Semua ini Akibat Tabrani, tokoh dari p Jawa yang
bersikeras mengubah nama bahasa
Melayu menjadi bahasa Indonesia.
Padahal, Moh. Yamin, tokoh Sumatera
bersikeras TIDAK ADA yang namanya
bahasa Indonesia, adanya bahasa
Melayu. Bahkan Moh. Yamin sampai
mengatakan Tabrani "tukang ngelamun".
Menyebut bahasa ini sebagai bhs Melayu
adalah KEJUJURAN ilmiah. Tidak perlu iri
dengki dgn orang Melayu yg telah
menjadikan bhs mereka dapat dipahami
semua orang di kepulauan ini.
Sama macam Amerika yg tetap
menyebut bhsnya bhs Inggris, BUKAN
bhs Amerika, meski dialek dan inventaris
kata sudah cukup berbeda dgn yg
dipakai di Inggris. Bahkan sebagian
warga Amerika tidak telalu paham jika
warga asli Inggris bercakap, tapi tetap
menyebut bhs itu bhs Inggris.
Bagaimana bisa membangun bangsa
yang sejak awal sudah dilandasi oleh
kebohongan ilmiah?
Bahkan Indonesia timur menggunakan bahasa melayu kreol