The Economist tumben banget dari kemaren memasak soal Indonesia terus. Dari awal jd jurnalis suka bgt sama media ini, karena kebijakan redaksinya cukup unik & sangaaat kritis.
Ciri khasnya, kebanyakan artikel di The Economist gak nyantumin nama penulis (biar tulisan diwakili institusi), mereka jg konsisten dukung free trade (pasar bebas), kebebasan individu & pemerintahan yg ramping.
Bagus lah kalo Indo disenggol terus sama nih media buat digampar soal kebijakan Prabowo ttg stabilitas keuangan dan kemunduran demokrasi.
Nah, terus ada bagian โthin-skinnedโ yg ditulis di sini (mudah tersinggung), merujuk ke gaya kepemimpinan Prabowo yg dianggap kurang nerima kritik, dan rekam jejak masa lalu yg memicu kekhawatiran kembalinya gaya otoriter yg memusatkan kekuasaan pada satu sosok.
Dari style dan isi pidatonya Prabowo dari kemaren, emang Indonesia ini lagi ngeri2 sedep ya.
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar โborosโ. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negaraโdan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi โErodingโ rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
hot take gue: anak sains lg presentasiin data penelitian ke penguji ga perlu pake deck consulting ppt asli
dosenยฒ lu tuh pakar, bukan klien, jadi kaga perlu banyak teks. tinggal cantumin gambar trus tulis hasilยฒ kalian sbg poinยฒ!
Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
Jadi memang ada penelitian yang menunjukkan bahwa
๐๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ง๐๐น๐ถ๐ ๐ง๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ป๐๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ณ๐ฒ๐ธ๐๐ถ๐ณ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฟ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ป ๐ ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐ฝ๐๐ผ๐ฝ
Jujur deh, lo pernah nggak sih belajar lama, berusaha bikin catatan di laptop atau tablet, tapi tetep ngerasa nggak nyangkut di otak?
Sama, gue juga!
Sampai akhirnya gue nemu penelitian menarik ini! Penelitian yang gue baca ini ngerangkum 24 studi yang bandingin handwritten notes vs typed notes.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang ๐ป๐๐น๐ถ๐ ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฎ๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ฟ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ฎ๐ต/๐ฝ๐ฒ๐น๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ป๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ ๐ป๐ถ๐น๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถย dibandingkan dengan yang nyatet dengan mengetik di laptop.
Alasannya adalah karena waktu kita nulis catatan kita dengan tangan, otak dipaksa meringkas, memahami, dan memproses ulang informasi, bukan cuma ngetik cepat tanpa mikir. Effort-nya lebih besar, tapi dampaknya juga lebih kuat.
Selain itu yang gak kalah menarik adalah penelitian ini bilang peluang untuk lulus mata kuliah bisa 58% lebih tinggi kalau kita nyatet pakai tangan.
Nah yang perlu diingat di sini adalah bukan berarti mencatat dengan laptop itu jelek. Laptop lebih unggul kalau butuh catatan super lengkap dan cepat, atau punya kondisi tertentu yang bikin kita mau gak mau harus mengetik.
Gua pribadi kalau belajar menggunakan kombinasi tulisan tangan dan mengetik di laptop.
Sumber:
Flanigan (2024). Typed Versus Handwritten Lecture Notes and College Student Achievement: A Meta-Analysis.
Pernah merasa "Duh, kok saya bego banget ya?" saat di kelas, atau saat meneliti atau saat menghadapi kasus yang sulit?
Paper dengan judul "The Importance of Stupidity in Scientific Research" mencoba membedah fenomena tersebut.
Banyak orang mengira sains itu soal "pasti tahu". Padahal, sains itu sejatinya justru dibangun dari rasa "ketidaktahuan".
Tulisan Martin Schwartz, โThe importance of stupidity in scientific researchโ, adalah bacaan wajib bagi mahasiswa dan peneliti.
Kenapa?
lihat deh gimana ga top cobaaa kalau se-juicy ini โญ๏ธ______โญ๏ธ juicy udah gitu luarnya crispy lagii, ampunn dehh uno chicken ๐ญ๐๐๐๐ jujur ketagihan dan rasanya ngangeninโฆ cocok banget nemenin malem2 ngelaprak krn buka 24 jam ๐คญ๐ซฃ kalau ayam fav kalian apa guys???