Banyak banget pelanggaran yang dilakukan pemain Argentina pada pemain Mesir, tapi wasit tidak melakukan tindakan apapun. Video ini sudah beredar ribuan kali dimana2 tapi selalu ditakedown oleh X. Atas pesanan FIFA?
Kita lihat berapa lama video ini akan bertahan...
Gais ada yg tertarik ausbildung supir truk (Berufskraftfahrer/in) di Jerman gak?
Jerman lagi krisis supir parah.
BGL & DIHK Skilled Labour Report 2025/2026, Jerman kekurangan 80.000–120.000 supir truk & bus. 44% supir usia 55+ alias uda mau pensiun.
🇺🇸Caroline: "Who started this war?"
🇺🇸Lambert: "Trump didn't start this war. Iran has been at war with us for a long time."
🇺🇸Caroline: "How many US citizens have they attacked on US soil?"
🇺🇸Lambert: "I don’t know."
🇺🇸Caroline: It's Zero 🔥 Also, why are our soldiers in the Middle East?
🇺🇸 Lambert: "Because of Oil. We need to protect our oil interests."🤣
Caroline has single handedly exposed Trump’s propaganda. What a brave lady 👏
wkwkwk ada boyband asal thailand (PERSES) bawain lagu kicau mania dan ternotice penyanyi aslinya Ndarboy Genk, sempet di kirai AI soalnya gak izin atau kasih credit, langsung direaction aja😂🤣
Tapi disini Ndarboy Genk ngasih apresiasi lewat reactionnya " GAK EXPECT GRUB LUAR NEGRI COVER KICAU MANIA DI KONSER, HAFAL BAHASA JAWA SAMPAI NGE RAPP NYA 🫣
MATURNUWUN GEH 🙏"
Coba dibayangkan kalau tahun 70-80-an itu cengkeh sudah dihilirisasi.….
Misalnya, dibikinin pabrik buat menghasilkan produk turunan seperti :
- Minyak atsiri
- Obat-obatan
- Parfum
- Pengawet makanan
- Produk-produk FMCG kek sabun, odol dll..
Asal kelen tahu, Indonesia waktu tahun 1970-1980-an itu lagi kaya-kayanya.
Gegara ada oil boom, efek negara Timteng yang kaya minyak lagi mengembargo Barat.
Sayangnya, keuntungan dari harga minyak itu tidak dimanfaatkan dengan baik.
Malah ada indikasi Pertamina salah dikelola oleh Ibnu Sutowo. Bahkan sampai Pertamina nyaris bangkrut karena punya utang 10 miliar USD.
Terus orangnya ga pernah diseret lagi ke meja hijau wkwkwkkwkwkw
Sumber gambar: https://t.co/5qxbU95H5Y
Gw termasuk yang awalnya mikir Singapura maju ya karena "SDM mereka kelas dunia, institusi mereka bersih, dan pemimpinnya visioner." Semua itu betul. Tapi ada satu cerita lain yang jarang masuk headline.
Singapura bukan cuma negara maju. Singapura adalah brankas terbesar ketiga di dunia. Menurut estimasi Boston Consulting Group yang dikutip TIME Magazine (Oktober 2023), cross-border wealth inflows ke Singapura mencapai US$1,5 triliun, hanya kalah dari Swiss dan Hong Kong. Uang dari seluruh penjuru dunia mengalir ke sana bukan karena pemiliknya tinggal di sana, tapi karena sistem mereka dirancang untuk menyambut siapapun yang membawa kapital.
Dan Indonesia adalah salah satu pengirim terbesar. Menurut sumber dari industri private banking yang dikutip Reuters via Malay Mail (Juli 2016), sekitar US$200 miliar uang asal Indonesia yang kemungkinan tidak dilaporkan ke otoritas pajak Jakarta tersimpan rapi di Singapura. Untuk konteks: angka itu lebih dari separuh APBN Indonesia saat itu. Diam-diam, tanpa banyak yang sadar.
Tidak semuanya uang bersih. Menurut laporan East Asia Forum (April 2025), selama bertahun-tahun sistem keuangan Singapura digunakan oleh pengusaha korup dari Indonesia untuk memindahkan dana haram ke pasar internasional, hasil dari pembalakan liar, pertambangan ilegal, dan perusakan lingkungan yang tidak pernah diadili. Uang itu butuh tempat yang aman, jauh dari jangkauan hukum Indonesia. Singapura menjawab kebutuhan itu.
