Banyak orang kagum dg keberanian KH Hasan Abdullah Sahal saat berpidato di hadapan Presiden Prabowo kemarin, di BPPM Gontor saat puncak peringatan 100 tahun Gontor.
Setidaknya, menurut keyakinan saya, karena salah satu panca jiwa Gontor adalah Berdikari.
Gontor tidak pernah sekalipun bergantung pada Negara dan Pemerintah. Gontor sangat mandiri dalam bertumbuh. Dg manajemen wakaf yg sudaj teruji puluhan tahun, Gontor berkembang menjadi Pesantren yg mandiri.
Pun dalam kaitannya alumni Gontor berkiprah. Tidak pernah sekalipun Gontor menitipkan alumni/kadernya untuk diberi jabatan strategis, bahkan tidak pernah sekalipun Gontor memiliki kontrak politik dg salah satu partai politik maupun tokoh politik.
Kemandirian inilah yg kemudian membentuk keberanian Kyai Hasan Abdullah Sahal, dan juga para alumninya tentu saja.
Dengan kekuatan yg ada, Gontor tidak pernah sekalipun menjadikan massa jumlah alumni dan jaringan wali santrinya untuk digunakan sebagai kendaraan politik praktis.
Maka, saat bertemu dan duduk bersama 1 meja dg Presiden sekalipun, Gontor tidak merasa rendah diri. Gontor tetap menjaga martabatnya.
Pidato Kyai Hasan Abdullah sahal kemarin hanya 1 contoh saja. Kami, para alumninya, sudah sering mendengarkan orasi beliau yg menggebu-gebu penuh semangat. Kalau kemarin Kyai Hasan berpidato dan dianggap menegur Presiden Prabowo, itu hanya salah satu sikap beliau, yg mungkin juga bisa disebut sebagai sikap politik beliau.
Kami para santri dan alumni Gontor sudah sering mendengar pesan dan nasihat beliau, bahkan kami pun pernah dimarahi beliau, karena memang kami yg salah. Dimarahi di podium oleh beliau adalah hal yg biasa terjadi, tapi beliau hanya akan marah dan keras jika memang ada yg salah dari kami, anak-anak beliau.
Jika dalam situasi santai pun, beliau tetap.bisa bercanda.
Sehat selalu Kyai Hasan. Kami alumni Gontor masih butuh arahan dari antum.
@KAI121 min kerata api brantas tujuan blitar dari executive 1 s.d 3 kamar mandinya tidak ada air dan sangat kurang bersih. Jumat 18 sep 26 jam 18.52 wib.mohon bantuannya
Rasulullah Perintahkan Ceraikan Istrimu Jika
1. Istri ketahuan selingkuh
melanggar janji suci (Misaqan Ghalidza)
2. Tidak punya adab dan sopan santun
termasuk dosa besar (Nusyuz)
3. Tidak mampu menjaga harta dan rahasia suami.
4. Istri yang pembohong
dosa mengingkari amanah (Khianat)
5. Keluar rumah tanpa izin suami
gugurnya hak nafkah.
6. Tidak taat pada suami dan tidak menemani suami tidur.
ketidaktaatan dan melanggar hak batin seorang suami.
Nangis banget lihat video ini dan bener adanyaa 😭
Ya Allah Rabbi habli minassholihiin...
3 tahun kita jadi dunianya
4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya
13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya
19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnya
Kemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya...
Mari hadirkan jiwa raga kita untuk anak anak kita ya ayah bunda... 🥹
📽️IG: hwandjay_story
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
GUE KAGET GILA BRO!
Temen gue gaji UMR Jakarta Rp5,3 juta. Tapi rumahnya KPR, mobilnya cash, tabungannya 150jt.
Langsung gue nanya, “Bro, lo nyambi jadi anjelo apa gimana sih?!”
Dia ketawa pelan, terus jawab satu kalimat yang bikin gue diem:
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
🇮🇷 Ayatollah Ali Khamenei :
"Uang...! bukanlah tujuan hidup yang layak.
Status, Kekuasaan, dan Kedudukan Sosial terlalu sepele untuk menjadi tujuan hidup seseorang.
Tujuan hidup adalah pengabdian !
Tujuannya adalah mencapai Tuhan."
