Pemerintah terlalu sibuk merapikan citra dan menyusun narasi keberhasilan hingga rakyat kecil makin terseok menahan beban hidup harian.
Ibu Ani Pina (56) menjadi salah satu yang menjadi potret nyata. Setiap hari beliau bekerja sebagai tukang cuci piring di rumah warga di wilayah Rappokalling, Makassar, dengan upah yang sekadar cukup untuk bertahan.
Di balik angka-angka pertumbuhan dan pidato optimistis, ada tangan-tangan renta yang tetap harus merendam diri di air sabun demi menyambung hari.
Semoga kebijakan publik tak lagi berhenti di atas kertas dan benar-benar menyentuh dapur orang-orang seperti Ibu Ani.
Another bad news,
Investment Bank terkemuka dunia, Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight, menyusul pembekuan indeks oleh MSCI.
@TurnkeyChicago @perfectlypix Here in Jakarta, indeed there's cashless vending machine. But, it doesn't work well because it has bad cellular signal / putting the wrong SIM Card. Payments never went through π
Jika diartikan secara sederhana, pasal 33 ayat (1) dan (4) UUD 1945Β adalah perekonomian negara berlandaskan asas kekeluargaan dan perekonomian nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi.
Kalau Ekonomi Pancasila mau diganti, ubah dulu pasal 33 ayat (1) dan (4). Gitu ga sih?