Aku buat grup telegram khusus buat yg lagi skripsian, biar bisa saling kasih semangat, tempat diskusi dan tanya2, biar makin semangat buat tuntasin skripsi yg tinggal beberapa SKS itu, gass join dan sebarkan yaa!
https://t.co/FPFMbZtlLY
di timeline liat konten bule yg ninggalin kerjaan kantornya buat kerja di pinggir laut karena suka surfing, ada yg busking main musik, ada yg ngelukis..
gue sedih karena.... wni ga pernah dapet kesempatan buat eksplor potensialnya karena sibuk bertahan hidup tiap hari 😭
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Bekasi Lagi Bekasi Lagi
Jadi bapak ini, secara tiba-tiba meremas bagian tubuh 2 wanita saat mutar balik motor.
Karna gk terima diperlakukan seperti itu, mereka langsung mengejarnya dan berusaha untuk menangkapnya.
Sedihnya, saat kejadian mereka sudah minta tolong kepada warga. Tapi warga sekitar minim empati dan bilang "Udah neng dia mah udah biasa kek gitu". Menurut warga, pelaku juga ada gangguan jiwa
Karna sudah tau pelaku sering berprilaku seperti ini, harusnya ada tindakan dari RT setempat atau dinas sosial. Karna bisa aja ada korban" berikutnya 😞
Gue suka banget sama statement ini nih:
Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali.
Lanjut...
Gue punya tetangga yang bikin gue mikir lama.
Lulusan S2 Teknik UI.
Pernah kerja 5 tahun di salah satu power plant terbesar di Asia Tenggara.
Perempuan yang dari luar keliatan punya segalanya pendidikan, karir, penghasilan.
Terus dia resign.
Bukan karena dipecat.
Bukan karena nggak mampu.
Tapi karena suaminya harus pindah-pindah kota karena kerjaan, dan mereka udah LDR 2 tahun.
Dia yang milih ikut.
Waktu dia cerita ini ke gue, gue nggak langsung ngerti kenapa.
"Lo nggak sayang karir lo?" gue tanya.
Dia senyum.
Sayang Banget sih
Tapi ada yang lebih gue sayangin yaitu anak gw
Dan ternyata keputusan itu nggak semudah kelihatannya.
Masa transisi dari perempuan yang tiap hari rapat, ngitung data, dan punya kontribusi yang keliatan nyata ke perempuan yang tiap hari di rumah, ngurusin anak, dan nggak punya penghasilan sendiri itu berat banget.
Dia cerita ke gue soal itu dengan jujur.
Kehilangan teman-teman kerja.
Kehilangan ruang diskusi yang dulu bikin otaknya terus jalan.
Kehilangan kebebasan finansial yang selama ini bikin dia ngerasa punya kendali atas hidupnya sendiri.
Dan yang paling nyesek komentar orang-orang sekitar yang nggak diminta tapi terus dateng.
Sayang banget S2-nya.
Kok mau sih jadi IRT doang?
Buang-buang pendidikan.
Tapi kemudian sesuatu berubah.
Dia nemuin hal-hal baru yang ternyata dia suka dunia literasi, ecoprinting, komunitas-komunitas yang nggak pernah dia sempet eksplor waktu sibuk kerja.
Dia baca lebih banyak buku.
Dia punya waktu buat beneran mikirin cara mendidik anaknya bukan sekadar nitip ke orang lain.
Dan dari rumah, dia masih bisa freelance bantu project penelitian dan keperluan akademik.
Yang bikin gue respek bukan keputusannya karena itu hak dia sepenuhnya.
Yang bikin gue respek adalah cara dia ngejalaninnya.
Dia nggak berhenti tumbuh cuma karena berhenti kerja kantoran.
Dia buktiin bahwa perempuan berpendidikan tinggi yang milih jadi ibu rumah tangga bukan berarti menyia-nyiakan pendidikannya justru dia pakai semua ilmunya buat hal yang menurut dia paling penting.
Sekarang dia mulai belajar affilate di tiktok dan shoppe
malah akun tiktok dia udah capai 50 rb followers
dan mulai ada endoresan masuk
Dan ini yang gue pikir sering salah kaprah di Indonesia
Kita terlalu sering ngukur nilai seorang perempuan dari jabatannya, gajinya, atau seberapa sibuk dia keliatan dari luar.
