🥹🇪🇬 Mesir memang tersingkir, tapi Hossam Hassan (Pelatih Mesir) meninggalkan pesan yang tak kalah besar dari sepak bola. Di saat banyak sosok berpengaruh memilih diam soal Gaza, Palestina.
🗣️ “Apa pun kewarganegaraanmu.”
🗣️ “Ribuan anak telah dibunuh.”
🗣️ “Jangan diam.”
🗣️ “Ini adalah aib bagi kita semua.”
🗣️ “Biarkan rakyat Palestina hidup.”
Sikap seperti ini akan selalu dikenang. 🇪🇬🇵🇸👏
Orang Prancis sarapan roti, makan keju tiap hari, minum wine, jarang ke gym. Tapi angka penyakit jantung mereka salah satu yang terendah di dunia. Peneliti nyebutnya French Paradox. Rahasianya bukan di menu, tapi di kebiasaan makan.
Didier Deschamps di Piala Dunia emang beda level.
2014 ➡️ 8 besar
2018 ➡️ Juara 🏆
2022 ➡️ Final 🥈
2026 ➡️ Sudah amankan tiket 8 besar.
Empat edisi, nggak pernah gagal bawa Prancis minimal sampai perempat final. Gila sih konsistensinya. 🇫🇷👏
#FIFAWorldCup
Bareskrim baru bongkar modus penyelundupan sabu yang bikin gw menghela napas panjang 😔 dua kurir bawa 500 GRAM SABU dari Pekanbaru ke Sumbawa dengan cara... dimasukin ke DALAM PERUT lewat ANUS 💀 iya, lo baca ga salah. Simak 🧵👇
28 Juni 2026, jam 08.45 pagi di Terminal Kedatangan 2E Bandara Soekarno-Hatta. Tim Subdit IV Bareskrim (dapet info dari aset dari sebulan sebelumnya) ciduk 2 penumpang transit dari Pekanbaru yang mau ke Lombok:
→ MUSA BIN BOLANG (47, Sumbawa, tinggal di Batam)
→ MUHAMMAD GUNTUR (44, temen Musa)
Pas diinterogasi, keduanya ngaku bawa sabu... di DALAM PERUTNYA. dimasukin lewat anus masing-masing 4 kapsul plastik = 250 gram per orang = 500 gram total 🥲
Tim langsung bawa keduanya ke RS EMC Tangerang buat XRAY + prosedur pengeluaran barang. Dan yes, hasilnya sesuai — 4 bungkus kapsul dari perut Musa, 4 bungkus dari perut Guntur ✅
Ini istilahnya "body packing" — modus lama yang dipake kartel di berbagai negara. RISKY BANGET buat pembawanya karena:
→ kalo satu kapsul BOCOR di dalam perut = OVERDOSIS INSTAN, mati dalam hitungan menit ☠️
→ kalo mampet di usus = harus operasi darurat
→ jam ketat: barang harus dikeluarin dalam <24 jam sebelum tubuh mulai nyerap plastik
Dan ini yang bikin sedih: mereka dibayar Rp 10 JUTA per 100 gram. Musa dapet total ~Rp 25 juta, Guntur dapet Rp 10 juta DP. buat naruh benda asing di dalam perut & taruhannya nyawa. mathematics-nya ngenes 🥲
Catatan penting dari Bareskrim di laporan: modus ini bisa lolos di Bandara Pekanbaru karena BELUM PUNYA X-RAY TRANSMISI (Body Scanner) 🚨 X-Ray biasa cuma ngedeteksi barang di luar tubuh — buat body packing perlu scanner khusus yang bisa "tembus" tubuh. bandara-bandara Indonesia perlu upgrade equipment ASAP biar modus baru ini bisa dicegah dari awal.
Tim lanjut Controlled Delivery ke Sumbawa Barat, sampe jam 23.30 WITA. bertemu ISNAINI alias PP BARA (penjual di Sumbawa) yang udah nunggu barang — langsung diciduk juga. bahkan Isnaini sempat kirim Rp 5 juta ke Musa buat "bantu beli tiket pesawat" karena mereka ketinggalan pesawat 💀 real-time koordinasi.