Surat Al-An’am — Saat Akal Menemukan Tuhannya
Surat Al-An'am adalah salah satu surat panjang dalam Al-Qur’an (165 ayat). Yang istimewa, surat ini turun sekaligus dalam satu malam — tidak bertahap seperti kebanyakan surat lain.
Ini menunjukkan bahwa isinya sangat penting.
---
Apa inti dari Al-An’am?
Surat ini sebenarnya mengajak manusia untuk berpikir.
Dari awal, Allah langsung mengingatkan:
> Langit, bumi, gelap, terang — semua ini ada yang menciptakan.
Artinya sederhana: ➡️ Lihat dunia di sekitarmu
➡️ Gunakan akalmu
➡️ Kamu akan sampai pada kesimpulan: ada Tuhan yang menciptakan semuanya
---
Bukan dengan paksaan, tapi dengan logika
Di dalam Al-An’am, Allah tidak memaksa manusia untuk percaya.
Sebaliknya, Allah mengajak berdialog, memberi argumen, dan membuka cara berpikir.
Contohnya ada pada kisah Nabi Ibrahim:
Ia melihat bintang → hilang → bukan Tuhan
Ia melihat bulan → hilang → bukan Tuhan
Ia melihat matahari → hilang → bukan Tuhan
Lalu ia sadar:
➡️ Yang pantas jadi Tuhan adalah yang tidak pernah hilang
➡️ Yaitu Allah, Pencipta segalanya
---
Pelajaran penting: iman dan akal
Dari kisah Ibrahim, kita belajar:
Iman bukan sekadar ikut-ikutan
Iman bukan menutup mata
Iman yang benar lahir dari akal yang jujur
Allah bahkan berfirman (Al-An’am: 75): ➡️ Ibrahim diperlihatkan tanda-tanda, agar ia yakin
Jadi dalam Islam: 👉 Akal itu dipakai
👉 Bukan dimatikan
---
Melawan cara pikir yang salah
Manusia sering hanya mencari pembenaran atas apa yang sudah ia percaya.
Tapi Al-An’am mengajarkan kebalikannya: ➡️ Cari kebenaran, walaupun harus mengubah keyakinan lama
Itulah yang dilakukan Ibrahim.
---
Aturan hidup yang sederhana tapi kuat
Di bagian akhir (ayat 151–153), ada prinsip hidup yang sangat penting:
Jangan menyekutukan Allah
Hormati orang tua
Jangan bunuh anak
Jangan berbuat keji
Jangan membunuh tanpa alasan benar
Jaga harta anak yatim
Jujur dalam timbangan
Berkata adil
Tepati janji
Intinya: ➡️ Hubungan dengan Allah benar
➡️ Hubungan dengan manusia juga benar
---
Kesimpulan besar Al-An’am
Di akhir surat, Allah memberi satu arah hidup:
> Shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah
Artinya: ➡️ Hidup punya tujuan yang jelas
➡️ Semua yang kita lakukan punya arah
➡️ Tidak kosong, tidak bingung
---
Penutup sederhana
Al-An’am mengajarkan satu hal besar:
👉 Gunakan akalmu dengan jujur
👉 Lihat dunia dengan sadar
👉 Maka kamu akan menemukan Tuhanmu
Dan ketika itu terjadi…
➡️ Hidup jadi lebih jelas
➡️ Lebih tenang
➡️ Lebih terarah
🔴Militer Paling Rumit di Dunia: Iran 🇮🇷
Mata pelajaran paling sulit di War School adalah Iran. Tahukah kamu kenapa? Tidak seorang pun—bahkan profesor-profesor saya yang merupakan mantan operator intelijen—bisa menjelaskan strategi militer Iran.
Secara militer, Iran melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan negara lain: desentralisasi kekuatan. Unit-unit yang terorganisasi dengan baik, tangguh, dan masing-masing memiliki “otak” sendiri dalam pertahanan. Kamu bisa menanamkan agen CIA dan Mossad sebanyak yang kamu mau di Iran, tapi akan selalu ada titik di mana semuanya berhenti.
Jadi izinkan saya memberi sedikit pelajaran tentang Iran. Iran itu bukan sekadar sebuah negara—tidak sepenuhnya. Lebih seperti labirin hidup, yang dirancang bukan untuk memenangkan perang seperti kekaisaran, tetapi untuk bertahan lebih lama dari mereka.
Dalam panggung besar peperangan, tempat orang seperti Napoleon Bonaparte mengejar kejayaan dan doktrin diukir dalam aula marmer yang megah, Iran memilih “kitab” yang sama sekali berbeda.
