"Uang untuk NU Secukupnya Saja"
NU dapat hak izin mengelola tambang itu adalah cara negara "kasih uang ke NU". Tapi memangnya NU cari uang buat apa? Yang ingin kaya itu sebenarnya NU-nya atau sebagian orangnya saja?
Muhammadiyah disebut jauh lebih kaya dari NU karena semua asetnya secara hukum milik Muhammadiyah secara organisasi. Sedangkan NU, meski lembaga pendidikannya jauh lebih banyak dari Muhammadiyah, tapi secara hukum dimiliki oleh yayasan, keluarga kiai, jamaah, atau badan hukum tersendiri.
Karena semua aset Muhammadiyah adalah milik organisasi, maka tidak heran banyak sekali orang Muhammadiyah tanpa ragu mewakafkan rumah atau tanahnya ke Muhammadiyah.
Cari uangnya jago, ditambah warganya hobi wakaf properti ke Muhammadiyah. Makin kaya aja Muhammadiyah. Orang Muhammadiyah yang ingin dapat uang dari Muhammadiyah, boleh bekerja dan dapat gaji. Tapi organisasi tetap yang paling kaya.
Di NU, yang kaya itu yayasan-yayasan, pondok-pondok pesantren, atau lembaga yang mengatasnamakan NU tapi secara kepemilikan bukan milik NU secara organisasi.
Kalau memakai analogi bisnis, NU itu seperti franchise: nama dan jaringan besarnya NU, tetapi unit-unit di bawahnya bisa dimiliki dan dikelola pribadi. Mereka bahkan bisa berkembang menjadi lembaga yang sangat besar.
Kalau ada kiai NU yang bilang: "PBNU secukupnya, Nahdliyin selamanya", itu bisa bearti positif dan juga negatif. Positifnya: jabatan di PBNU itu tak penting, tapi menjadi nahdliyin yang lebih penting.
Namun tafsir jadi negatif jika dikaitkan pendapatan. Pendapatan (baca: uang) untuk PBNU secukupnya, tapi untuk pribadinya, uang harus terus mengalir dengan memakai nama NU.
Mohon maaf kalau saya kembali bandingkan lagi dengan Muhammadiyah. Di sana, secara jam’iyah, ada semangat untuk membuat Muhammadiyah sebagai organisasi yang super-kaya.
Saya itu sampai heran ketika menjumpai beberapa orang yang sudah sepuh di Muhammadiyah yang memilih mewakafkan rumah kediamannya ke Muhammadiyah. Tentu karena anak-anaknya juga sudah kebagian rumah dan tinggal di luar kota.
Mereka tak ragu menyerahkan amal jariyahnya ke Muhammadiyah.
Sedangkan di NU, saya masih ragu. Apakah warganya benar-benar ingin memperkuat ekonomi NU secara organisasi atau hanya sekadar memperkaya segolongan individunya? Termasuk dari uang tambang yang panas itu.
Aktris Hollywood Michelle Monaghan menceritakan pengalaman liburannya bersama keluarga di Indonesia saat hadir dalam acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon.
Bintang Mission: Impossible itu mengaku terkesan dengan keindahan Indonesia dan bahkan merekomendasikannya sebagai destinasi wisata. Michelle mengungkapkan bahwa kunjungan keduanya ke Tanah Air dilakukan demi melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, setelah mendapat saran dari Robert De Niro.
Ia sebelumnya sempat berlibur ke Indonesia, tetapi baru menyadari belum melihat satwa ikonik tersebut setelah De Niro menanyakannya. Cerita Michelle di acara televisi Amerika Serikat itu pun menjadi promosi gratis bagi pariwisata Indonesia, khususnya Taman Nasional Komodo.
@eDzulfikar Seperti di saudi juga, rokok sampoerna yang perslopnya paling 300 ribuan bisa bisa jadi 2x lipat kalau udah nyampai saudi bahkan kadang sampai tembus 1 jt perslop kalau musim haji
@Dahnilanzar Mungkin kebijakan saudi bisa di tiru juga pak, bahwa mereka yang sudah pernah berhaji harus menunggu minimal 5 tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji lagi, kalau di indonesia mungkin bisa 10 atau 15 tahun lagi baru boleh pergi haji lagi bagi mereka yang sudah pernah.
Kalau orang islam mgkn dia tidak pernah ngaji sehingga dia tidak tau kalau dulu banyak ulama yang kaya raya spt yang di ceritakan gus baha ini. #BOIKOTTRANS7
Sudah ada nathan yang kemarin mainnya bagus eh malah masang pemain tengah yang kowah kowoh, nasib-nasib di kasih wasit yang bener eee malah pelatihnya yang agak lain 😆
#TimnasIndonesia#TimnasDay
Saat ini banyak tiket yang sudah dibeli teman-teman suporter garuda melalui app resmi yg bernama webook tetiba hilang dan tidak bisa dibuka barcode nya , setakut itu arab saudi thd timnas @PSSI@InfosuporterID@BolaSportcom@Bolanet@MafiaWasit
Dua orang yang sangat berbeda. Tidak hanya soal suku, latar belakang budaya, dan agama. Tetapi juga soal karakter.
Hendra begitu kalem dan tenang. Ahsan sangat bersemangat bahkan meledak-ledak. Tetapi mereka disatukan oleh sikap saling menghargai, oleh respek.
Hendra yang lebih senior begitu tenang saat menghadapi masalah2 pelik dalam latihan dan pertandingan. Ahsan, orang yang mau belajar sangat keras, mau untuk mendengarkan saran-saran.
Mereka berdua berusaha keras menyesuaikan diri, memahami, menurunkan ego dengan perbedaan2 itu, demi tujuan besar menaklukkan dunia.
Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, terima kasih. Selamat menjalani masa pensiun yang tenang. Selamanya, Indonesia berutang budi kepada kalian.
Hendra memulai semuanya di Indonesia Open 2000. Ahsan, menjalani petualangannya 3 tahun kemudian di Indonesia Open 2003.
Sejak 2012 mereka berpasangan utk menaklukkan ajang2 besar dunia, meraih kejayaan2 gemilang, menelan kegetiran krn kekalahan2 menyakitkan.
Setapak demi setapak, mereka menjadi pemain yg tdk hanya disegani di lapangan, tetapi juga dicintai di luar lapangan krn komitmen, sikap rendah hati, dan kejujuran.
Dan semuanya berakhir hari ini. Mereka berhenti sebagai salah satu simbol terpenting bulu tangkis dunia.
Terima kasih Hendra Setiawan. Terima kasih Mohammad Ahsan.
Terima kasih!
📸: PBSI