Singapura sendiri tidak sepenuhnya tutup mata. PM Lawrence Wong, dalam pernyataannya di Bloomberg New Economy Forum yang dilaporkan Malay Mail (November 2024), menegaskan negaranya tidak akan kompromi melawan aliran uang haram. Reformasi regulasi terus berjalan. Tapi fakta bahwa mereka perlu menegaskan hal itu berulang kali justru menggambarkan betapa besar tekanan yang mereka hadapi dari dalam sistemnya sendiri.
Yang paling menarik justru ini: bahkan uang "legal" pun sering bermula dari wilayah abu-abu. Menurut laporan Fair Observer (2016), banyak pengusaha Indonesia yang menetap nyaman di Singapura ternyata masuk daftar buron otoritas Indonesia, namun tetap bebas mengelola aset dan bisnis mereka dari seberang selat. Batas antara pelarian pajak dan pencucian uang di sana tipis sekali.
Jadi ketika kita kagum melihat angka pertumbuhan Singapura, ada baiknya kita tanya satu pertanyaan sederhana: uang siapa yang sedang mereka kelola? Singapura maju bukan hanya karena mereka membangun manusianya dengan baik. Mereka juga sangat pandai menjadi tempat berlabuh bagi uang yang tidak bisa pulang ke rumahnya sendiri. Dan sebagian besar uang itu, asalnya dari sini...
Jensen Huang adalah salah satu CEO paling “fenomenal” saat ini.
Dia memulai karier dari bawah, bekerja sebagai pencuci piring di Denny’s.
Sekarang?
Sudah 33 tahun memimpin NVIDIA sebagai CEO. Benar-benar datang dari nol.
Saat Trump membawa para CEO besar lain ke China, Xi Jinping menolak bertemu mereka semua, termasuk Elon Musk.
Tapi Jensen Huang? Dia bahkan tidak ikut pulang bersama rombongan Trump. Dan penolakan itu seolah tidak berpengaruh apa-apa baginya.
Dia tetap menikmati waktunya di sana, membangun hubungan dengan orang-orang secara alami. Rasanya tinggal menunggu waktu sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Hal yang sama juga dia lakukan di Korea.
Dia bisa saja memilih restoran paling mahal untuk bertemu CEO Samsung dan Hyundai. Tapi yang dipilih justru tempat ayam goreng sederhana khas Korea.
Dengan pengalaman masa lalunya di Denny’s, “mantan waiter profesional” ini bahkan ikut menyajikan ayam ke orang-orang di jalan.
Bukan pencitraan. Memang terlihat natural.
Dia membangun hubungan positif dengan masyarakat Korea dengan cara yang sangat manusiawi.
Kemampuan persuasi seperti ini jarang ditemukan pada CEO lain yang sejak lahir sudah hidup dengan silver spoon.
Gerombolan preman tidak mungkin mampu mengelola perekonomian.
Pelajaran pahit ini kita telan pada 1957-1967.
Gerombolan bandit buas bersenjata masuk perkebunan karet, mencuri sertifikat tanah, dan mengangkut pergi hasil panen.
Warga setempat ditembak.
Di bawah pengelolaan langsung gerombolan bersenjata senapan mesin yang kini menduduki kursi ruang kantor perusahaan sitaan, produksi komoditas kayu bulat, karet, kopra, kopi, dan sebagainya dilakukan dengan sangat ngawur dan asal-asalan tanpa ilmu dan tanpa adab.
Akibat miskelola mereka, produksi ekspor komoditas Indonesia sepenuhnya ambrol dengan mengejutkan:
- Pembibitan asal-asalan dan bibitnya dicuri,
- Pemanenan asal-asalan dan hasil panennya dicuri,
- Pergudangan asal-asalan dan isi gudangnya dicuri,
- Pencatatan asal-asalan dan uang kas perusahaannya dicuri,
- Distribusi asal-asalan dan isi truknya hilang dicuri dan truknya ikut hilang dicuri [1],
- Penggajian karyawan perkebunan asal-asalan dan uang untuk gajinya dicuri.
