TNI LAGI? BABAK BARU
Kamu lolos LPDP. Beasiswa ratusan juta. S2 di luar negeri.
Tapi sebelum terbang kamu harus masuk barak dulu.
Bukan lebay. Ini beneran terjadi minggu ini.
Faktanya:
4–9 Mei 2026 — 206 penerima beasiswa LPDP program S2 dan S3, dalam dan luar negeri, diwajibkan ikut pembekalan di Gedung Marsekal Sukardi, Lanud Halim Perdanakusuma.
Bukan hotel bintang 5.
Bukan seminar motivasi.
Pangkalan militer.
6 hari.
Wajib.
Kegiatannya seperti apa?
Bangun pagi.
Agenda dari jam 05.00 sampai 21.00 WIB.
Tidur di tenda.
Dan HP? Hanya boleh dipegang 1 jam sehari.
Awalnya bahkan mau nol HP sama sekali baru dinegosiasi jadi 1 jam.
Kamu yang biasanya riset jurnal Scopus jam 2 pagi, sekarang harus tidur di tenda dan lapor ke TNI dulu.
Kenapa TNI yang ngisi materi?
Kata Mendikti Brian Yuliarto:
Pembekalan ini untuk memastikan para peserta punya kesiapan saat belajar di dalam maupun luar negeri, menanamkan disiplin, kerja keras, dan nilai-nilai kebangsaan.
Kata LPDP:
Personel TNI akan memandu kegiatan outdoor.
Bukan hal baru, sudah dilakukan di angkatan-angkatan sebelumnya.
Kata peserta yang keberatan tapi nggak mau sebut nama:
"Hampir semua mempertanyakan buat apa?"
Dugaan alasan sesungguhnya:
Kebijakan ini diduga kuat merupakan respons atas fenomena alumni LPDP yang memilih menetap di luar negeri setelah lulus.
Jadi logikanya begini:
Negara udah bayar beasiswa ratusan juta → alumni malah kabur ke luar negeri → solusinya? Masukin dulu ke barak supaya rasa nasionalismenya naik.
Apakah ini efektif?
Pertanyaan bagus. Belum ada penelitiannya.
Estimasi biaya yang dikeluarkan negara:
Beasiswa LPDP per orang rata-rata mencakup biaya kuliah + biaya hidup. Estimasi kasar per penerima:
- S2 luar negeri → Rp 400 juta – Rp 1 miliar tergantung negara
- S2 dalam negeri → Rp 50 juta – Rp 150 juta
- 206 peserta batch ini saja → estimasi total dana ratusan miliar rupiah
Belum terhitung biaya penyelenggaraan pembekalan 6 hari di Lanud Halim sewa fasilitas, konsumsi, operasional TNI, akomodasi tenda yang angkanya belum diungkap ke publik.
Dan komentar paling jujur di internet hari ini tetaplah dari @elpnmoe:
"Tamatan SMA malah disuruh mendidik S2"
aowkoawkaokawo
Bukan soal disiplinnya salah atau benar.
Tapi kalau orang paling cerdas yang sudah lolos seleksi super ketat LPDP masih dianggap perlu dididik nasionalismenya oleh pemateri militer selama 6 hari di tenda
Mungkin yang perlu dievaluasi bukan mahasiswanya.
Mungkin sistemnya
#LPDP #TNI #Beasiswa #Hardiknas2026 #PendidikanIndonesia #Awardee
Ilusi Media Sosial dalam Hubungan
- Wanita sering merasa tidak puas bukan karena pasangannya kurang, tapi karena "layar" mereka penuh dengan standar palsu hasil produksi konten.
- Setiap kali dia membuka aplikasi, definisi "cukup" di kepalanya terus meningkat mengikuti algoritma.
- Algoritma butuh rasa iri agar pengguna terus men-scroll. Akhirnya, pasangan di dunia nyata yang harus membayar harganya dengan rasa lelah dan kecewa.
- Banyak hubungan kandas (Ghosting, HTS) hanya karena ekspektasi yang diracuni oleh standar estetik yang tidak realistis.
Sebelum bobo maw melow dulu..
Lo pernah gak sih ketemu orang yang rasanya kayak obat? Bukan karena dia selalu punya solusi, bukan karena dia paling bijak, tapi karena cuma duduk bareng dia sejam aja, tiba-tiba kepala lo gak seberisik tadi.
