Dulu waktu aku di fase ini, temenku selalu ngajak keluar rumah tapi aku ga mau ninggalin kamarku. Sampai akhirnya dia dateng ke kamarku dan aku tinggal mandi, kamar aku dibersihin sama dia. Kayaknya hampir dia ke kamar aku, dia selalu kayak gitu. Ngumpulin buku yang berserakan, ambilin barang yang jatoh, sampe hal yang aku inget tiap dia beresin kamar aku, dia selalu bilang: “setiap bersihin kamar lu, gue selalu ketemu uang. hari ini ini uangnya kekumpul sekian ya te” wkwkwkwkwk
Gara gara dia aku bersyukur sih… banget malah. Mungkin dia ga bisa kasih semangat untuk dalam diriku, tapi dia bisa nyadarin aku kalau disekitarku masih ada yang mau nemenin. Aku selalu inget sm org org yang kayak gini!
Untuk siapapun yang lagi ada difase ini, saranku dirasain aja tapi inget yaaa setiap ada kesempatan buka jendela dan lihat langit walaupun cuma sedetik. Kalau dibutuhkan segera untuk bangkit, langsung cari pertolongan profesional yaa🤍🌷
sifat kaya gini tuh udah keliatan dari pacaran sebenernya.
ga usah sama pasangan, gue sama temen pun kalo udah kerasa ga balance secara inisiatif, effort, manner, ga segan langsung jaga jarak. sempet mikir kayanya gue terlalu transaksional... but
nah ini menarik
"ini risiko KAP"
boleh gak gue bilang
"ini risiko kerja di KAP"
secara regulasi, cuti karyawan itu harusnya tidak boleh dihalangi perusahaan tapi apakah karyawan bisa memastikan pekerjaan selesai sebelum tenggat waktu sebelum dia cuti?
kalau tidak, perusahaan bisa memberikan penilaian kinerja yang rendah dari rata2, karena dianggap tidak sesuai target
cuti minta approval itu emang secara regulasi gak perlu ada karena itu hak normatif karyawan, masalahnya ada komitmen kepada klien dan regulasi, karyawan minta cuti pada saat peak season dihalangi karena bos skill issue, yakin karena skill issue?
bukan berarti kerja di KAP waktu busy season gak boleh cuti sama sekali, sick leave? sick leave opname? keluarga meninggal? pasti tetap dikasih cuti
tapi cuti karena mau healing, liburan keluarga, ya sori banget kalau gak diapprove, kalo mau maksa ya bisa aja kabur aja gak usah dateng, cuti aja bisa kok, tapi menurut gue wajar banget akan berdampak ke performance evalution
lagian kan sama aja gak sih kaya karyawan minimarket/spbu yang tetep kerja di tanggal merah, dokter/nakes yang jaga di RS (termasuk apoteker dan admin RS), auditor juga sama, shareholders nungguin opini audit kita, terus mau kita postpone aja rilis laporan keuangannya demi bisa healing dan ketemu sama keluarga? it's part of the job guys, gak bisa semua pekerjaan kantoran tuh disamain
ini terutama buat orang2 yang mention gue kemaren ya pake acara maki2 segala, paham gak sih nature kerja di KAP tuh?
menurut kalian gimana?
Ayo kunjungi halaman ShopeeFood dan dapatkan kesempatan memenangkan Grand Prize Mobil dan Hadiah Menarik Lainnya! Bantu temanmu dengan KLIK tautan ini: https://t.co/6i2MSS0rW2
This is another reasons I ga sanggup punya anak perempuan
I can't protect her from in law like this
But if I had a son, I can teach him to love his wife unconditionally
I would love my in law like my daughter instead
Semua anggota timku di kantor (9 orang yg direct supervision), adalah Gen Z. Indirect supervision lebih banyak, karena > 60% staf di kantor under 30.
Aku bisa bilang, managing Gen Z itu lebih susah dibanding managing (up & down ya) millennial & boomers.
Mau tau aku belajar apa?