Twitter please do your magic! Seorang content creator yang mengaku sebagai single parent dgn konten yg disgusting yaitu romantisasi incest (for clout). Ditambah anak tersebut masih minor. Sick!
Agak sedikit oot, tapi ini salah satu temannya. Kenapa ya di Indonesia jokes Ableism ini masih banyak dilakukan? Padahal gak lucu lho mocking penyandang disabilitas. Apalagi what’s so called influencer yang punya platform dan pengaruh yang besar.
Help! Bantu report! Akun affiliate tiktok gaada otak menyebarkan video hoax alm. Vidi aldiano cuma demi viewers padahal hasil nyomot dari video orang. Sumpah gaada empati banget nama akun tiktoknya @disya901
@widiguruh@Tiosfer_TOP@jokoanwar Valid valid aja ah orang mau ngomonginfilm apapun, contohnya ini di letterboxd yg notabene platform organik review-nya bagus bagus
Selalu ada orang yg crab mentality kayak gini, lontarin bola api opini yang gak jelas sumbernya, pas gue cek n ricek gaada satupun pernyataan Mbak Dini yg enabling kelakuan Arawinda. Mending riset dulu deh wkwk jatuhnya fitnah
@timoxuichalemei Lagian sendernya juga mendiskreditkan lingkup tema film Indonesia yang katanya cuma berkutat di adaptasi AU dan wattpad, make sense aja kalo dikasih daftar film film bagus yang bukan dari wattpad
@i_am_semesta@bicaraboxoffice Promo seperti apa yang dimaksud? Sebelum galprem mereka udh ngadain closed screening buat kritikus, abis galprem ada rangkaian screening ke beberapa kota.. kalo liat di ig-nya pun itu storynya sampe titik², kalo dikata gak promosi sih salah juga, jadi promosi apa yg diharepin?
Duh geli banget pemimpin narsistik, influence culture di pemimpin ini gila bgt sih ngelahirin pendukung militan, nganggep yg penting kerja walaupun gk menyelesaikan akar masalah, yg kritik dibilang teori omon-omon. Dah lah matinya kepakaran, Mul jawa, Gemoy n Mul Sunda sama semua
Dari deskripsi ini aja udah bertolak belakang banget sih sama teori Diana komplotannya jefri. Pas adegan Diana ngasih tau Kristo kalo Edwin nyari keponakannya di sekolah itu aja udah nunjukin kalo dia pure, baik hati. Dan kalo emang Diana komplotan, ini bisa jadi plot hole
Hana Pitrashata Malasan sebagai Diana (Valdiana Rahardjo)
Melihat penampilan Hana di beberapa film dengan sangat mengesankan membuat saya sangat ingin bekerja sama dengannya sejak lama. Talentanya yang luar biasa, screen presence-nya yang sangat powerful, serta ketekunannya mendalami peran adalah salah satu blessing terbesar untuk film Pengepungan di Bukit Duri.
Lahir 28 Juni 1991, Hana adalah aktris dan model Indonesia yang memulai kariernya sebagai finalis GADIS Sampul 2006. Hana sebelumnya telah memerankan beberapa peran yang jauh berbeda termasuk di Night Bus (2017), Cinta Bete (2021), Ben dan Jody (2022), serta The Shadow Strays (2024)
Di Pengepungan di Bukit Duri ia memerankan Diana, guru bimbingan konseling di SMA Duri, yang menyimpan luka masa lalu namun memilih untuk menyembuhkan orang lain. Karakter Diana dibentuk dari trauma keluarga yang berat. Pengalaman hidup ini membuat Diana tumbuh menjadi seseorang yang nurturing dan empatik.
Sangat menarik cara Diana menavigasi dirinya sehingga aman di sebuah sekolah yang dipenuhi ketegangan dengan cara terlihat harmless. Karakter Diana sangat penting karena mewakili nurani dan logika paling jernih.
Hana tampil kuat namun rapuh, cerdas namun menyentuh. Peran ini menuntut kedalaman emosi yang luar biasa dan Hana membawakannya dengan elegan.
Instagram: https://t.co/RDeiZyobNT