Yang lagi ramai gaes...
Calon Paskibraka di Sulawesi Selatan Cathlyn (Chindo) kena diskualifikasi karena dianggap
nggak bisa bahasa daerah...
Tapi yg bikin netizen marah, penggantinya datang antah berantah, Cathlyn ini rangking 3, seharusnya penggantinya dari urutan di bawahnya..
Sedangkan ini yg gantiin (hijab) dari rangking diluar 10 besar... Ayo netizen kerja, ini anaknya siapa kebelet mau jadi Paskibraka...
cc:threadutasdigi
Inilah kenapa saya mengagumi dia. His passion, his love for the game…. second to none🥹
Dia udah punya harta melimpah, bergelimang trofi. Namun ia masih ngasih segalanya. Usahanya, emosinya, semuanya.
Cristiano Ronaldo, ladies and gentleman👏
Kacau sih mas sangat mengancam graphic designer
Tapi mau gimana lagi, mau sekeras apapun mengecam, pelan tapi pasti yang jago desain bakal kalah sama yang jago ngulik prompt
Ayo mulai improve skill lain guys, lebih baik menyalakan lilin daripada menggerutu di dalam gelap.
Cristiano Ronaldo - Pintu Belakang McDonald’s dan Burger yang Diberkati
Di sebuah pulau kecil bernama Madeira, tahun 1985, lahir seorang anak laki-laki bernama Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Rumahnya sangat sederhana, atapnya bocor saat hujan, dindingnya tipis, dan angin laut sering menyusup masuk.
Ayahnya, José Dinis, bekerja sebagai penjaga taman dan tukang kebun, tapi dia juga bergulat dengan masalah alkohol yang berat. Ibunya, Maria Dolores, juga harus berkeja untuk menghidupi keluarga. Mereka punya empat anak, dan Cristiano adalah yang bungsu.
Hidup di rumah itu penuh perjuangan. Kadang makan malam hanya roti dengan sedikit sup. Kadang tidak ada apa-apa, begitulah cerita kerabat Ronaldo, mengenang masa-masa tersebut.
Cristiano kecil sudah suka sepakbola sejak usianya masih sangat dini. Dia main di jalan berbatu, pakai bola yang sudah rusak, atau bahkan pakai kaus kaki yang digulung. Tetangganya sering bilang anak ini terlalu kecil dan kurus untuk bermain sepakbola.
Tapi Ronaldo tidak perduli dengan ucapan tersebut, dia mencoba melawan takdir, melawan keterbatasan pada dirinya .
hingga saat ia memasuki usia 12 tahun, kesempatan besar itu datang. Sporting Lisbon memanggilnya ke akademi mereka di ibu kota, Lisbon.
Jarak dari Madeira ke Lisbon lebih dari 1.000 kilometer. Cristiano harus meninggalkan ibu, ayah, kakak-kakaknya, dan pulau yang dia cintai. dengan tas kecil berisi baju dan mimpi yang lebih besar dari tubuhnya yang kurus.
Di asrama akademi Sporting, kehidupan berubah drastis. Latihan pagi sampai malam, fisik diuji habis-habisan.
Teman-temannya kebanyakan anak dari keluarga yang lebih mampu. Cristiano? Uang sakunya sangat terbatas. Keluarga di Madeira juga tidak bisa mengirim. Malam hari, setelah latihan yang melelahkan, perutnya sering berbunyi keras. Kadang dia hanya minum air dan berusaha tidur supaya hari bisa berganti dengan cepat.