahap@KukuhMujiono Rata Bro. Dia dulu sempet sentimen sama liga lokal, club lokal, pemain lokal pas era2 timnas mau ke pildun. Narasi nya subjektif ke pemain keturunan + diaspora. Rizky Ridho aja pernah dipaksa cabut ke luar negeri, persetan sama kontrak profesionalnya.
@puertossaint@kucinggimbal@Bali_Football Pasar mereka itu yg benci akut sama pemain lokal, liga lokal, apapun yg berhubungan sama lokal. Kecuali tim nasional. Kepentingan mereka itu aja tok. Netizennya jg inferior mentalnya ya kemakan