Padahal ibu yang cerdas, yang terus belajar, yang bisa jadi teman diskusi buat suami dan guru pertama buat anaknya itu kontribusi yang dampaknya jauh lebih panjang dari apapun yang bisa dilihat di CV.
Balik ke pertanyaan awal kalau lo udah punya karir impian terus calon suami minta jadi IRT penuh?
Jawabannya nggak hitam putih.
Yang penting bukan pilihan mana yang lo ambil.
Tapi apakah pilihan itu beneran lo yang mutusin bukan karena dipaksa, bukan karena takut, tapi karena lo sendiri yakin itu yang terbaik buat hidup lo.
Karena pada akhirnya, yang harus nanggung konsekuensinya lo sendiri.
Siamese cat itu aslinya walking heat maps karena mereka adalah albino yang sensitif terhadap suhu, jadinya bagian tubuh yang lebih dingin menjadi lebih gelap dan bagian yang lebih hangat menjadi lebih terang karena enzim tirosinase, yang sensitif terhadap panas..
Anak gadis dijaga kehormatannya, anak bujang dijaga pikirannya. Kita sering terlalu ketat menjaga anak perempuan, tp terlalu longgar mendidik anak laki-laki. Jgn hanya mengajarkan perempuan utk menjaga diri tp ajarkan juga laki-laki utk menjaga cara berpikir & memandang perempuan
Alasan orang sekarang males nikah:
• Harga kebutuhan naik terus, gaji segitu-segitu aja
• Harga rumah udah ga masuk akal
• Nyari kerja makin susah
• Gaji masih UMR
• Standar TikTok
• Presiden-nya masih Prabowo
Ada lagi yang mau nambahin? 🤔
Kenapa ya para pemimpin negri ini tdk cerdas? Kalo BBM mahal, solusinya bkn WFH, tp kembangin angkutan umum, potong anggaran MBG 1 minggu saja lalu untuk beli bus listrik yg dpt dibagikan ke semua Provinsi n Kabupaten/Kota agar masyarakat tetap produktif dg gunakan angkutan umum
Jujur suka seneng sekaligus sedih tiap denger berita inovasi this and penemuan that oleh pelajar/mahasiswa/peneliti.
Soalnya ga ada yang scale this innovation ke panggung yang lebih masif.
Banyakan jadi konsumsi sekitar, terus capek, terus udah gt aja.
GUYS! Olahraga loh cuma ~150 menit/mgg.
Klo sibuk, tp pengen olahraga + ngurang body fat, beli dumbbell sepasang, main di rumah, lalu jalan kaki cepet 30 menit aja deh.
Atau HIIT sekalian 10–15 menit udah cukup.
Simpel loh, aslian dah. Bisa kan?
Masa 15 menit doang ga bisa? 😭
temen yang beneran “TEMEN” tuh bukan yg ngedukung semua yg lo lakuin tapi juga yg bisa NEGUR kalo emg kelakuan lo tuh salah. temen yg nerima2 aja habit jelek lo = theyre not supporting your growth, they dont really care about u or just waiting for ur downfall
✨DIY SERAP AIR VERSI LOW BUDGET DAN LEBIH NAMPOL HEHEHEHE✨
jadii aku pake thinwall begini ya guis, ukuran kecil dan besar, bisa disesuaikan juga. nah yang kecil bagian bawah dan tutupnya aku bolongin pake garpu dipanasin (lebih cepet pake solder), nah lanjutnya
List dosa-dosa @snpmb_id pada seleksi masuk PTN 2026
1. Baru rilis kuota/daya tampung setelah pendaftraan SNBP ditutup
2. Sistem pendaftaran SNBT diubah (tidak bisa memilih pusat UTBK) --> menyalahi penjelasan yg dibuat sendiri
Next apa lagi?
⚠️ KONTEN EDUKASI
LPG tersusun dari molekul hidrokarbon non polar seperti propana dan butana, yang dapat membentuk campuran eksplosif dengan udara pada konsentrasi serendah 2% hingga 10%. Sedangkan air merupakan molekul polar dengan massa jenis dan densitas yang lebih berat dari LPG cair.
Sehingga jika air disiram ke api LPG, maka air akan tenggelam dan LPG cair akan mengapung ke permukaan, seperti minyak dan air.
