Dan yg patut di garis bawahi di sini adalah ponakan ibu ana tsb adalah polisi juga dan dia jg minta maaf sbg ponakan dg keadaan ibu ana yg dialami....
Berikut videonya wahai akun @Dumbo924 dan sebangsanya
Semoga kalian sadar meskipun guwa yakin kalian tdk akan pernah sadar...
Ibi ana ini memang perlu pwrhatian khusus bukan malah kalian jadikan simbol perjuangan, kasihan ibunya dan yg lebih kasohan akun2 sebangsa kalian ini benar2 gak waras ...!!!
COOOOK POLISI ANJING BISA-BISANYA NGANGKAT ORANG YG UDH GA BERDAYA GITU CARANYA, MANA NGMG “KALO KM GA BANGUN MAKIN PARAH LHO” WTF MAU LU APAIN LG DIA UDAH GAADA SKRG ANJIIIIINGGG 😭😭😭
Listyo said "Kalau masuk asrama, tembak peluru, bahkan kalau punya peluru karet tembak."
POLISI PEMBUNUH TUH BUKAN CERITA RAKYAT AJA TAPI ITU NYATA. POLISI PEMBUNUH -star
The Tunnel to Summer, the Exit of Goodbyes is a beautiful experience. Tomohisa Taguchi's visually appealing direction is as as strong as ever while the grounded and emotional material, of longing, the passage of time, and love itself makes for a breathtaking film.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Maaf min, saya ingin melaporkan sebuah kejadian yang saya alami pada malam tadi tadi jam 8 an di kawasan Jalan Kaliurang Km 10, tepatnya di dekat SPBU.
Sebagai bentuk disclaimer, saya mengakui bahwa saat itu saya sedang terburu-buru dan berkendara dengan kecepatan 70–80 km/jam, yang memang tergolong cukup tinggi. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut tidak sepenuhnya benar, dan saya tidak bermaksud membenarkannya.
Ketika melintas di lokasi kejadian, saya mendapati tiga pengendara sepeda motor (dengan total empat orang) yang berkendara berjajar sambil berbincang-bincang dengan kecepatan 50-60 km/jam. Hal tersebut mengganggu laju kendaraan lain di belakang, termasuk saya. Karena situasi lalu lintas yang padat dan keterbatasan waktu, saya membunyikan klakson dan menyalip mereka yang sedang melaju dengan kecepatan sekitar 70-80 km/jam.
Tindakan tersebut ternyata membuat mereka tersinggung. Tak lama kemudian, mereka mengejar saya dan memaksa saya untuk berhenti. Dalam kondisi tersebut, saya diminta untuk meminta maaf dan saya pun melakukannya dengan itikad baik.
Namun, yang terjadi selanjutnya sangat di luar dugaan dan membuat saya merasa terintimidasi. Salah satu dari mereka mulai memaksa saya untuk memberikan uang, dengan alasan “tatakrama Jogja” yang menurut mereka harus ditegakkan. Saya ingat jelas salah satu dari mereka berkata:
“Mas ini di Jogja, jadi ada tatakramanya. Saya juga tahu, kalau salah ya minta maaf.”
Karena saya bingung dan merasa tertekan, saya hanya diam. Namun tiba-tiba salah satu dari mereka memukul dagu saya.
Beberapa saat kemudian, salah satu dari mereka berkata, “Gini aja mas, disitu ada yang jual minuman, gimana kalau beliin aja?” Awalnya saya mengira mereka meminta dibelikan air mineral atau minuman biasa. Namun ternyata yang dimaksud adalah minuman beralkohol (OT).
Saya merasa sangat tidak ikhlas dengan permintaan tersebut, terlebih karena itu bertentangan dengan nilai yang saya pegang. Namun karena mereka terus mengintimidasi, mengancam akan mengacak-acak tempat tinggal saya, bahkan menantang berkelahi dengan ancaman “mati tanam di tempat”, saya tidak punya pilihan lain selain memenuhi permintaan mereka demi keselamatan diri saya.
Pengalaman ini benar-benar mengubah pandangan saya tentang Jogja, yang sebelumnya saya kenal sebagai kota dengan budaya dan tatakrama tinggi. Sayangnya, nilai-nilai tersebut justru disalahgunakan untuk menekan orang lain secara tidak pantas. Bahkan lebih mengejutkan lagi, minuman keras dijadikan syarat untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Sebagai tambahan informasi, salah satu pelaku diketahui menggunakan motor dan mengaku sebagai alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis salah satu universitas swasta di Sleman Yogyakarta .
Besar harapan saya agar kejadian ini dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta citra baik Kota Yogyakarta.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
nama anonim aja ya min