in another side of the universe, i was a boy who driven by contradictory of sufficient happiness and melancholic dilemma to writing songs about the NEVER ENDING SUMMER with my mermaid crush.
and remember, what you give what you got.
kalo perilaku gue lama lama ngebuat lu ga nyaman, ya sadar aja apa aja yang udah gue kasih tau apa yang seharusnya ngebuat suatu interaksi jadi nyaman.
isn't it pathetic that my sense of music in recent months has not really gradually changed, as usual, i had my own era back then. LIKE WHAT THE FUCK IS WRONG WITH ME? ITS JUST COMPLETELY DIFFERENT FROM NOW ON, I JUST WANT TO... be myself, again, my own persona.
gue cuma bisa berterimakasih after all the ups and downs 2022 has given to me. no matter what, memang diri sendiri bisa jadi musuh sejatinya. untuk semua yang selalu ada untuk gue, teman yang masih bertahan, new friend, or friend that has given up already, makasih semuanya❤️.
Juga, bantu sebarkan informasi ini, hutan papua dan masyarakat adat Malind butuh kita semua bertindak!
Selengkapnya di IG Pusaka Bentala Rakyat https://t.co/3UFNRZWGfq
@tukangtiupbalon Sampai jumpa di neraka kalau gitu dah 😭 Tapi despite everything, gua selalu percaya Tuhan itu lebih dari yang kita bayangkan. Maha pengasih, Maha penyayang, Maha Pengampun, etc. Itu beyond what we could Imagine. Human can judge and say whatever they want, but God decided.
ternyata gue ngejar rank effortless sih, gue ngerasa ga deserve but contradict at the same time. sebenernya gue bodoh, lemah, lemot, gue ga punya basic reading comprehension yg bagus gue ga pernah ngelatih basic intelligent skill semua gue jalanin effortless.