Ketika air mengenai LPG yang terbakar, panas apinya akan membuat air menjadi mendidih, menguap dan mengembang dengan cepat, lalu akan menyebarkan LPG cair, sehingga api justru akan semakin meluas dan membesar, seperti tampak di video.
Solusinya, jika tidak tersedia APAR untuk kebakaran kelas B, maka kita bisa gunakan ember, selimut basah atau handuk basah untuk menutup rapat apinya agar tidak ada udara masuk, sehingga pasokan oksigen ke sumber api bisa terputus dan api bisa cepat padam.
Walau air bisa memadamkan api, namun saat terjadi kebakaran kita harus identifikasi dulu penyebab kebakaran, agar kita bisa memadamkannya dengan cara yang efektif dan aman, bukan dengan cara seperti di video ini.
📸bangun_wawasan
Gua Kaget Ternyata Silaturahmi Bisa Bermanfaat untuk Kesehatan Karena Baca Jurnal Ini
Silaturahmi itu sering dianggap cuma urusan budaya, tradisi, atau sopan santun. Padahal, dari sudut pandang kesehatan, hubungan sosial yang baik ternyata juga berasosiasi dengan tubuh dan otak yang lebih sehat.
Beberapa studi besar menunjukkan hal yang menarik. Meta-analisis pada orang usia paruh baya dan lanjut usia menemukan bahwa partisipasi sosial formal berasosiasi dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah. Terdapat risiko penurunan kognitif sekitar 22% lebih rendah pada mereka yang aktif berpartisipasi secara sosial.
Lalu, hubungan sosial yang buruk juga dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi. Meta-analisis lain melaporkan bahwa interaksi sosial yang tidak baik berasosiasi dengan peningkatan risiko stroke sekitar 30%.
Menariknya lagi, systematic review terbaru juga menunjukkan bahwa partisipasi sosial berasosiasi dengan profil risiko kardiovaskular yang lebih baik, termasuk kaitan dengan risiko hipertensi dan diabetes yang lebih rendah pada beberapa studi. Artinya, silaturahmi tidak sekadar bikin hati hangat, tapi mungkin juga ikut terkait dengan jantung dan pembuluh darah yang lebih sehat.
Jadi, silaturahmi saat lebaran atau di momen lain tidak hanya sekedar cuma soal “menjaga hubungan,” tapi bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat yang sering diremehkan.
Ingat bukan berarti silaturahmi menggantikan olahraga, makan sehat, tidur cukup, atau kontrol ke dokter ya! Tapi kesehatan juga bisa didukung juga oleh kualitas hubungan kita dengan orang lain.
Kesimpulannya: hubungan sosial yang baik berasosiasi dengan fungsi kognitif yang lebih baik, risiko stroke yang lebih rendah, dan faktor risiko kardiovaskular yang lebih sehat.
Ngomongin IGD, kemarin sehabis ikut masak opor gratis buat dibagikan, mama saya tiba² kesakitan luar biasa, ngeluh perut & pinggangnya serasa ditusuk² sampai ngga bisa berdiri.
Saya terus antar mama ke IGD Sardjito karena ngga kuat -
Yg bikin saya kaget, ternyata IGD ruameee pas malam Takbiran. Saya kira cuma 1 2 3 pasien disitu, ternyata numpuk, keluhan & kondisinya macam². Eh, Ternyata orang sakit, lebih² kejadian luar biasa, ngga kenal hari libur 🫠
...
saya ngira mama ngga langsung ditangani, tp petugas medis & kru disitu sudah pada siaga, begitu masuk, kami dilayani dengan baik, hingga 3 jam kemudian mama sudah membaik & bisa pulang 🙏
...
Saya salut, ditengah ramainya suasana orang² menyambut Hari Raya atau sekedar ikut menikmati cuti bersama, ternyata masih banyak temen² diluar sana yg tetep bekerja secara profesional ⚘️
Salam hormat mimin buat kalian semuaa... entah yg memang sedang menikmati masa libur atau tetep masuk, profesionalisme temen² semua, layak untuk diapresiasi 🙏
GAMAU NYESEK LAGI KALO KE JOGJA NANTI, TEMPAT YANG HARUS DIDATENGIN PERTAMA KALI ADALAH TOKO INI😭😭🙏🏻
Turun dari stasiun lempuyangan tinggal lurus jalan kaki udah bisa nemu store batik yang iconic stylenya anak muda banget 10/10✨🥹🫶🏻