[1] Misal, Panglima Territorium IV / Jawa Tengah, Kolonel Soeharto, tertangkap basah mencuri sebanyak 200 buah truk.
Dalam waktu singkat, ekonomi se-Indonesia segera roboh dengan spektakuler dan mengerikan. Sistem logistik nasional kolaps dan isi truknya dijarah warlord bandit berseragam dan truknya dicuri. Beras tidak ditanam, tidak dipanen, dan tidak sampai ke pasar. Hiperinflasi. Kemiskinan ekstrem dan meluas. Kelaparan besar.
Kebingungan, kepanikan, dan kekacauan besar di kehidupan rakyat semua daerah memicu api kemarahan dan kebencian politik ekstrem dan meluas di akar rumput, berakhir dengan genosida massal semesta 1965-1967.
1967, gerombolan bandit hutan buas pengacau itu belajar: "Sewa tenaga ahli. Kita yang tolol dan memang tidak pernah dididik dalam hal ekonomi tidak usah sok tahu deh. Kita cukup diam, biarkan orang lain kerja, lalu curi semua hasil kerja para teknokrat itu."
"Ekonomi nasional itu seperti ayam. Ayam harus kita biarkan beranak sebelum kita potong dan makan."
Pelajaran 1967 ini bahkan sudah terlupakan hari ini.
Hari ini gerombolan penjahat preman buasnya sangat belagu, sangat sok tahu, dan sangat gila serakah karena sudah hampir 30 tahun tidak berkuasa sehingga dikejar-kejar penagih utang.
Seperti binatang buas yang tidak berakal, ayamnya dimakan sebelum bertelur karena sangat lapar. Praktik korupsi pencurian ratusan triliun gila dan tanpa pikir panjang ini ialah MBG dan Kopdes.
Apa yang Similar, Seirama sekarang ? yak betul
Komoditas CPO, Coal, Nikel, Logam, mau dijadikan satu Pintu (Monopoli dan Makelar).
Jual hanya ke Satu Badan saja membuat monopoli. Apa risk yang terjadi ? Harga ditawar rendah sangat mungkin terjadi. Sulit untuk tidak suuzon.
Padahal Komoditasnya lagi naik setinggi tinggi nya.
Ada benernya..
Gue kasih salah satu contoh: Sistem Tanam Paksa.
Dulu, Belanda pernah hancur ekonominya. Efek dari Perang Jawa, Perang Paderi dan Perang Belgia.
Untuk memulihkan itu, Belanda akhirnya menginisiasi tanam paksa (cultur steelsel), sekitar tahun 1830an.
Hasilnya apa? Sistem tanam paksa mencegah Belanda bangkrut, 50% pendapatan Belanda ditopang tanam paksa.
Dan keuangan Belanda beserta koloninya langsung sehat.
Terus gue mau kutip pendapat Alec Gordon dalam artikel “How Big was Indonesia’s ‘Real’ Colonial Surplus in 1878–1941?”
Kira-kira berapa sih nilai surplus yang didapat dari Nusantara oleh Belanda dan Eropa?
Jumlahnya hampir 24 miliar gulden pada 1878–1939.
Kalau dihitung dengan dollar sekarang, itu bisa mencapai US$398 miliar, bahkan bisa mencapai sekitar US$5,2 triliun.
Gila kan? Memang Hindia Belanda itu crown jewelnya Belanda.
Sesuai dengan ilustrasi gambar di bawah ini
Source: De Amsterdammer, Weekblad voor Nederland
Digambar oleh: Johan Braakensiek.
Padahal urutan idealnya tuh gini:
1. B.J. Habibie (Real MVP. Beresin negara awur-awuran dalam waktu sekejap, padahal cuma sebentar ngejabatnya. Bayangin kalo 5-10 tahun menjabat).
2. SBY (ekonomi bagus, kebebasan ekspresi bener kerasa, konflik di Aceh berhenti).
3. Gusdur (perekat bangsa yang terpecah-pecah, bersikap akomodatif pada berbagai golongan bangsa).
4. Sukarno (ekonomi awur-awuran, tapi minimal Indonesia dihormati dunia).
5. Megawati (bikin KPK, tapi netapin DOM di Aceh)
6. Soeharto (ekonomi bagus tapi gak bebas, rezim otoriter)
7. Jokowi (ekonomi awur-awuran, banyak buzzer buat membungkam, ngomong X yang terjadi Y)
8. Prabowo (ekonomi awur-awuran, ngomong suka asbun, tone deaf, banyak buzzee yg ingin membungkam)
HOLY SHIT 😭
Dude just recovered 5 BTC (~$400K) that had been locked for 11 YEARS… using Claude AI.
