21 Tahun Damai Aceh, Ketika Bendera Kembali Menjadi Persoalan
Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15 Agustus 2026), diwarnai kericuhan antara aparat keamanan dan sebagian peserta setelah pengibaran Bendera Aceh dilarang. Sejumlah laporan kemudian menyebut bendera Bulan Bintang sempat dikibarkan di lokasi.
Padahal, MoU Helsinki 2005 menjadi dasar penting bagi lahirnya perdamaian Aceh. Kesepakatan tersebut antara lain memberikan ruang bagi Aceh untuk memiliki dan menggunakan simbol wilayah, termasuk bendera dan lambang, serta memberikan kewenangan yang luas dalam pengelolaan ekonomi dan sumber daya alam. MoU juga menyebut Aceh berhak mempertahankan 70% pendapatan dari cadangan hidrokarbon dan sumber daya alam lainnya.
Karena itu, bagi sebagian masyarakat Aceh, persoalan bendera bukan sekadar soal selembar kain. Ia dipandang sebagai simbol dari komitmen terhadap kesepakatan damai yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan GAM pada 15 Agustus 2005.
Setelah 21 tahun, muncul kembali pertanyaan besar: sejauh mana seluruh butir kesepakatan Helsinki benar-benar telah dilaksanakan?
Sebagian pihak menilai Jakarta belum sepenuhnya memenuhi komitmen yang telah disepakati, terutama terkait simbol Aceh, kewenangan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya alam. Tuduhan tersebut tentu merupakan pandangan politik yang masih menjadi perdebatan, tetapi persoalan implementasi MoU Helsinki memang tetap menjadi salah satu isu utama dalam perjalanan perdamaian Aceh.
Ironisnya, pada hari yang seharusnya menjadi simbol perdamaian, perbedaan tafsir mengenai salah satu simbol Aceh justru kembali memicu ketegangan.
Perdamaian bukan hanya tentang berhentinya konflik bersenjata. Perdamaian juga tentang menepati kesepakatan.
Aceh telah memilih jalan damai. Kini yang dibutuhkan adalah memastikan bahwa seluruh komitmen perdamaian dihormati dan dilaksanakan secara adil.
@duitsss Daripada sibuk ngurusin LGBT maen kekerasan sampai nyiram air kencing mending lu buru hakimi pejabat koruptor yg bikin lo menderita susah nyari uang susah. Lebih manfaat.