Struktur jaringan yang kebongkar:
SOFIAN als PIAN (Pulau Rupat, penyedia — DPO 🏃)
→ JON als MEX (koordinator/pemesan — DPO 🏃)
→ MUSA & GUNTUR (kurir body packing ✋)
→ ISNAINI/PP BARA (penjual Sumbawa ✋)
Business model-nya: Isnaini nyetor Rp 65 JUTA/100 gr ke Jon. Musa dapet upah Rp 10 juta/100 gr buat "layanan pengiriman lewat perut". margin buat Jon: Lumayan gede 💰
Skala kasus: 500 gram sabu, nilai ~Rp 900 JUTA, potensi 2.500 jiwa terselamatkan. dan ini baru pengiriman ke-2 mereka — yang pertama (Mei 2026) sukses masuk Sumbawa 🚨
Reminder yang berat:
1. Body packing = judi nyawa untuk uang recehan. Satu kapsul bocor = mati. Dan ini sering terjadi di berbagai negara 💀
2. Modus baru selalu muncul — Bandara yang ga upgrade equipment jadi celah. Laporan ini bahkan secara eksplisit minta pihak bandara siapkan Body Scanner
3. Yang paling dieksploitasi selalu yang paling kepepet — Musa & Guntur bukan bos, mereka pion yang risiko nyawanya paling gede tapi upahnya paling receh
Salut sama tim Subdit IV Bareskrim yang jeli baca info intel + petugas bandara Soeta yang cekatan. Dan salut juga karena berani nyebut ke publik bahwa Bandara Pekanbaru masih perlu upgrade — Itu kritik internal yang konstruktif buat sistem keamanan negara 🫡
For anyone reading — kalau lo dipepet ekonomi & ditawarin "kerja mudah, bayaran gede, cuma bawa barang doang" — think TWICE! Nyawa lo ga bisa diganti sama berapapun uang yang dijanjiin.
Stay safe guys!
@aan__ Air rebusan dikasih tepung beras dikit. Jadinya, minyak di mie tidak bisa lepas langsung ke air panas. Mie tidak bisa menyerap banyak air. Mie jadi kenyal dan tidak lembek. Pengalamanku dulu jadi pedagang.
@WOLF_of_IHSG Saya jadi Olise mending milih main di Perancis sih. Prestasi di turnamem nasional jelas di atas Inggris. Kans juara dunia juga lebih gede Perancis ketimbang Inggris.
Rivall Watch:
Prancis 🇫🇷
Kenapa Prancis lolos dari "kutukan juara dunia" bahkan semakin menggila?
Banyak orang bilang Prancis cuma beruntung.
Padahal kalau dibedah lebih dalam, mereka justru jadi contoh paling jelas gimana sebuah negara HARUS konsisten.
Mereka gak sekadar punya pemain hebat.
Mereka punya sistem.
Kesalahan terbesar juara dunia biasanya sama.
Mereka terlalu lama hidup dari nostalgia.
Masih berharap generasi emas bisa ngangkat tim 4 tahun kemudian.
Begitu generasi itu habis
Tim ikut habis.
Italia terlalu lama bergantung pada sisa generasi 2006.
Spanyol terlalu lama mencari "Xavi dan Iniesta baru."
Jerman terlalu lama hidup dari bayangan generasi Lahm, Schweinsteiger, Özil, Kroos, Müller, Hummels, Boateng, sampai akhirnya regenerasi berjalan setengah-setengah.
Prancis?
Mereka gak pernah mikir begitu.
Lihat skuad 2018.
Lloris
Varane
Umtiti
Pavard
Pogba
Matuidi
Kante
Griezmann
Giroud
Mereka juara dunia.
Empat tahun kemudian
Sebagian nama besar itu mulai hilang.
Tapi apakah Prancis ikut hilang?
Enggak.
Karena yang masuk bukan pemain sembarangan.
Masuk Tchouaméni
Kolo Muani
Upamecano
Konaté
Thuram
Mereka gak cari Pogba baru
Mereka cari pemain yang cocok dengan sistem.
Itu bedanya.
Deschamps gak pernah jatuh cinta sama satu gaya bermain.
Kalau lawan harus diserang
Dia menyerang.
Kalau harus bertahan
Dia bertahan.
Kalau harus jelek demi menang
Dia rela.
Prancis mungkin bukan tim yang paling indah ditonton. Tapi mereka hampir selalu jadi tim yang paling sulit dikalahkan.
Dan di turnamen, itu jauh lebih penting daripada main cantik.
Hal lain yang bikin Prancis beda adalah
Mereka gak bergantung pada satu superstar.
Semua orang bilang Prancis timnya Mbappé.
Padahal enggak.
Saat Mbappé dijaga
Masih ada Dembélé
Masih ada Tchouaméni
Masih ada bek-bek elite yang bisa bikin pertandingan tetap hidup.