He got high in college, changed the password to “lol420fuckthePOLICE!*:)” and forgot it.
Tried trillions of guesses. Paid recovery services. Nothing worked.
He then... dumped his entire old college computer into Claude.
AI found the old wallet file, spotted a bug in the recovery tool, fixed it, and extracted the keys.
Kalo pemerintah beneran kerja, itu sebenernya bisa loh.
Contohnya Mayor NYC Zohran Mamdani waktu awal menjabat nerima warisan defisit $12 miliar. Sekarang defisitnya udah berkurang jadi NOL (setelah 5 bulan menjabat) dengan cara:
1. Dapetin tambahan bantuan negara dari Albany + restrukturisasi pensiun
2. Tax the rich! Pajak baru pied-à-terre buat rumah mewah kedua ($500 juta/tahun) + penghematan operasional kota $1,77 miliar
Tanpa naikin pajak secara besar-besaran buat rakyat biasa, malah tetap bisa nambah dana buat taman, perpustakaan, perumahan publik, childcare, dll.
Jadi selama ini rakyat emang sering dikadalin ama Dajjal aja wkwk 😂
Kelompok 1: Yang Bikin Biji Plastiknya
TPIA (Chandra Asri Pacific) ini pabrik biji plastik paling gede di Indonesia. TPIA bikin biji plastik PP merek Trilene serta HDPE dan LLDPE merek Asrene
BRPT (Barito Pacific) ini perusahaan induknya TPIA.
FPNI (Lotte Chemical Titan) punya pabrik di Merak, Banten. Mereka bikin biji plastik buat kantong kresek sama kemasan. Pemiliknya Lotte Grup dari Korea Selatan.
Kelompok 2: Yang Pakai Biji Plastik Buat Bikin Barang
PBID (Panca Budi Idaman) bikin kantong kresek merek Tomat. Yang biasa kita lihat di pasar atau warung.
ASPR (Asia Pramulia) bikin botol Aqua, galon air, jerigen minyak goreng, ember cat, sama tutup botol. Pabriknya di Surabaya. Mereka yang pertama kali bikin galon air bebas zat berbahaya BPA di Indonesia.
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) bikin kantong kresek merek Diana sama plastik wrap makanan. Sahamnya lagi naik tinggi minggu ini, tapi hati-hati gampang volatile.
EPAC (Megalestari Epack) bikin pembungkus makanan sama minuman.
IPOL (Indopoly Swakarsa) bikin plastik tipis buat bungkus snack kayak Chitato atau Taro.
BRNA (Berlina) bikin botol plastik, tube buat odol Pepsodent atau kosmetik, sama tutup botol.
IGAR (Champion Pacific) khusus bikin kemasan obat-obatan kayak botol obat sirup sama tempat pil.
PDPP (Primadaya Plastisindo) bikin galon air, botol minum plastik, jerigen, sedotan, sama tutup botol. Pelanggannya Aqua, VIT, sama Indofood. Sekarang mereka lagi geser dari galon model lama ke galon yang lebih sehat.
Kabar baik untuk kalian yang giginya bolong!
Jepang telah melakukan uji klinis fase 1 pertama di dunia untuk obat regenerasi gigi alami bernama TRG-035.
Yuk kita bahas!
Seperti kita tahu, gigi pada orang dewasa itu tidak tumbuh lagi bila tanggal atau patah, beda dengan anak-anak. Obat ini bekerja dengan mengubah jalur persinyalan molekul di tubuh yang penting untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi.
Cara kerja obat ini secara sederhana akan menyebabkan aktifnya tunas gigi dorman yang biasanya tidak berkembang pada manusia dewasa dan merangsang pertumbuhan gigi baru secara alami.
Nah saat ini uji klinisnya sudah berjalan sekitar tahun 2024-2025, dengan target bisa digunakan pada 2030.
