bercita-cita bgt living to the fullest, stress free, comfortable, self-made, be the best version of myself, berada di tempat where i belong, surrounded by love n happiness, being treated right by the right person, having privacy, feeling secured, mentally financially stable
Hati2 klo nulis2 status di medsos ya. Bisa jd kenyataan ๐
Pas nulis status itu, masih kerja di Jkt, lembur smp subuh, keriting ngurusin angka2 budget & riset. Tentu saja belum kenal suami.
Skrng bener tinggal di desa, di eropa, meskipun ga di ujung. Jualan roti. Damai sentosa.
JANGAN TERPEDAYA..!!
Smw bermula dari Pencitraan sprti ini.
Mertuanya masuk Gorongยฒ & kini Mantunya Menerjang Banjir..
Tp fakta berbicara smw kerusakan di Negara ini bermula dari Gorongยฒ.
Jd jgn mau Lagi terpedaya dgn pencitraan keluarga ini..JANGAN
Untuk MENJEGAL Ahok dan Anies, bahkan negara harus butuh :
โ ๏ธ 12 Partai Politik
โ ๏ธ Anggaran ratusan Triliun
โ ๏ธ 1 Presiden
โ ๏ธ 38 Menteri/Kepala Badan
โ ๏ธ 2 Anak Presiden
Ahok hanya kader partai, Anies bahkan bukan anggota partai. Mengapa begitu TAKUT?
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Serupa tapi tak sama.Jika di pilpres putusan MK langsung disikapi cepat untuk meloloskan tanpa pembahasan langsung penerimaan cawapres...kali ini langsung disikapi cepat jg untuk menolak...semua demi anak Pak Lurah
Lawan!!!
#salam4jari#TolakPilkadaAkal2an#IndonesiaTanpaWowiwo