Dengan history seringnya kecelakaan di tol Cipularang KM90, apakah ada unsur supranatural disana?
Sebelum cocokologi dengan hal gaib, mungkin data ini sedikit-banyak bisa membantu mencari penyebab kenapa sering terjadi kecelakaan disana alias semua bisa dijelaskan secara ilmiah
@LailaWijayaaa@WidasSatyo Tadi dari bnpb sudah tiba bawa barang bantuan berupa tenda darurat, tempat tidur buat pengungsi. Semua bantuan di salurkan via udara ke kupang lalu dilanjutkan dengan kapal laut via larantuka dan maumere
Bahaya? Angin masih within limitation si pesawat dan crew, cuman yah, karena mishandling entah kenapa (bisa aja karena apes kecele angin), maka crew memutuskan untuk go-around.
Go-around dari bounced landing yang patah (contohnya kasus ini) adalah normal procedure.
Benarkah 737 Max sudah aman? Perubahan apa saja di 737 Max yang membolehkannya terbang?
Dalam post mengenang 5 tahunnya kejadian 737 Max-8 Lion Air JT610 PK-LQP, ternyata masih banyak yang masih merasa takut naik 737 Max.
Kalau masalah trauma, wajar, dan untuk banyak orang yang bukan korban atau yang tidak kenal korban kejadian, bisa dibilang hanya butuh waktu saja.
Namun kalau cuman sekedar takut hanya karena itu Max dan tidak tahu apa yang terjadi setelah hasil investigasi kejadian, mungkin butuh diberi tahu perbedaan Max dulu dan Max sekarang.
Sebelum di grounded:
- Sistem MCAS bisa aktif dengan mengambil hanya 1 sumber sensor AOA (Angle Of Attack), sehingga jika ada 1 sensor AOA yang rusak, MCAS bisa aktif tanpa semestinya.
- Sistem MCAS bisa aktif berkali-kali asal ke-trigger oleh sensor AOA.
- Besar gerakan stabilizer trim pesawat tidak dibatasi, sehingga pilot bisa kesulitan mengendalikan pesawat ketika MCAS teraktivasi.
- Jika di override, dengan mengaktifkan trim switch, sistem MCAS bisa aktif kembali setelah trim switch dilepas.
Setelah dimodifikasi:
- Sistem MCAS hanya bisa aktif jika ke-trigger oleh 2 sumber sensor AOA (agar jika ada 1 sensor AOA rusak maka tidak akan mengaktifkan MCAS).
- Kedua Flight Control Computer saling memeriksa integritas data sensor satu sama lain, dan jika ditemukan anomali, maka MCAS akan di disable.
- Sistem MCAS hanya bisa aktif 1x dalam setiap kejadian AOA tinggi. Untuk bisa aktif kembali, pesawat harus kembali ke kondisi AOA normal dulu.
- Besarnya pergerakan stabilizer trim dibatasi setiap ada aktivasi MCAS. Hal ini agar pilot tetap bisa mengendalikan pesawat jika terjadi MCAS activation.
Hal yang tidak butuh diubah dan memang tidak diubah:
- Bisa dimatikan dengan mematikan alur listrik ke electric trim (ada switchnya)
- Bisa dimatikan dengan flaps dalam posisi bukan di 0/NOL/UP (alias flap 1 atau lebih besar).
Dengan modifikasi ini, maka kejadian PK-LQP dan juga yang kejadian di Ethiopian Airlines, tidak akan terulang kembali. Jadi sistem MCAS 737Max sekarang sudah aman.
Beberapa pejabat Boeing dalam diskusinya dengan saya bertanya (lebih dari 1x) pasca kembalinya 737Max beroperasi di dunia, "Apa yang bisa membuat orang Indonesia percaya dengan Max lagi?" Ini jawabannya tidak mudah.
Pertama adalah informasi-informasi mengenai perubahan (contoh seperti post ini).
Kedua, Boeing harus memperlihatkan bahwa 737Max sudah terbang kembali di seluruh dunia dan tidak ada lagi masalah MCAS yang timbul, dan kalau bisa ada comparative statistics dengan pesawat Boeing yang paling aman selama ini, Boeing 737NG family (-600/700/800/900/900ER).
Ketiga adalah WAKTU... ini yang diluar kendali Boeing dan maskapai yang mengoperasikannya. Masyarakat Indonesia butuh waktu untuk melewati atau melupai trauma akan kejadian yang mengerikan tersebut.
Saya rasa 5 tahun sudah cukup. 737Max sekarang sudah setahun lebih terbang kembali di dunia, apa butuh 5 tahun lagi setelah 737Max agar kita bisa "move on" dari kejadian tersebut? Sebentar lagi ada 1 operator Max lagi lho di Indonesia... (Hayo tebak siapa!)
Kalau buat saya sendiri, sebelum 5 tahun sejak kejadian PK-LQP, saya mungkin minta ganti flight kalau pesawat yang akan saya naikin adalah sebuah 737Max. Mulai hari ini, mungkin saya tetap akan terbang jika pesawat yang saya akan naiki adalah sebuah 737Max, namun untuk beberapa kali pertama, saya mungkin akan tetap kepikiran dan cemas selama penerbangan. Tapi setelah itu, mungkin saya sudah gak khawatir lagi.
Saya tahu, meskipun perubahan yang dilakukan terhadap sistem MCAS yang diminta oleh FAA dan EASA membuatnya aman, dimana sisi logis dan rasional saya mengetahui itu, sisi irasional saya akan tetap membuat saya khawatir untuk naik pesawat 737Max, paling tidak untuk beberapa kali pertama.
Ya saya tahu... ngomong itu mudah... tapi memang fear is irrational, and we must conquer our fears.
Ternyata sudah 5 tahun. Semoga mereka tenang disana. π
Kesalahan2 terjadi, dan semua belajar dari tragedi ini. Baik pabrik, regulator si pabrik, dan maskapai.
Perombakan yang diminta telah dilakukan oleh pabrik., agar tragedi mereka tidak sia-sia.
Lest we forget! πππ
Sering terjadi saat flightβ ex base/ron di pagi hari..flight pertama delay karena waiting pax? Selamat menikmati delay untuk rotasi flight selanjutnya π€π€
Lebih jahat lagi, datanglah mepet dengan checked in baggage. Lalu Anda no show.
Auto bongkar kompartemen.
Pax no show dengan bagasi adalah salah satu penyebab delay.
π«°