Mudah-mudahan dengan penelitian ini gigi yang sudah hilang dapat ditumbuhkan lagi secara alami, tanpa perlu implan atau gigi palsu.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
The rising potential of tooth germ-derived stem cells and the future of oral rehabilitation
CEWEK INI PUNYA GUDANG KAYU MANIS DI KERINCI
ESTIMASI OMZETNYA BIKIN MELONGO
Kelihatannya cuma foto di gudang sambil senyum. Tapi kalau kamu tau nilai komoditas yang ada di belakangnya, kamu bakal ngertii
Kerinci, Jambi bukan sembarang daerah. Ini adalah penghasil kayu manis terbesar di dunia menyumbang 43% dari total produksi kayu manis global.
Hampir semua kayu manis yang Indonesia ekspor berasal dari sini. Kandungan minyaknya tinggi, aromanya kuat, dan sudah jadi standar pasar dunia.
Ini bukan rempah murahan.
Ini komoditas ekspor kelas satu.
Dari foto, gudang terlihat berukuran sekitar 15x20 meter atau ±300 m2. Tumpukan kayu manis dalam bentuk batangan besar (gilingan/roll) terlihat mengisi sebagian besar ruangan.
Berdasarkan proporsi visual:
Estimasi stok yang terlihat di gudang: 10–30 ton kayu manis dalam berbagai bentuk (stik panjang, pendek, dan kemungkinan ada bubuk di area lain).
HITUNG OMZETNYA YUK KIRA2
Harga kayu manis kualitas ekspor dari Kerinci berkisar Rp 50.000/kg di tingkat petani.
Untuk harga jual supplier/eksportir bisa mencapai Rp 60.000–80.000/kg lokal, dan di pasar ekspor harga per kilogram kayu manis Indonesia mencapai sekitar 5,20–5,40 dolar AS per kg atau sekitar Rp 88.000–94.000/kg di kurs saat ini.
Kalau stok gudang 20 ton dan perputaran stok 2x per bulan (umum untuk supplier aktif):
- Volume penjualan per bulan: ±40 ton = 40.000 kg
- Harga jual (pasar lokal/eksportir): Rp 60.000–75.000/kg
- Omzet kotor per bulan: Rp 2,4 miliar – Rp 3 miliar
Kalau sebagian masuk jalur ekspor langsung,
omzetnya bisa lebih tinggi lagi.
Dan supplier kayu manis aktif dari Jambi rata-rata bisa menjual 100 ton lebih dalam satu bulan jadi kalau beliau sudah di level itu,
angkanya bisa 3–5x lipat dari estimasi konservatif di atas.
Estimasi omzet bulanan: Rp 2,4 miliar – Rp 7,5 miliar
Estimasi laba bersih (margin 15–25%): Rp 360 juta – Rp 1,8 miliar per bulan
PASAR KAYU MANIS INDONESIA SEBERAPA BESAR?
Kerinci adalah produsen kayu manis terbesar di dunia dengan kualitas terbaik dan kandungan minyak tertinggi, menjadi standar produk kayu manis di pasar global.
Pembelinya siapa?
Industri makanan & minuman global (Coca-Cola pakai kayu manis), farmasi, kosmetik, hingga konsumen ritel di Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Total nilai ekspor kayu manis Indonesia pernah menyentuh lebih dari 140 juta dolar AS per tahun dan terus tumbuh.
Ini bukan bisnis kecil-kecilan.
Ini komoditas geopolitik rempah.
Di tengah ramai orang berebut jadi konten kreator, endorse produk orang lain, atau jual barang impor beliau ini duduk di hulu.
Punya gudang.
Punya stok.
Langsung dari sumber terbaik di Indonesia.
Tidak perlu follower jutaan buat kaya.
Kadang yang dibutuhkan cuma satu: tahu komoditas apa yang dunia butuhkan, dan posisikan diri di sana lebih awal dari orang lain.
Share ke yang masih bingung mau bisnis apa ini contoh nyata bisnis yang diam-diam menggerakkan ekonomi Indonesia.
Saya adl seorg dosen di AS. Kemarin pas ngurus cuti melahirkan sy bilang kpd dekan & presiden kampus ttg kekhawatiran sy soal slowing down performa akademik sy krn hamil & melahirkan. Mrk meresponnya dg: