@cinemacatharsis Kak kalo kamu baca Midnight Sun (Twilight sudut pandang Edward) bakal tau sihh sebaik apa Edward tuh, kek dia begitu krn dia baru jatuh cinta pertama kalinya.
@Ichavarma_ karir Kevin bagus kok malah bisa dibilang sukses di badminton, istrinya juga cantik, baik dan berpendidikan menurutku setara mereka berdua. Dia cuma di sia siain federasinya aja 🥹
Pernah denger pesugihan Kandang Bubrah?
Syaratnya cuma satu: rumah lu nggak boleh berhenti direnovasi. Kalau tukang mandek kerja, nyawa keluarga lu yang jadi pondasinya.
Di IKN, ada yang bawa ritual itu ke sana. Minta proyek lancar. Minta duit ngalir. Tanahnya nggak terima. Dan yang nggak terima itu sekarang masih tinggal di sana nunggu yang dateng bawa tanda dari tanah lain.
Tanda kayak yang kita bawa dari Jawa.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
@tanyakanrl Buseeet, tante gua yg cm sekali jalan tiap pagi aja bayarannya 150k/minggu, senin-jumat (jarak deket pake ojek krn pagi2 angkot blm keluar) dan itu sekalian abangnya otw pasar krn emang dia kerja di pasar.
Gregoria Mariska Tunjung was 6/15 down in the deciding game in the first of the 2 #Olympic women’s singles semi-finals at #Paris2024. Given the unique format at the Games where the 2 losing semi-finalists have to play-off for the Bronze medal, it would have been easy to resign herself to defeat, with the thought of the Bronze medal match in the back of her mind (a match which didn’t happen due to catastrophic knee injury to Carolina Marin in the second semi-final).
But Gregoria’s mindset and integrity didn’t allow for such thoughts. She continued to battle for every point and in doing so displayed her full repertoire of delightful technical skills. With her trademark easy relaxed hitting motion and deception, she time and again sent An Se Young in the wrong direction with disguised slices, pushes to the back of the court, and exquisite net shots. Tunjung won 10 of the last 16 points, which reflected her fighting spirit, although An Se Young eventually won 21/16 in that deciding game.
Despite the disappointment at her loss, Tunjung greeted her opponent with a smile and a genuine congratulatory embrace in a heartwarming display of good sportsmanship.
That semi-final signalled a possible future great rivalry with An Se Young, and showcased Tunjung’s fighting spirit, her abundant skills and her exemplary sportsmanship. A huge talent and a lovely personality. A young player with a seemingly very bright future.
Which is why it’s so distressing to hear that the Olympic Bronze medallist’s ongoing (and debilitating) vestibular illness has forced her to take the major, yet courageous decision to resign from the security and safety-net of the national federation, PBSI, to concentrate on her recovery and health.
I’m not sure whether this move indicates the possibility that Gregoria may never return to the competition court. But what I am absolutely certain about is that although I (like many) miss watching her elegant, deceptive play, her health and therefore the ability to enjoy life to the full is of paramount importance.
Sending all good wishes for a full recovery Gregoria. And future health and happiness with or without #badminton.
📷 @badmintonphoto
Salah satu pemain, yang gue gak akan pernah jelek²in dia kaya pemain lain. Karena jujur, dia tuh beneran se survive itu di Women Single. Gue lebih seneng nonton dia ketimbang nonton MD/XD atau bahkan MS. Jorji buat gue bkn sekedar banggain, tapi menghibur, pola mainnya next level
Linimasa bulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung:
- Juara dunia junior
- Jd tumpuan utama tunggal putri Indonesia di level teratas meski umurnya masih belasan tahun
- Di lapangan bulan2an lawan, di luar lapangan bulan2an netizen
- Sempat terpikir ingin berhenti
- Pelan2 bangkit, benahi fisik, konsul ke psikolog
- Mulai menangi gelar
- Raih perunggu Olimpiade 🥉
Segera pulih Jorji, lalu bangkitlah lebih kuat 💪💪💪
Terima kasih atas kontribusinya untuk tunggal putri Indonesia 🫡🫡🫡
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PP PBSI.