Mereka punya banyak cara buat menang, bukan cuma satu.
Yang paling penting
Regenerasi Prancis dimulai sebelum generasi lama habis.
Ini yang sering gagal dilakukan negara lain
Pemain muda gak disimpan sampai senior pensiun.
Mereka dimainkan bareng
Masuk ruang ganti yang sama.
Jadi ketika pemain senior pergi
Yang muda gak kaget
Mereka udah siap ambil alih.
Makanya jangan heran
2018 juara dunia
2022 final
2026 masih jadi salah satu kandidat paling berbahaya.
Ini bukan kebetulan
Waktu dunia ngira era Griezmann, Giroud, Pogba, Varane, dan Lloris bakal jadi akhir kejayaan Prancis.
Federasi Prancis cuma senyum
Karena mereka udah nyiapin suksesor.
Bukan satu
Tapi satu angkatan
Di depan, setelah era Griezmann & Giroud, mereka masih punya Mbappé sebagai pemimpin generasi baru.
Di belakang Mbappé, sekarang muncul Barcola. Winger yang berani duel satu lawan satu, cepat, eksplosif, dan gak takut ambil risiko.
Lalu ada Doué. Masih sangat muda, tapi tekniknya luar biasa. Bisa jadi winger, gelandang serang, bahkan second striker. Tipikal pemain yang bikin lawan bingung karena bisa muncul dari mana aja.
Belum lagi Cherki. Kreativitasnya mungkin salah satu yang terbaik di generasinya. Visi, dribel, umpan terobosannya bikin dia bisa jadi otak serangan Prancis untuk bertahun-tahun ke depan.
Masih ada Olise yang kaki kirinya bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
Di lini tengah, tongkat estafet sudah berpindah ke Tchouaméni didampingi Kone. Masih muda, tapi jam terbang di level tertinggi sudah luar biasa.
Di belakang
Ada Saliba.
Bek yang tenang, kuat duel, cepat, dan nyaman membangun serangan dari bawah. Banyak orang percaya dia bakal jadi pemimpin Prancis selama satu dekade ke depan.
Ia masih ditemani Konaté, Upamecano, dan Kounde yang sama-sama berada di usia emas.
Regenerasi di Prancis bukan proyek dadakan.
Itu budaya
Itu sistem
Itu sebabnya mereka hampir selalu punya dua bahkan tiga pemain top di setiap posisi.
Kalau satu cedera,
Masuk pemain kelas dunia lainnya.
Kalau satu pensiun,
Sudah ada penerus yang siap.
So, jangan heran kalau Prancis selalu ada di daftar unggulan setiap turnamen besar.
Olise diplot di no 10 bikin dia lebih dekat dengan Mbappe sekaligus ke arah gawang. Bergerak lebih roaming ke sisi kiri atau kanan & di laga ini cetak 2 assist menunjukkan ia punya kemampuan playmaking.
Deschamps ada Cherki yg punya sihir namun Olise jadi pilihan utama berkat kemampuan adaptif dengan peran free rolenya.
Trio sakit Prancis
Mbappe udah 6 gol 2 assist
Dembele udah 4 gol 2 assist
Olise udah 5 assist
Ini blm ikut bahas Doue & Barcola juga
Lo adalah pelatih tim lawan. Pertanyaannya satu: apa yang akan lo lakukan buat stop trio ini?
Ke mana aja, Kak?
Joyland emang marketnya mba-mba creative agency Jakarta Selatan yang bekerja sebagai account executive untuk brand rokok elektrik, bertanggung jawab mendampingi KOL, dan memastikan produksi konten berjalan lancar sembari menggunakan celana TAKA CRAFT
Selain Mbappe, hal yang harus diapresiasi dari Prancis adalah peran Dembele dan Olise.
Kita dibuat kagum oleh mereka yang rela jadi supporting system Mbappe. Mereka berhasil menurunkan egonya.
Yang paling terlihat saat Dembele punya momen mencetak gol kedua Prancis saat blunder kiper Irak. Alih-alih shot ke gawang, Dembele memilih untuk mengoper ke Mbappe.
Begitupula Olise dengan banyak through pass cantiknya ke Mbappe di 2 match awal. Dan 2 berujung jadi gol.
Sebagai pemenang Ballon d'or dan UCL 2x, sangat hebat untuk Dembele bisa menurunkan ego dan mensupport Mbappe.
Olise pun sebagai bintang baru di Bayern tapi tidak egois dan lebih mementingkan tim.
Absolutely loved their gameplay🔥