⠀⠀
𝐇𝐀𝐔𝐒 𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐑𝐀𝐍𝐆.
━━━━━━━━━━━━
Babak dibuka selaiknya perang berderai, babak dibuka dengan jubah tersingkap kala semilir angin menyentuh— wajah, juga jisim.
Semuanya dimulai.
⠀⠀
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
“Sebosennya gue aja sih,” kakinya agak ia hentakkan mengikuti suara musik yang sedang diputar. “Kalo udah bosen, gue langsung caw.” ( @Iokapala )
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
Utara tak begitu acuh dengan keadaan sekitar kafe— bukan urusannya. Namun kali ini, cukup ramai mungkin yang buat Suar jadi bisa duduk di meja sebelahnya.
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
@TamagoPost ⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
Maitreya Utara, 2002.
Ngga banyak ngapa-ngapain selain cari cara supaya tidak tinggal di rumah. Calon kawan, sedang sibuk apa?
( Oh ya, saya terbuka untuk relasi selain keluarga dan menulis bersama, mari? )
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️
“Ambil satu, yak.” Setelahnya ia menjepit rokok di kedua jemarinya dan memantik api seraya menghirup nikotin itu perlahan-lahan.
⠀⠀ ️️
️️
⠀⠀ ️️