Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
imo the concept of "jangan keliatan kecintaan" just to be loved back is so exhausting. i don't get it aslii cs im always gonna be all in with my feelings and if they decide to be toxic or act up yaudah it's their loss 🤷🏻♀️
Aku lihat di IG story, temen SMAku keterima S2 di kampus swasta di Jogja. Yang aku lakukan?
"Selamat yaaaa. Keren banget sih mamah muda ini, meneruskan S2 di tengah2 punya 4 anak".
Kata temenku, daripada yang ucapin 'selamat', ternyata lebih banyak yang blg,
"Sayang banget, kamu kan alumni xxx. Kenapa S2 di situ? Gak dilanjut aja di xxx?"
"kamu kan di kota Jogja. Kenapa gak S2 di xxx, masa di xxx".
"Emangnya S2 sepenting itu ya buat kamu? gimana anak2?"
Aku hanya mendengarkan dia cerita, lebih ke gak komentar apa2. Soalnya aku udah pernah merasakan itu sih.
Ketika aku S2, aku banyak dikomentarin juga.
"Kamu single, nanti cowok2 jadi minder sama kamu".
"Belajar terus, kuliah terus, kapan nikahnya?"
Nah, ini temenku udah nikah & punya 4 anak, tetep aja dibilang, "nanti gimana urus anak2mu?"
Padahal, di dalam pikiran haluku, mungkin sudah cukup 4 anak. Dia bilang ke suaminya yang kaya raya di Jogja itu, "papa, sudah cukup 4 anak ya. Aku udah selesai hamil melahirkan. Biarkan aku S2. Aku juga mau berkembang".
Entah percakapan apa yang sudah dia lakukan, tapi yang penting suaminya ijinin.... jadi kenapa orang lain haarus BACHOT.
wkwkwkwk. cape banget kah dg perempuan yg mengurus pendidikan ini??? Soalnya perempuan single, punya suami, sampe punya anak; semua dikomen.
Makanya, aku akan menjadi women support women. Kalo ada kesempatan menempuh pendidikan, ayo gassss. Investasi tuh, gaes. Buat aku yg skrg gak punya banyak tabungan, investasi terbesaarku adalah pendidikan.
Sebuah pesan dari Son Yejin untuk cewe2 yang di umur 30an atau 40an belum nikah dan punya anak :')
Dia bilang dia sekarang bahagia banget sama hidupnya, dan kalo dia punya anak di usia muda, dia bakal lebih fokus sama karirnya, mikirin comeback, dll. Sekarang dengan hal-hal simpel yang dihabiskan sama keluarganya aja dia bahagia banget 🥹
Semua sudah diatur di waktu yang paling tepat untuk kita. Semangat ya kita!
Jangan jadikan menikah dan punya anak itu sebagai PR atau beban, tapi jadikan itu sebagai 'hadiah' yang suatu saat akan datang di hidup kita 🩷 Insha Allah, kalo mindset-nya udah begitu, pasti jadi lebih lega dan ikhlas.
dibilang antek-antek asing saya diam,
dibilang ndasmu saya diam,
dibilang warga desa tidak pakai dolar saya diam,
dibilang “tidak bermimpi kaya raya?”
SAYA AKAN LAWAN!!!
>Mumpung gabut saya rangkumin isi videonya (khususnya buat buzzer)
>Anies bilang kondisi Indonesia sekarang tuh lagi ga baik-baik aja. Rupiah jatoh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga barang naik, lapangan kerja makin dikit, daya beli masyarakat melemah.
>ke depan jg tantangannya masih panjang. Dunia lagi panas gara-gara geopolitik ama konflik Timur Tengah, ditambah El Nino kuat. Jadi masalah datengnya barengan, bebannya rakyat jadi dobel
>yg paling dibutuhin sekarang itu kepastian bukan sekadar narasi tenang aja atau masalah dianggap ga ada. Kepastian muncul kalo pemerintah transparan, buka semua data, kasih arah yg jelas, dan keliatan negara ini mau dibawa ke mana
>Masalahnya yg kejadian malah kebalikannya. Data yg ditampilin cuma yg bagus-bagus, yg jelek disimpen. Pejabat jg sering becanda atau terlalu enteng ngomongin masalah serius. Kebijakan hari ini beda ama besok, akhirnya pada bingung
>Padahal warning udah dateng dari banyak pihak. Dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan dunia, sampe media dalam dan luar negeri
>Solusi dia: berhenti kasih obat tidur ke rakyat. Buka semua data apa adanya, jujur ama kondisi, bikin kebijakan yg jelas dan konsisten, terus pemerintah harus beneran serius dari atas sampe bawah
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Untuk rumah tangga & individu
- Tampung air mulai sekarang.