Salah satu tunggal putri Indonesia yg paling skillful, paling imajinatif, pemilik permainan paling indah di tur dunia.
Terima kasih atas semuanya, Jorji.
Korea Selatan juara Uber Cup untuk ketiga kalinya.
Menang 3-1 atas China yang salah satu kemenangannya disumbangkan oleh nomor yang paling ga mungkin sumbang angka buat Korea: Tunggal putri kedua.
Maksudnya, selain An Se-young sebagai tumpuan utama, tunggal putri Korea ya begitulah. Jauh dibandingkan dengan China yang setelah Zhiyi, masih ada Yufei dan Han Yue.
Siapa sangka, Kim Ga-eun yang jadi tunggal putri kedua Korea berhasil curi kemenangan atas Yufei, yang levelnya jauh di atas dan bahkan punya emas Olimpiade. Luar biasa, luar biasa.
Selamat Korea Selatan 👏👏👏
jadi jaman Rasul tuh ada anak kecil yg terkenal bisa baca pikiran org lain. dan gegara kemampuan ini, dia dicurigai sbg dajjal.
kebetulan nih anak lahir di keluarga Yahudi dan dia BENCI BANGET ama Rasulullah. jd dia songong bgt nantangin Rasul.
suatu hari Rasul samperin ni anak “coba tebak apa isi pikiranku?”
anak ini jawab “ad dukh..ad dukh…”
Rasul langsung bilang “stop, jgn dilanjut. semoga kemampuanmu ga berkembang lebih besar drpd ini”
trus Rasul nanya “apakah kamu percaya kalo aku utusan Tuhan?”
dia jawab “percaya, kalo kamu jg percaya bahwa aku utusan Tuhan” (songong kan). Rasul pun pergi ninggalin dia.
Umar bin Khattab nanya “emg apa yg kamu pikirkan saat itu Rasul?”
Rasul bilang “aku saat itu berpikir tentang Ad Dukhan”
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
nama anak ini : Ibnu Shayyad.
nah anak ini akhirnya semakin besar, dia tinggal di Madinah. dia masuk islam dan menikah, diriwayatkan dia punya 10 anak. tapi para sahabat Nabi tetep menghindar dari dia karena ga percaya sama dia.
suatu hari para sahabat pergi haji, termasuk Ibnu Shayyad. pas perjalanan pulang, rombongan ini istirahat.
ada salah satu sahabat Nabi duduk di bawah pohon, ga lama dateng si Ibnu Shayyad duduk sebelahnya. sahabat Nabi ini liat dia dan bilang “gih, kamu pindah. banyak pohon lain buat berteduh”
tiba tiba Ibnu Shayyad ini nangis. sahabat Nabi td nanya “kenapa kamu nangis?”.
dia jawab “aku nangis karena org org ngira aku dajjal dan menjauhiku. padahal kamu tau sendiri, dajjal itu kafir sedangkan aku muslim. dajjal itu ga nikah, sedangkah aku nikah. dajjal itu gapunya anak, sedangkan aku punya anak. dajjal itu gabisa masuk mekkah madinah sedangkan aku buktinya tinggal disini”
sahabat Nabi itu jd mikir “iya ya, bener juga. poinmu tepat semua”
eh abis itu Ibnu Shayyad lanjut “tapi sejujurnya, menurutku nama itu lumayan bagus. julukan itu keren ga sih? dajjal dengan segala powernya. aku sih ga keberatan kalo memang ternyata akulah si dajjal itu”
sahabat Nabi itu langsung pucat dan berdiri sambil pergi “please jauh jauh dariku”
Ibnu Shayyadnya? ketawa.
gila nih org aneh bgt🙂🙂🙂🙂🙂🙂merinding