Mereka mempelajari kehancuran.
Mereka menyaksikan nasib orang seperti Saddam Hussein—tentara besar, terpusat, bangga, dan dipenggal hanya dalam hitungan minggu. Mereka melihat Libya. Mereka melihat Afghanistan. Dan di antara abu dari rezim-rezim yang runtuh itu, Iran mengajukan pertanyaan yang jauh lebih berbahaya:
“Apa yang tetap bertahan ketika kepala dipotong?”
Dan karena itu, mereka menghilangkan “kepala”.
Tidak ada satu otak tunggal. Tidak ada satu pusat saraf tunggal.
Sebaliknya, ada seribu pikiran kecil—masing-masing mampu berpikir, bertindak, dan terus berlanjut.
Islamic Revolutionary Guard Corps bukan sekadar kekuatan militer. Ia adalah sebuah filosofi yang bersenjata. Seperti hydra—makhluk berkepala banyak. Kamu tidak benar-benar mengalahkannya, kamu hanya mengganggunya.
Potong satu lengan, yang lain akan menyesuaikan diri.
Bungkam satu komandan, sepuluh lainnya akan beradaptasi tanpa seremoni, tanpa jeda.
Tidak ada pemakaman dramatis dalam rantai komando. Tidak ada kelumpuhan operasional.
Hanya keberlanjutan.
Lalu ada ilusi—yang membuat para perwira intelijen terjaga di malam hari.
Kamu bisa menembus sistem, ya. CIA pernah. Mossad tentu saja. Mereka merekrut aset, mencegat sinyal, bahkan menjangkau tempat-tempat yang dulu dianggap tak tersentuh.
Tapi Iran tidak hanya membangun untuk kerahasiaan.
Mereka membangun untuk pengkhianatan.
Setiap lapisan diawasi oleh lapisan lain. Setiap agen dicurigai bahkan sebelum membuktikan kesetiaannya. Setiap lorong bukan hanya dipenuhi pintu, tetapi juga cermin.
Kamu mengira sudah berada di dalam sistem—sampai kamu sadar bahwa sistem itu sudah mengantisipasimu jauh sebelum kamu datang.
Sekarang, tentang mereka yang mati.
Mata-mata, operator, aset—pria dan wanita yang memasuki labirin itu dengan keyakinan bahwa keahlian intelijen akan menyelamatkan mereka.
Sebagian menghilang secara diam-diam. Yang lain tidak.
Iran menjadikan contoh bagi mereka yang dituduh sebagai mata-mata—menyiarkan pengakuan, melakukan eksekusi, mengirim pesan yang tidak ditulis dengan tinta, melainkan dengan konsekuensi.
Namun inilah kebenaran yang tidak akan dipublikasikan oleh badan intelijen mana pun:
Angka sebenarnya? Biaya sebenarnya?
Terkubur.
Karena dalam dunia itu, angka bukan sekadar statistik—mereka adalah kerentanan.
Kamu lihat, kebanyakan negara bersiap untuk perang.
Iran bersiap untuk ketahanan.
Mereka tidak bertanya, “Bagaimana kita mengalahkan musuh?”
Mereka bertanya, “Bagaimana kita tetap ada ketika musuh telah kelelahan mencoba?”
Dan itu—itulah strategi yang jauh lebih menakutkan.
Karena sejarah punya kebiasaan aneh: bukan yang terkuat yang diingat, tetapi yang terakhir bertahan.
(✍🏻@kmbiamnozie)
Pemakaman Dr. Ali Larijani.
Teriakan warga:
-Labbaika ya Hussain (menyeru Al Husain cucu Rasulullah yg syahid di Karbala)
-Haihaat minaz-zillah (pantang hina, maksudnya, mereka tak akan tunduk pada opresor & akan terus melawan, biarpun taruhannya nyawa)
Kalau suatu saat kalian jadi kaya (aminin dong!), jangan lupakan 5 aturan ini.
1. Diam dulu. Silence is gold.
Misal kamu tiba-tiba dapet sekian milyar rupiah, JANGAN KASIH TAU SIAPA-SIAPA!
Jangan pamer ke sodara, ke temen, ke siapa-siapa. Ya istri tau bolehlah. Itupun pastikan dia gak ngasih tau ke siapa-siapa.
