“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem
jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit.
mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati
solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler
gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo
buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?
gw cinta bgt smlu max verstappen meski lu miliarder triliuner berdarah penjajah dan mungkin problematic tapi gw sangat ingin lu kembali di atas dan menjajah f1 ngentot itu anjing
Yg kemarin nanya gimana caranya tau the one, Zendaya ngasi tau salah satu indikatornya. Dan gw sepakat.
Kalo lo punya pasangan, tp malah bikin lo stress, anxious, cemburuan, emosi... NGAPAIN. 🥲
Semoga kalian ditemukan dengan pasangan yg bikin kalian tenang. Gak harus bertanya2 niat dan motifnya apa. Gak harus wondering dia kemana dan sama siapa. Gak harus nebak-nebak mood dia jelek apa gak. Gak harus ngerasa sayang sendirian tp mau belajar love language satu sama lain. Gak harus jadi orang lain supaya dia percaya kalo kita worth it.
Beneran deh. Pasangan tuh INVESTASI PALING BERHARGA.
GUE DOAIN LO SEMUA DI APRIL PADA NANGIS BAHAGIA!! DAPET KERJAAN BARU, GAJI OKE & WORK HOURS, YANG ADA HUTANG PADA LUNAS, SEHAT TERUS, MAKIN RAJIN IBADAH, PUNYA TABUNGAN, GANTI HP BARU, HIDUP BAHAGIA DAN LEBIH LAMA!! 😭😭🤍❤️ Yap!
Hindari makanan ini kalo lo gamau kena "Cuci Darah" dan gagal ginjal
karena ini adalah yang menjadi penyebabnya.
1. Gorengan
Mengandung minyak jelantah yang sudah dipakai berulang kali serta lemak trans tinggi. Kedua zat ini bisa memicu peradangan kronis, meningkatkan kolesterol jahat, dan membuat pembuluh darah menyempit sehingga kerja ginjal jadi jauh lebih berat. Jika dikonsumsi rutin, risiko kerusakan ginjal bisa meningkat signifikan.
2. Sayuran tinggi purin
Seperti daun singkong, bayam, kangkung, tauge, dan kembang kol. Meski bergizi, sayuran-sayuran ini mengandung purin cukup tinggi yang bisa diubah tubuh menjadi asam urat. Jika dikonsumsi berlebihan, asam urat menumpuk, memicu batu ginjal, dan akhirnya mempercepat kerusakan fungsi ginjal.
3. Mie instan
Sangat tinggi natrium (garam) yang bisa membuat kerja ginjal lebih berat. Satu bungkus saja sudah bisa melebihi batas asupan garam harian yang direkomendasikan, sehingga tekanan darah naik dan ginjal harus bekerja ekstra keras menyaring kelebihan garam tersebut. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menuju gagal ginjal.
4. Daging olahan (sosis, nugget)
Mengandung pengawet seperti nitrat dan fosfat serta garam tersembunyi yang cukup tinggi. Zat-zat kimia ini tidak hanya membebani ginjal, tapi juga bisa merusak pembuluh darah kecil di dalamnya. Konsumsi rutin tanpa diimbangi makanan sehat berisiko mempercepat penurunan fungsi ginjal.
5. Minuman manis bersoda
Dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah halus pada ginjal. Kandungan gula tinggi dan asam fosfat di dalamnya memicu resistensi insulin serta hipertensi, dua faktor utama penyebab kerusakan ginjal kronis. Minum rutin bahkan satu kaleng sehari sudah cukup berbahaya dalam jangka panjang.
6. Tempe atau tahu goreng
Mengandung purin alami dari kedelai ditambah minyak dari proses penggorengan yang bisa membebani tubuh jika berlebihan. Kombinasi ini membuat ginjal harus bekerja ekstra untuk membuang sisa metabolisme purin dan lemak jenuh, sehingga risiko peningkatan asam urat dan peradangan ginjal pun meningkat.
7. Jeroan dan seafood
Tinggi purin yang dapat memicu lonjakan asam urat secara drastis. Jeroan (hati, ginjal, otak) dan seafood seperti udang, kerang, serta ikan tertentu mengandung purin jauh lebih tinggi dibanding daging biasa. Jika dikonsumsi sering, asam urat menumpuk di sendi dan ginjal, bisa berujung pada gout serta penyakit ginjal kronis.
Bukan berarti gak boleh makan sama sekali.
Yang bahaya itu kalau jadi kebiasaan setiap hari tanpa kontrol.
Ginjal kita kerja 24 jam.
Jangan tunggu rusak baru dijaga.
- Lari ke Madinah atau Mekkah.
- Kunci rapat-rapat pintu rumah dan jendela.
- Ikat tangan dan kaki seluruh keluarga perempuanmu.
- Jangan sekali-kali penasaran hingga mendatangi "dia"
- Jika terlanjur bertemu, bacakan 10 ayat dari surat Al-Kahfi di hadapannya.
- Dan yang terpenting, jika di hadapkan pilihan "surga nya" atau "neraka nya" pilihlah neraka nya.
Silahkan catet, screenshot, atau repost.
Nanti juga lu paham.
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya:
✨️ metacognition knowledge ✨️
Metakognisi itu kemampuan “ngeliatin isi kepala sendiri.” Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja.
Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt.
1. Budaya belajar berorientasi jawaban
Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya:
- kenapa harus pake strategi ini?
- biar cepet paham harus ngapain?
Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil.
Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia.
2. Keamanan psikologis
Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya.
3. Beban kognitif dan tekanan sosial
Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" 🥺
Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah?
4. Kurang contoh dan model berpikir
Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat
- gurunya making thinking visible (thinking out loud)
- orang dewasa yg merefleksikan pengalaman
bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar.
Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
RAFAH UDAH LENYAP...
😭😭😭
Rafah, yang pembangunannya diawali sejak zaman Fir'aun, kini menjadi puing-puing, menghapus jejak ribuan tahun sejarah...
Rafah, kota yang rata dengan tanah di ujung selatan Gaza, udah dibersihkan secara etnis oleh Israhell di depan mata dunia...
Skala kehancuran di Rafah, terlepas dari setiap peringatan, memperjelas bahwa apa yang udah dilakukan Israhell di Gaza adalah sebuah genosida, sebuah upaya untuk membersihkan warga Palestina secara etnis dari tanah mereka, persis seperti yang mereka lakukan pada tahun 1948...
Penghancuran Rafah yang terus berlanjut harus segera dihentikan, karena hal itu gak hanya mengancam peluang warga Palestina untuk kembali, tetapi juga menyembunyikan kejahatan yang udah dilakukan Israhell laknatullah...
Kita gak tauk berapa banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan, kita mungkin gak akan pernah tauk skala sebenarnya dari apa yang udah dilakukan Israhell di Rafah...
Source : FB Greta Thunberg
Di Gaza, hampir tiga ribu warga Palestina dilaporkan “lenyap” tanpa jenazah saat Israel membombardir Palestina sepanjang perang dari 7 Oktober 2023.
Investigasi terbaru Al Jazeera menyebut, Israel menggunakan senjata berpanas ekstrem untuk menyerang Gaza dan asal senjata itu dari Amerika.
Apa saja temuan investigasi Al Jazeera?
| Narasi Daily