“Mimpi Kali” dari ucapan sang ayah hingga Emil Audero membela Indonesia 🇮🇩
Dulu, ketika rumor Emil Audero akan membela Indonesia mulai ramai, sang ayah, Edy Mulyadi, meresponnya dengan kalimat “Mimpi kali.” Saat itu, target Emil mengejar panggung tertinggi bersama Italia dan mewujudkan mimpi bermain di Piala Dunia.
Lahir di Mataram NTB dari ayah Indonesia dan ibu Italia, Emil tumbuh dalam sistem sepak bola Italia. Bakatnya membawanya menembus akademi raksasa Italia, Juventus. Dari tim muda Juventus emil terus berkembang hingga akhirnya dikenal luas bersama Sampdoria.
Saat banyak pemain seusianya masih mencari menit bermain, Emil sudah mengumpulkan ratusan penampilan profesional hingga masuk radar klub-klub besar Italia. Namun sepak bola selalu penuh tikungan cerita, Mimpi membela Italia senior tak kunjung terwujud. Sementara Timnas Indonesia mulai berubah.
Tahun 2025 menjadi titik balik saat Emil Audero resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Keputusan yang beberapa tahun sebelumnya dianggap mustahil itu terjadi. Debutnya bersama Indonesia berlangsung manis, Emil membantu Garuda meraih kemenangan atas China dan mencatat clean sheet pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Musim 2025/26, Emil juga terus menunjukkan kualitasnya di Serie A bersama Cremonese. Ia menjadi kiper dengan rasio save terbanyak di Serie A. Ironisnya, kalimat “Mimpi kali” yang dulu dipakai untuk menepis kemungkinan Emil membela Indonesia, kini justru menjadi simbol perjalanan kariernya.
Karena pada akhirnya, yang dianggap mustahil berubah menjadi kenyataan. Dari Mataram ke Juventus, dari Sampdoria ke Serie A, dari tim muda Italia ke Timnas Indonesia. Perjalanan Emil Audero membuktikan satu hal bahwa Sepak bola selalu punya cara sendiri untuk menulis akhir cerita.
“Mimpi kali ye.” Ternyata bukan mimpi. 🇮🇩⚽
Juventus mengawali era pramusim di bawah Luciano Spalletti dengan hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas FC Basel di St. Jakob-Park. Meski gagal mencetak gol, laga ini menjadi ajang untuk menguji taktik, kebugaran pemain, dan sejumlah wajah baru dalam skuad Bianconeri.
Juventus tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan membongkar pertahanan rapat Basel. Lini belakang tampil cukup solid dan berhasil menjaga clean sheet pertama di pramusim.
Kreativitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi pekerjaan rumah. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir belum maksimal.
Luciano Spalletti juga melakukan rotasi untuk melihat kondisi para pemain dan memberi menit bermain kepada sejumlah pemain muda.
Poin Positif
✅ Organisasi pertahanan cukup rapi.
✅ Clean sheet di laga perdana pramusim.
✅ Adaptasi awal terhadap sistem Spalletti mulai terlihat.
Catatan yang Perlu Dibenahi
❌ Penyelesaian akhir masih tumpul.
❌ Tempo serangan belum konsisten.
❌ Koneksi antar lini depan masih perlu ditingkatkan sebelum menghadapi lawan yang lebih kuat di tur pramusim berikutnya.
🚨 Gianni Infantino berpeluang kembali memimpin FIFA hingga 2031.
Menurut laporan @RMCsport , Infantino saat ini telah mengantongi lebih dari 200 surat dukungan dari asosiasi anggota FIFA dan hingga kini belum memiliki penantang untuk pemilihan Presiden FIFA 2027.
Jika terpilih lagi, ia dipastikan akan memasuki periode keempat sebagai Presiden FIFA.
Siapa Gianni Infantino sebelum jadi presiden FIFA? 🧵
🇫🇷🆚🇲🇦 PARTAI ULANGAN!
Empat tahun berlalu, tapi memorinya masih membekas hingga saat ini. Semifinal Piala Dunia 2022 menjadi panggung saat Prancis menghentikan mimpi bersejarah Maroko di semi final dengan kemenangan 2-0. Kini, di Piala Dunia 2026, keduanya kembali dipertemukan kali ini di babak perempat final.
Bagi Prancis, ini kesempatan membuktikan dominasi kedigdayaan Timnas mereka dalam 2 edisi terakhir Piala Dunia. Bagi Maroko, ini bukan sekadar laga namun ini adalah momen untuk membalas luka dan menulis sejarah baru.
Pada edisi 2022, Maroko tampil sebagai kejutan terbesar turnamen. Mereka menyingkirkan Spanyol dan Portugal, menjadi negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia. Meski akhirnya takluk dari Prancis, perjuangan Atlas Lions mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika.
Kini ceritanya berbeda. Maroko datang dengan skuad yang semakin matang, sementara Prancis tetap menjadi salah satu favorit juara dengan kedalaman pemain yang luar biasa. Tak ada lagi faktor kejutan yang ada hanyalah pertarungan dua tim yang sama-sama percaya mereka pantas melangkah ke semifinal.
Bisakah Les Bleus kembali berjaya, atau Atlas Lions akhirnya menuntaskan dendam yang tertunda? #FIFAWorldCup #FRAMAR
Ronaldo masih bisa bawa Portugal juara Piala Dunia 2026 gak ya? Di umur segini, mentalnya masih juara banget. Tapi fisiknya...
Kalian tim mana? CR7 sampai akhir atau sudah waktunya generasi baru?
@idextratime Portugal x Spanyol sama Brazil x Norway sih dari kedua sisi bracket yang terlihat sangat menarik. Kalo kemungkinan tim yang bakal lolos kayanya Prancis, Maroko, Portugal, Belgia, Norway, England, Argentina, Kolombia
@JCIndonesia sayang banget tapi in this economy penjualan pemain dari Juve Next Gen cukup membantu keuangan Juve sendiri, semoga suatu hari bisa balik ke rumah
@mulaidarisini26 maaf banget kalo dari gw cuma bisa kasih nilai 6 buat sam smith, lebih baik juve cari kiper lain dan jual beliau saja buat nambah modal belanja 🙏
RESMI! 💙
Sandy Walsh resmi bergabung dengan Persib Bandung.
Pengalaman di Eropa, Jepang, Thailand hingga level internasional bersama Timnas Indonesia kini siap dibawa untuk memperkuat lini belakang Maung Bandung.
Wilujeng sumping, Sandy!