@Sipitungscbd Sampe ngotot bilang kopi Starbucks enak aja udah gue block sih cowo model gini... udah mahal, yg enak cuma sirupnya, produk boikot lagi. Menang di service aja
"Tapi kan itu hak azasi". Baca ini.. di US sana yg bahkan pernikahan sejenis legal, orang tua murid pada ngamuk kok drag queen ke lingkungan pendidikan dasar.
Tau sih ini konten, kalo kejadian beneran spill aja fotografernya. Jangan sampe ada yg hire. Ga profesional banget. Komennya pada ga waras juga lagi "salahnya pengiring lebih cantik dari manten" mau pengiringnya Scarlett Johansson juga yang fokus ke bride, pinter!!
Dukun yang Desember lalu meramal putusnya Sooyoung & Jung Kyung-ho, kini beraksi lagi. Kembali trending di Korea.
Myeongdoryeong bilang kalau kemungkinan mereka balikan sangat besar. Menurutnya, perpisahan ini mungkin bukan yang pertama, hubungan mereka pasti mengalami siklus putus nyambung.
Dukun itu bilang kalau Sooyoung menyukai cara Jung Kyung-ho memperlakukannya dengan baik, seperti kakak laki-laki, perhatian, hangat, dan secara keseluruhan baik, tetapi karena Jung Kyung-ho tidak secara aktif mengambil inisiatif untuk menikah, Sooyoung mungkin menunggu lama untuk hal itu.
Ia menyimpulkan, "Waktu terus berlalu sementara mereka hanya saling membaca pikiran, saling mencintai, mengkhawatirkan, dan peduli satu sama lain. Mereka mengakhiri hubungan karena lelah menunggu satu sama lain."
Dukun itu memprediksi, "Jika keberuntungan perpisahan di antara keduanya berbalik atau ada orang lain yang menjadi penengah mereka, mereka dapat berubah pikiran dan bahkan menikah. Belum lama sejak mereka putus, dan bahkan setelah perpisahan, perasaan kasih sayang, cinta, perhatian, dan pertimbangan masih tetap ada di antara mereka."
Myeongdoryeong menyebutkan bahwa video sebelumnya yang meramalkan putusnya hubungan mereka telah menjadi topik hangat, dengan menyatakan, "Saya berhati-hati dan khawatir dengan setiap kata yang saya ucapkan,"
Ia juga bilang, "Sebagai seorang dukun, saya adalah seseorang yang menyampaikan pesan dari roh. Mohon anggap ini sebagai sekadar berbagi informasi."
-------------------
Based on article by Ilgan Sports (Reporter Jang Juyeon)
Indonesian summary by jeongjeonginuna
https://t.co/qyGJFMRYeo
Biasanya pada komen "TikTok aplikasi kandang monyet, tapi masalahnya di fyp gue ga muncul nih konten yg kayak gini.... FYP tuh ngikut algoritma yg lu tonton. Makanya, kalo ada konten ngaco langsung not interested aja
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Siti Hafsa diduga melakukan intimidasi kepada korban dugaan pemerkosaan berinisial P (18).
Korban merupakan pekerja rumah tangga (PRT) di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. P jadi korban dugaan perkosaan yang dilakukan Candra (32) keponakan istri Irham Kalenggo, Nurlita Jaya.
Tindakan bejat pelaku dilakukan di rumah pribadi bupati Irham Kalenggo di Jl Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, pada Selasa (12/5/2026) malam.
Usai insiden, korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari.
Siti Hafsa ternyata menyusul korban.
Ia menemui P dan menawarkan agar berdamai dengan menikahi keponakan Kadis Kesehatan Konsel itu. "Dia datangi korban di polres, dia bilang, dek kenapa kamu tidak menikah saja dengan ini pelaku," ungkap kuasa hukum korban, Fadri Laulewulu kepada kendarihariini, saat dikonfirmasi, pada Senin (18/5/2026). Fadri bilang, korban menolak keras tawaran itu.
Sebab, disamping karena akan menjadi masalah baru, pelaku juga telah memiliki istri dan satu anak. "Jelas korban tidak mau," tegas Fadri.
Selain tawaran menikah, kepada korban, Siti Hafsa juga mengiming-imingi uang senilai Rp 25 juta untuk modal kuliah dan seekor sapi jika mau berdamai dengan pelaku. "Ambil mi uang peohala Rp 25 juta sebagai biaya kuliah mu. Dan ko ingat, kalau kasus ini berlanjut, namanya Bupati Konsel akan rusak, akan tercoreng," kata Fadri meniru pernyataan Kadis PPPA kepada korban.
Menurut Fadri, tindakan Kadis PPPA Konsel di luar kewenangannya. Pasalnya, lokasi kejadian berada di Kota Kendari. Ditambah lagi, kasus ini tak berkaitan dengan urusan kedinasan. "DP3 ini seharusnya melindungi dan berpihak kepada korban.
Bukan malah terkesan membela pelaku dan menyudutkan korban dengan pilihan damai.
Kadis ini sangat tidak kompeten dengan jabatannya," kesal Fadri.
Kadis PPPA Konsel, Siti Hafsa tak merespons pesan Whatsapp jurnalis kendarihariini saat dihubungi sejak Minggu (17/5/2026).
infonya ni geng preman udah nunggu dari jam 6 dan ngetap peron pake tas.
hal yang normal kah di stasiun depok berdiri di peron semaju ini?
gak sekalian aja berdiri di rel?
@massdowman Gas lah. Alergi pun tinggal minum obat. Buat makhluk yg ga keliatan, yaudah.. di kantor pun sering digangguin. Udah ga canggung lagi jadinya