INI BENAR SEKALI
ACEH belum selesai. Seminggu yg lalu tim Hanyengkuyun Sumatera-nya kami ke sana. Intinya aceh jauuuh dr selesai. Jangankan utk bekerja, utk kembali ke rumah saja mereka gk tau kapan. Hidup normal, bertetangga, bekerja, masih mimpi.
Sayangnya algoritm sosmed memilih hal lain drpd Aceh. Di bawah saya rangkum bbrp rekam kamera/kejadian dr teman² kemarin:
Interaksi dgn warga, mrk blm ada bantuan recovery untk rumah. Jd sampai skr masih byk bgt yg msh tinggal di pengungsian dg kondisi berdebu pekat, sanitasi tdk memadahi. Bahkan td ada kerbau di dalam rumah warga mati udah 2 bln blm bs di evakuasi. Sepanjang jalan tdk terlihat alat berat yg bantu untk bersihkan lumpur atau tumpukan puing dan batang pohon
Anak² masih minum air keruh. Yg bahkan sdh direbus. Air lho ini. Kebutuhan dasar 😞
Di Tamiang kota ada sorang ibu yg minta nomer tim kami minta di bantu alat² per warungan krn semuanya hanyut. Sbelumnya mereka jualan ayam geprek, lontong sayur dll. Bisa jd ini jenis bantuan yg belum trpikirkan sama sekali.
Pada Juli 2024, Arbaini/dikenal Abah Nateh, aktivis lingkungan yg sangat lantang menentang perluasan perkebunan sawit & pertambangan di Hulu Sungai Tengah Kalsel, dibunuh. Saya sempat jumpa beliau & cerita bahwa sdh biasa diancam krn aktivitas jaga hutan Meratus.
#intinyadeh viral video reporter CNN Indonesia Irine Wardani gak kuat nahan tangis pas liput Aceh Tamiang.
Nyampein ada anak2 yg blm makan, jg blg warga nitip pesan ke jurnalis utk suarakan kebutuhan mereka.
Belakangan CNN takedown video tsb dr YouTube & semua media sosialnya.
Even journalists couldn’t hold back their tears.
CNN Indonesia reporter Irine Wardani broke down while covering the Sumatra disaster, which has claimed at least 1,030 lives. Reporting live from Aceh with cameraman Urip Handoyo. 📍 Aceh Tamiang, Indonesia 🇮🇩
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jumlah korban meninggal mencapai 1.016 orang, Senin (15/12/2025), pukul 10.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, per Minggu (14/12), korban meninggal dunia di Sumatera bertambah 10 orang.
“Sementara itu, jumlah korban hilang menurun dari 217 orang menjadi 212 orang, seiring proses identifikasi dan sinkronisasi data kependudukan lintas daerah,” kata Abdul saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh di Pusat Informasi dan Media Center, di Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Minggu(14/12).
Abdul bilang operasi search and rescue (SAR) korban bencana hidrometeorologi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat, dilakukan secara terukur dan terkoordinasi.
“Operasi SAR kami sesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing kabupaten/kota,” kata dia.
Menurut Abdul, dalam kurun waktu sepekan terakhir, jumlah korban hilang berkurang 58 orang, seiring temukan sejumlah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh hasil verifikasi ulang berbasis kecamatan yang dilakukan pemerintah daerah.
“Proses identifikasi di lapangan sangat dinamis. Ada kasus khusus, misalnya jasad yang ditemukan di area pemakaman dan ternyata merupakan warga yang telah meninggal sebelum bencana. Setelah diverifikasi, data korban akan disesuaikan,” ucapnya.
| Narasi Daily
Bencana di Sumatera, Netizen Kangen Sutopo, Doni Monardo dan Yurianto
Kerinduan itu memuncak setelah ada pernyataan dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada 28 November 2025 menyebut banjir Sumatera 'terlihat mencekam di media sosial”. dan belum layak jadi bencana nasional.