Simpan air hujan (rainwater harvesting) kalau memungkinkan. Isi tangki, ember, atau sumur cadangan.
- Berlatih menghemat air mulai sekarang.
- Stok kebutuhan dasar makan dan minum 2–4 minggu. Jika mau habis, stok ulang
- Siapkan masker & obat pernapasan kalau asap karhutla datang.
Untuk petani & pekebun
- Sesuaikan jadwal tanam
maju atau mundur sesuai prakiraan BMKG daerahmu.
- Pilih varietas padi/ tanaman tahan kekeringan.
- Bangun/ perbaiki irigasi cadangan, sumur bor, atau embung kecil.
- Mulai bersihkan lahan & buat sekat bakar untuk cegah karhutla.
Tidak mati aja syukur itu 20kg dalam 2 bulan. Yg turun bisa aja malah masa otot. Alhamdulillah ketemu dr gizi yg masih bisa makan nasi, tpi cons nya dokternya teges bngt smpe takut tiap mau cheating. Tiap mau cheating selalu terngiang omongan beliau 😂😂. Ampun dokter
Turun 20 kg dalam 2 bulan.
Tentu workoutnya 10 menit aja. Kalau proper workout ya nggak bisa lah.
Terus ada yang turun 7 kg sebulan bilangnya "cuma".
Baiklah, saatnya mengeluarkan meme ini...
🌸 How many PT sessions do you have in a week?
🐥 4 sessions.. I'm working out dilligently.. 😬
🌸 What are your plans after the show (Perfect Crown) ends? Are you going to continue taking PT sessions?
🐥 Of course! I'm definitely going to continue working out consistently!! 💪
🌸 I think your body looks even better now! Is it because you’ve been exercising? Your complexion looks really good too!
🐥 I’ve actually been hearing a lot lately that my complexion looks better for real! 🥴
🌸 Since you started exercising, have you made any changes to your diet?
🐥 I started drinking protein shakes, and I’ve been eating a protein-focused diet
🌸 Unnie, how does it feel now that you’re exercising? Has anything changed?
🐥 Didn’t you notice that I gained a bit of muscle in my legs during the J.ESTINA event? 😏
Berhubung banyak berita atau tweet yang "misleading" tentang Hantavirus, saya izin mempertegas pernyataan dari WHO di video ini ya.
Hantavirus adalah virus yang sudah berhasil diisolasi sejak 1978 oleh ilmuwan di Korea Selatan. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini diduga sudah ada sejak 1950-an pada saat wabah di perang Korea.
Penelitiannya juga sudah banyak, sehingga karakteristiknya, derajat keparahan, termasuk kemampuan penularannya sudah diketahui.
Nah ini berbeda dengan Pandemi COVID-19. SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 itu adalah virus baru yang pertama kali diidentifikasi di tahun 2019, sehingga karakteristiknya saat itu tidak diketahui pasti.
Pada kasus Hantavirus, penularan pada cluster kapal pesiar disebabkan oleh kontak dalam waktu yang lama, dengan dugaan adanya paparan dari hewan pengerat, saat perjalanan, atau di dalam kapal.
Berdasarkan penilaian WHO, risiko bagi masyarakat umum saat ini dinilai rendah sekali, karena virus ini tidak menyebar seperti flu atau COVID-19 melalui udara.
Semoga bermanfaat!
dia kebalikannya jaewon. jaewon extrovert disuruh jadi soonrok yang introvert mentok. sedangkan junyoung ini anaknya introvert, tp disuruh jadi namki yang extrovert mentok alay gesrek petakilan tantruman😭
Tetangga yang Kerja di Dapur MBG, Gajinya Jauh Lebih Gede dari Guru.
Jujur, waktu baca tweet soal ini, aku sempet diam agak lama.
Pekerja dapur MBG di Tasik, gajinya 5 juta per bulan. Aku nggak nyalahin dia. Mungkin rezekinya memang bagus.
Tapi aku jadi kepikiran guru honorer yang ngajarin adik aku. Yang tiap pagi masuk kelas, nulis di papan tulis, ngoreksi PR, bikin rancangan pembelajaran, bikin soal, dengerin curhatan murid, cuma pulang dengan gaji 300 ribu sebulan.
