@kamicsatoayato mereka nuduh kita kejebak di bubble kita sendiri padahal mereka ga mikir kalau kaum queer juga sering ikut bersuara mendukung kaum marjinal lainnya, nuduhnya kita egois padahal kita sadar kalau bukan cuma kita yang suaranya dikesampingkan makanya kaga mau diem bruh
@Drakercwf di negara ini homophobia adalah normanya, bahkan lu ngetweet kalau "kaum kita gaakan bisa diakui disini" 😂 narasi begini gaakan bisa memecah belah rakyat soalnya kalian akan memilih caci maki kami untuk diam
kocak banget sejak kapan buzzer dikasih narasi membawa isu kaum marjinal??? pemerintah is OUR OPRESSOR? kita loh dijadiin ancaman non-militer? coba akalnya dipake jangan asal cap buzzer doang
Kan lagi lagi ketebak alurnya, kemarin Sadam dikatakan homophobic, Nadia omara penonton nya 02 voters dan sekarang windah.
Bisa kita kesampingkan itu dulu enggak, lawan kita rezim. Dan bisa-bisa nya kemarahan kalian terbagi.
“perkara pembalut cuma nambah berapa ribu doang heboh banget sih”
someone had to ask NASI DARURAT to buy a pad btw. PEMBALUT ITU BASIC NECESSITY PEREMPUAN. IT SHOULD BE FREE IN THE FIRST PLACE!
Hal yang ku ingat pas mng 🥃
🏳: I really wanted to talk abt furries cuz I heard you said you were one
🥃: I am and I'm proud of it!
🏳: Great because I wanted to offer you a free furry comm..
🥃: For FREE?
🏳: Yeah.. No pressure ofc! Otak cinanya jalan ini mz
Next we’re gonna stand with rapist enabler dengan alasan “at least he’s using his platform.” Sampai batasan mana kita harus menoleransi problematic behaviour? Kritik pengingat atas tindakan Windah bisa jadi cara untuk si penokohan ini perbaikin diri dan nge-influence pengikutnya (semoga.)
Pokoknya dosa rapist, killer, koruptor, dan gembong narkoba serta enabler mereka terampuni selama memiliki platform besar yang mampu menyuarakan frustasi rakyat.
Mereka nggak boleh dikritisi sama sekali karena bisa memecah fokus perlawanan terhadap rezim dan buzzernya.
Gasah ribut..
Selama moralitas sifatnya relatif & politis, you dukung Windah Basudara sembari menolaknya itu sah & ga ada masalah logis, aplg inkonsistensi moral.
Hal itu emg sah krn pihak penuntut sendiri yg ngasih preseden at the first place. Standar ga blh asimetri.