dan fyi mereka punya 20 perusahaan di sumatera, 32 perusahaan di kalimantan, 25 di papua, 2 di singapura dan 1 di jakarta. like imagine how devil they are. sda di indonesia dihabisin sama keluarga dia demi keuntungan mereka sendiri
“kasian anak-anak ku kepanasan di tenda sekolah mba”
ucap bu guru di sekolah Desa Reje Payung, Takengon, Aceh Tengah 🥺💔
ini keadaan terkini ya temen-temen…. tadi siang yaa bukan video lama😞
Makan tempe kedelainya masih impor, mie ayam dan olahan terigu gandumnya masih impor. Komoditas pangan kita itu masih banyak impor kok bilang ga pengaruh. Lu makan rumput aja key produk lokal dalam negeri tinggal ngarit
Ya makanya lu blokir anjir, kerjaan lu ngapain sih bu? Masa blokir podcast orang bisa, giliran blokir situs judol, pinjol, bokep gak bisa !!! Hobby kok makan gaji buta !!!
#intinyadeh seorang jurnalis dpt ancaman disiram air keras krn post flyer undangan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi.
Dpt WA suruh hapus postingan, klo nggak dihapus, “jangan terkejut klo kejadian Andrie Yunus terjadi kepada Anda”
Pesan serupa jg diterima kerabatnya.
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
Fun fact, sekolah² di negara maju eropa sudah mulai meninggalkan digitalisasi, balik ke tulis menulis manual. Penggunaan gadget/tab di sekolah dikurangi.