Selama ini kewaspadaan digital sering diajarkan sbg daftar larangan. Jgn percaya hoaks, jangan membuka situs mencurigakan, dan jgn mengikuti akun radikal. Semua itu perlu. Namun, bgmn seorg anak harus waspada jika yang datang bukan ancaman, melainkan seseorang yang membuatnya
merasa dihargai? Karena itu, literasi digital perlu diperluas menjadi literasi relasi: kemampuan mengenali kapan perhatian berubah menjadi ketergantungan, kapan kedekatan dipakai untuk mengisolasi, kapan rahasia diminta sebagai bukti kesetiaan,
@maman1965@JNE_ID Buku dengan judul "Apalagi Islam itu Kalau Bukan Cinta?! " Karya Husein Ja'far AlHadar, buku ini mengulas dgn baik cara kita memahami Islam, bgmn beragama dgn baik tanpa menghakimi makhluk Tuhan yg berbeda, justru melihatnya dgn penuh cinta.
#GiveAway 2026
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