Tiga. Ratus. Ribu.
Wakil Ketua Komisi X DPR aja sampai bilang angka itu "tidak manusiawi di era sekarang." Dan data lebih keras lagi: survei IDEAS dan Dompet Dhuafa menemukan 74,3% guru honorer masih digaji di bawah 2 juta per bulan, bahkan 20,5% dari mereka cuma dapat di bawah 500 ribu.
Sementara program MBG terus dijalankan dengan anggaran raksasa. Program ini menyerap hingga Rp 335 triliun dari APBN 2026, diambil dari jatah anggaran pendidikan yang sebelumnya Rp 757,8 triliun.
Mari kita duduk sebentar, pikirin sama-sama.
Kalau kamu masih sekolah atau punya adik yang sekolah, siapa yang lebih penting buat masa depan kamu: makanan siang di kantin, atau guru yang tiap hari masuk kelas dan beneran ngajar?
Dua-duanya penting, iya. Tapi kalau kamu harus milih mana yang duluan diselamatin, kamu pilih mana?
Pemerintah udah milih, sayangnya pilihannya bukan guru.
Ada guru honorer yang harus jualan gorengan sepulang sekolah demi nutupin kebutuhan hidup.
Orang yang tiap hari berdiri di depan kelas, nyiapin materi, ngorbanin waktu, tapi pulang ke rumah harus cari tambahan karena gajinya nggak cukup buat makan.
Kalau kondisinya kayak gini terus, siapa yang mau jadi guru? Orang-orang pintar bakal kabur ke profesi lain. Dan kita yang rugi. Pendidikan yang rugi. Bangsa yang rugi.
Tapi masalahnya belum selesai sampai di situ.
Karena ternyata, MBG yang katanya untuk anak-anak ini pun belum beres dengan urusan dasarnya: makanannya.
Ya, memenuhi bare minimum saja mereka tidak mampu.
Sejak awal 2025 hingga April 2026, setidaknya 33.626 pelajar tercatat mengalami keracunan dari program MBG, tersebar di 31 provinsi, berdasarkan catatan medis puskesmas dan RSUD. Dan ini bukan kejadian sekali dua kali. Guru Besar Teknologi Pangan UGM mencatat kejadian keracunan dalam program MBG hampir terjadi setiap bulan sepanjang 2025.
Kenapa bisa keracunan terus? Banyak laporan menyebutkan makanan yang dikirim ke sekolah sering sudah tidak segar karena disiapkan jauh sebelum jam makan, sehingga bakteri punya cukup waktu untuk berkembang.
Anak-anak dikasih makan, tapi makannya bikin mereka masuk puskesmas. Ini program bergizi atau program beracun?
Dan sekarang, coba kita lihat ke mana uang pajak orang tua kita pergi.
Dari total anggaran BGN 2025, belanja kendaraan menjadi pos terbesar, mencapai Rp 1,39 triliun, dengan sekitar Rp 1,2 triliun di antaranya khusus untuk pengadaan sepeda motor listrik. Motornya buat apa? Kata pemerintah untuk operasional. Tapi seluruh unit dilaporkan masih numpuk di gudang dan belum terdistribusi ke satu pun dapur MBG.
Belum cukup. Di anggaran yang sama, BGN juga mengalokasikan Rp 6,9 miliar untuk pengadaan kaos kaki. Ironisnya, pos anggaran untuk makanan itu sendiri justru paling kecil, hanya Rp 242,8 miliar. Kaos kaki yang dibeli pun tidak bermerek, belum ber-SNI, tapi dihargai Rp 100.000 per pasang.
Dan yang ini bikin aku nyaris nggak percaya: BGN menghabiskan Rp 113,9 miliar untuk menyewa jasa event organizer sepanjang 2025, dalam 31 paket pengadaan. Salah satunya untuk acara Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia, dengan biaya EO Rp 1,339 miliar.
Acara lari antikorupsi, dibayar pakai uang rakyat, lebih dari satu miliar rupiah.
Aku nggak tau harus ketawa atau nangis.
Kita sedang menyaksikan kehancuran negeri tepat di depan mata kita.
Karena, saat fondasi pendidikan kita rapuh akibat guru yang nggak sejahtera, mau sekenyangnya anak makan siang pun, mereka tetap nggak akan bisa tumbuh jadi generasi yang kita harapkan.