Klaim sepihak pemerintah yang menyebut BBM jenis Pertamax hanya dikonsumsi "orang kaya" telak dihantam realita di aspal. Faktanya, kebijakan menaikkan harga Pertamax hingga Rp4.000 per liter justru mencekik leher kelas pekerja bawah mereka yang terpaksa bertahan demi menjaga modal kerja utama yaitu mesin kendaraan.
~RS
Udah masuk di fase, beberapa kali mau beli barang yang bukan kebutuhan selalu mikir berulang dan akhirnya gajadi. Bukan karena gaada uang tapi lebih ke "ah gaperlu2 banget"
Kebijakan yang kerasa banget buat gue orang jabar
1. Penahanan transportasi umum lokal dan truk logistik non sosial waktu mudik,
2. Pembebasan lahan puncak untuk mitigasi banjir,
3. Efisiensi RKA pemerintahan utk substitusi sektor lain (pendidikan, kebersihan, dll)
Dedy Mulyadi mungkin tidak terlihat seintelektual tokoh yang selalu kalian agung2kan.
Tapi lihat deh, dia ngejalanin apa yang orang2 mayoritas pikirin. Berdampak, bergerak, bermanfaat.
Respek, baru kali ini bangga banget punya gubernur. Semoga istiqomah bapak aing ๐ซก
Ada satu ide yang buat gue bagus bangett, doi memanfaatkan pemulung di pesisir sungai utk bantu2 bersih2 dan pengamanan setiap hari di sungai2 yang memang menjadi penyebab banjir.
Dibayar layak dan harian. ๐
besok udah mau hari raya, mungkin bisa dipenuhi dulu hatinya sama yang baik-baik. ketemu opor ketemu keluarga. sibukkin diri sendiri sama circle terdekat. setiap hari kan udh mikirin negara yah, masa gacape.
Komunikasi publik dari beberapa lembaga di Indonesia sepertinya harus bener2 lebih bijak lagi mengeluarkan statement ya.
Ada aksi
Maka ada reaksi
Jadi kalo mau menenangkan gejolak publik, maka harus diatasi dulu penyebabnya, dan jangan mengeluarkan statement yg tambah gaduh.
Hari ini denger ceramah bagus.
"Jangan gundah dengan nikmat yang belum tampak"
"Jangan gaduh dengan kesulitan yang belum terjadi"
Alias be present gitu kan.