Karena the moment orang-orang tau kamu kaya, semua orang langsung mendekatimu...mau itu niatnya buruk (kebanyakan) atau sekedar berharap "ketularan" kaya.
2. Biarkan uang "BERNAFAS" dulu.
Jangan buru-buru dibeliin ini itu. Jangan buru-buru dipake invest apa-apa. Keputusan finansial terburuk bakal terjadi kalau kamu baru dapet duit, dan langsung diinvestasikan.
Diemin aja dulu beberapa minggu...Biar euforianya ilang dulu. Baru ambil keputusan mau beli apa, invest di mana. Clarity > speed
3. JANGAN LANGSUNG UBAH GAYA HIDUP.
Jangan langsung beliin rumah, mobil mewah, dan lainnya. Ini nyambung ke nomor 1. Terlalu cepat berubah gaya hidupnya, memberi sinyal kamu kaya, bakal banyak yang tidak diundang datang.
Kalau mau beramal, tersembunyi aja
4. Kalau Mau Diinvestasikan, JANGAN KE TEMAN ATAU KELUARGA. Pisahin bisnis dan kehidupan personal. Biar gak jadi jelek hubungannya. Walaupun sudah ada di atas kertas ya.
5. JANGAN MANJAIN ANAKMU
Jangan sampai anakmu tau kamu kaya. Kalau mau mewarisi kekayaan, boleh lah tapi itu urusan nanti. Yang jelas selama hidup, jangan manjain anakmu. Biarkan mereka merasa laper, kerja keras, punya etos kerja.
Kasih hidup yang layak aja. Jangan dimanja
Lihat kan berapa banyak anak orang kaya (duit halal maupun haram) pada tengil?
Laptop lo lemot dan kalo booting butuh 5 menit buat bisa dipake?
Bukan karena rusak, tapi Windows lo kebanyakan "penumpang gelap" (apps dan services yang jalan otomatis tanpa izin).
Ga perlu service. Lo bisa bersihin biar booting jadi 30 detik.
Gini caranya:
Sejarah adalah guru yang jujur.
Ia mencatat perjanjian yang ditepati dan pengkhianatan yang diulang.
Dalam Islam, perdamaian adalah tujuan mulia, namun kewaspadaan adalah perintah syariat.
Umat tidak diajarkan untuk naif dalam membaca realitas. Islam memuliakan perdamaian, tetapi tidak pernah mengajarkan kelengahan.
Al-Qur’an mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam perjanjian: وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
“Jika engkau khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (Al-Anfal: 58)
Syekh Makki Ibn Abi Thalib menjelaskan: إن خفت يا محمد، من قوم بينك وبينهم عهد (وعقد) أن يخونوك وينقضوا عهدك، ﴿فانبذ إِلَيْهِمْ على سَوَآءٍ﴾، أي: حاربهم وأعلمهم قبل إتيانك لحربهم أنك فسخت عهدهم، لِمَا كان منهم من أمارة نقض العهد، وإتيان الغدر والخيانة منهم
“Wahai Muhammad, jika engkau khawatir suatu kaum yang memiliki perjanjian dan ikatan denganmu akan berkhianat serta melanggar kesepakatan, maka batalkanlah perjanjian itu kepada mereka secara terbuka. Maksudnya, perangilah mereka, tetapi beritahukan terlebih dahulu sebelum memulai peperangan bahwa perjanjian telah engkau putuskan, karena telah tampak tanda-tanda pengkhianatan dan pelanggaran dari pihak mereka.” (Kitab Al-Hidayah Ila bulugh An-Nihayah)
Nabi Muhammad SAW juga menegaskan:
عَنِ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ: (لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Seorang mukmin tidak akan disengat dari satu lubang dua kali.” (HR Bukhari dan Muslim).
Para ulama menekankan bahwa perdamaian adalah maslahat jika membawa kekuatan dan keamanan bagi kaum Muslimin, namun menjadi kelalaian bila mengabaikan pengalaman sejarah dan tanda-tanda pengkhianatan.
Maka, setiap langkah diplomasi harus ditimbang dengan ilmu, kekuatan, dan kewaspadaan. Perdamaian bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi jaminan keadilan dan keamanan yang nyata.
Umat ini diperintahkan untuk mencintai damai, namun juga diperintahkan untuk cerdas dalam membaca realitas.
Sc: dawuh.terasgubuk
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.