Gue pernah. Aneh banget rasanya. Hari gue bisa aja lagi kacau, mood hancur, pikiran kemana-mana. Tapi pas ketemu dia, entah kenapa semuanya melambat.
Obrolannya biasa aja, ketawanya receh, bahkan kadang cuma diem. Tapi dada gue gak sesak lagi.
Dia gak selalu ngasih nasihat. Kadang cuma dengerin, kadang cuma ada, tapi kehadirannya tuh cukup buat bikin gue ngerasa aman. Kayak dunia gak semenakutkan itu selama ada dia di sebelah gue.
Dan di situ gue sadar, ternyata ada orang-orang yang fungsinya bukan buat nyelesein masalah lo, tapi buat bikin lo kuat lagi buat ngadepin masalah itu. Mereka gak ribut, gak dramatis, tapi efeknya nyata.
Gue gak tau dia sadar atau enggak, tapi buat gue, dia pernah jadi obat. Dan kadang, yang kita butuhin emang bukan jawaban. Cuma seseorang yang bikin semuanya terasa sedikit lebih baik.
Banyak orang menikah bukan krn saling mencintai, tapi kepepet. Entah dijodohkan, orangnya yg ada cuma itu, atau pressure buat segera nikah.
Cinta ya cinta. Nikah ya nikah. Kadang mereka gak berhubungan. Makanya, sungguh beruntung orang yg saling mencintai terus menikah.
Males bgt gue sama yg beginian. Kalo emang partner lu nyepelein karena lu keliatan kecintaan bgt berarti he’s not good for u, love should be fun loh nder gak harus pretend to look less or even hide something
Mau ikut nambahin, Kisah Umar itu bisa relate bgt sama orang2 yg ngerasa punya luka pengasuhan.
Khattab, bapaknya Umar, adlh orang yg kasar, omongannya keras dan suka main tangan.
Kalo Umar sblm memeluk Islam pernah menyiksa Said bin Zaid krn keimanannya, Khattab itu—
i highly recommend you find yourself a clingy (healthy) lovey dovey partner who’s super excited about you. life is too short to spend it with someone who act like showing love is a chore
kemarin baru baca kalimat yang bagus ini :
"Kita akan terlupakan.
Temen-temen nongkrong kamu akan mencari pengganti untuk tertawa. Pekerjaan kamu akan segera di isi oleh orang baru dalam hitungan hari. Bahkan keluarga kita, seiring berjalannya waktu, akan mulai jarang membicarakan kita. Inilah realita yang sangat pilu kalau manusia itu mudah sekali melupakan."
Lalu, apa yang tersisa? Jika dunia melupakan kita, siapa yang akan tetap mengingat kita? cuma Allah. Dan tragisnya, justru Allah-lah yang paling sering kita lupakan saat kita masih punya tenaga dan malah kita menghabiskan waktu untuk orang-orang yang akan melupakan kita.
Para fearmonger dan warmonger ingin menyudutkan Iran sebagai pihak yang menolak upaya perdamaian.
Tapi Oman datang dan beberkan faktanya.
Iran-lah yang setia dalam perundingan damai. Tiba-tiba zionis kecil dan zionis besar membatalkan sepihak dan membombardir anak-anak.
We were at a family gathering and someone made one of those tired jokes like, “Enjoy it now, marriage changes everything.”
Before I could even react, my husband smiled and said, “Yeah, it does change everything. It makes it better.”
The room went quiet for a second.
He added, “I don’t feel trapped. I feel chosen. Every day I wake up knowing I get to do life with the love of my life. That’s not a loss—that’s a blessing.”
I just stood there pretending to focus on my plate because my eyes were starting to water.
People love to talk about marriage like it’s the end of freedom.
But the way he talks about it? Like it’s the greatest decision he ever made.
And that means everything to me.
In Indonesia's Bali Island, after three days of nonstop rainfall, streets have turned into lakes, and pythons reaching up to 5 meters in length have started to be spotted in them…
*perempuan dengan baju terbuka dikit: lonte, murahan, melecehkan diri sendiri🤬
*laki-laki dengan jokes seksisnya hingga raped, ngaku punya sextape dan disebarkan: rispeeeekkk, bukan SA, takut tuduhan palsu🥺