Pemimpin = pengabdian, syarat minimal cukup ekonomi untuk dirinya, keluarga dan lingkungan nya, memimpin untuk menghidupi yg lebih baik untuk negeri bukan mencari penghidupan.
Kejadian detik ini hanyalah dampak, dampak bola salju pengabaian yg mungkin terjadinya puluhan tahun. dibiarkan begitu saja.menjadi pembiasaan. Salah satunya di dunia Pendidikan seperti agama adab moral pola asuh. Yuk doakan negeri ini lebih baik lagi kita lembutkan hati kita.
Rumah digunung, caina ti Allah, Meteran air posisi mati, sering saat, kadang kiruh caina, tapi mayar na lebih gede daripada bayar PLN. Tiap bulan naik terus? Coba terangkanlah
@Info_PDAM@LAPOR1708@info_purwakarta
Logika kitamah sederhana, kalau seimbang saling menguntungkan, kalau tidak berimbng yg penting jangan jadi pihak yg mendzolimi. Karena buat kami terdzolimi lebih baik,karena ketika ikhlas ya tinggal jadi pahala. Ya elu yang dzolim kasian. Uangnya gk berkah dosa iya.
Ada kesan tak adil terhadap Pak Abdul Mu'ti dalam kalimat di bawah ini. Beliau orang zuhud, ke kampus saja pakai motor lawas padahal sekjen Muhammadiyah. Rumahnya biasa saja. Bandingkan dengan Gus.. *sinyal hilang 🤣
Penugasan beliau ke BSI tentu karena posisi komisaris sangat strategis untuk menjaga dana Muhammadiyah di BSI. Ada fungsi kontrol. Sebagai stakeholder besar, mestinya ini diperhatikan oleh BSI. Itu dana umat Muhammadiyah, wajar perlu tahu akan dibagaimanakan dananya.
Lhadalah kok malah politisi jadi komisaris BSI, yang kepentingannya tentu politik.
Keputusan Muhammadiyah sangat masuk akal ditimbang dari kepentingan kemaslahatan persyarikatan.