Ada anak berusia 18 tahun.
Namanya Maolana Purwo Wibowo.
Dia baru saja merantau ke Kalimantan. Pertama kali naik kapal laut. Di dalam kapal, dia bolak-balik ke toilet karena mabuk laut.
Itu pelayaran pertamanya. Ternyata juga pelayaran terakhirnya.
Kemarin jenazahnya teridentifikasi sebagai korban Kapal Virgo. Di saku celananya, petugas menemukan satu HP dan sebuah dompet. Isinya KTP almarhumah neneknya. Dan uang 13 ribu rupiah.
Ya, hanya Tiga belas ribu rupiah.
Anak ini tinggal bersama kakeknya. Orang tuanya sudah berpisah, masing-masing punya kehidupan sendiri. Dari SMP dia sudah kerja serabutan. Ibunya sempat ingin memberi 300 ribu. Maolana menolak. Tidak mau merepotkan ibunya.
Delapan belas tahun, tapi sudah terlalu dewasa untuk umurnya. Seharusnya Ia masih kelas 3 SMA.
Dia berangkat mencari nafkah. Yang pulang hanya KTP nenek dan 13 ribu di dalam dompet.
Al-Fatihah untuk adik Maolana.
Semoga Allah angkat derajatnya, ganti segala lelahnya dengan tempat yang lebih baik, dan berikan ketabahan untuk kakek serta keluarga yang ditinggalkan.
Dunia ini kadang terlalu kejam pada anak-anak yang cuma ingin jadi tulang punggung.
Ternyata pelaku pembuangan mayat bayi yang ditemukan di kebun, dusun Kropoh Desa Duren kecamatan Bendungan, Semarang ini masih Remaja 🥲 melahirkannya tgl 1 september 😔
Ini adalah akun medsosnya, milik perempuan terpantau deact?
Pergaulan anak jaman now yaaa 🥀💔
Keajaiban Algoritma Desil Negara Konoha
Sistem pendataan kesejahteraan di Konoha memang tiada tandingannya. Mbah Yoyok (67), lansia sebatang kara yang sakit komplikasi dan menempati rumah kontrakan reyot, berhasil "naik kelas" secara gaib dari desil 1 atau 2 melesat ke desil 6-10. Berkat kehebatan data statistik ini, bantuan sosial (bansos) yang sangat ia butuhkan pun resmi dicabut.
Berdasarkan kacamata canggih pendataan tersebut, tampaknya realita lapangan diterjemahkan dengan cara yang sangat inovatif:
* Kemewahan Arsitektur: Atap rumah yang bolong dan plafon hancur kemungkinan besar dinilai sebagai fitur natural skylight ala rumah tropis masa kini yang meningkatkan nilai aset bangunan.
* Gaya Hidup Santai: Ketidakmampuan bekerja keras akibat komplikasi paru-paru dan hati tampaknya dianggap sebagai privilese hidup pensiunan yang sudah merdeka finansial.
* Diet Minimalis: Lemari kosong dan mengandalkan mi instan atau belas kasihan orang lain diklasifikasikan sebagai tren diet minimalis kaum urban yang sangat sehat.
* Outsourcing Tugas Negara: Menghentikan bansos adalah langkah strategis pemerintah untuk mengalihkan tanggung jawab negara langsung kepada tetangga sekitar agar mereka rutin berbagi makanan setiap hari.
Sebuah prestasi birokrasi yang luar biasa: ketika kemiskinan tidak bisa dientaskan di dunia nyata, sistem cukup menyulap angkanya di atas kertas agar rakyat terlihat sejahtera.🥱
Nasib nahas menimpa pasangan lansia buta huruf asal Pekalongan, Jawa Tengah, Dayat (77) dan Darmi (63), yang kehilangan jatah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sejak awal tahun akibat data kependudukan mereka terindikasi judi online.
Ironisnya, pasutri yang tergolong kelompok sangat miskin (desil satu) itu bahkan tidak memiliki ponsel, melainkan menjadi korban penyalahgunaan identitas KTP oleh pihak tak bertanggung jawab hingga bantuan senilai Rp600.000 per tiga bulan yang menopang hidup mereka terpaksa terhenti.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Bansos #JudiOnline #Pekalongan #Viral #Lansia #Pasutri #KTP #Judol
Suasana perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang seharusnya dipenuhi tawa dan kebahagiaan justru berubah menjadi momen yang mengundang keprihatinan.
Seorang kakek yang datang dengan niat ikut memeriahkan perayaan bersama warga, mengalami kejadian tak terduga saat permainan berlangsung. Ia diduga dilempar ke kubangan oleh sejumlah warga hingga mengalami cedera.
Bukan hanya pakaian yang kotor, sang kakek juga harus menahan rasa sakit dan diduga mengalami retak pada tulang lengannya. Momen yang seharusnya menjadi kenangan bahagia di Hari Kemerdekaan justru berubah menjadi kesedihan bagi keluarga dan warga yang menyaksikan.
Semoga sang kakek segera mendapatkan penanganan medis dan diberikan kesembuhan. Perayaan kemerdekaan memang boleh meriah, tetapi keselamatan dan kesehatan harus tetap menjadi yang utama.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka boleh meriah, jangan sampai kegembiraan berubah menjadi musibah.
Fikri Muhandis, mahasiswa tuli dari Jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya telah membuktikan kalimat "Memangkas diskriminasi melalui kreativitas tanpa batas."
Ia menciptakan komik dengan tujuan memperkenalkan masyarakat tentang dunia tuli.