ㅤ
Sebuah sosok mulai muncul dari balik asap. Otomatis, ia langsung berlutut di tanah, persis di sebelah Jiro. Kepala ditundukkan, tanda penyerahan diri sepenuhnya, walau senyumnya masih ada di sana.
ㅤㅤ“Selamat datang kembali, 𝑴𝒂𝒔𝒕𝒆𝒓.”
ㅤ
Asap putih mendadak keluar dari kuali tersebut. Bersamaan dengan itu, senyuman Leonard mengembang, semakin lebar dan ia bahkan mengeluarkan sebuah tawa.
“Aha.. 𝗔𝗛𝗔𝗛𝗔𝗛𝗔𝗛𝗔. AKHIRNYA!”
ㅤ
Memanfaatkan hasrat terbesar manusia tidak pernah salah. Sebab manusia diciptakan sebagai makhluk Tuhan paling tamak.
Tubuh sang murid yang terbujur kaku dibiarkan begitu saja. Tidak ada lagi kepedulian maupun keramahan. Roman muka sepenuhnya mendingin.
ㅤ
ㅤ ㅤ
"Matilah, karena sudah menggangguku." Bisikku, bersiap 'tuk berayun dan melihatnya merintih kesakitan. 𝘊𝘳𝘶𝘤𝘪𝘰, itulah mantra yang akan kuucapkan.
Selamat tinggal, @pureristine.
"Matilah, karena sudah menggangguku." Bisikku, bersiap 'tuk berayun dan melihatnya merintih kesakitan. 𝘊𝘳𝘶𝘤𝘪𝘰, itulah mantra yang akan kuucapkan.
Selamat tinggal, @pureristine.
⠀// Klarifikasi kepada,
Yang Mulia Jocelyn, Yang Mulia Garett, Yang Mulia Ignacio, Yang Mulia Kent, dan Yang Mulia Samantha,
Saya Dylan Fawley ketika sedang melawan Maia tidak sengaja mengatai tembok sekolah. Oleh karena itu saya minta maaf.