Ave Neohistorian!
Memiliki ciri khas berwarna hitam (dan memang harus hitam), kerah tinggi, berkancing samping serta menyerupai beskap pria, busana ini dikenal sebagai Kebaya janggan, berasal dari bahasa Jawa kromo inggil "jonggo" yang berarti leher.
Kebaya Janggan yang dikenakan sebagai busana atasan Dodot Alit adalah busana wajib untuk para sentono dan abdidalem wanita di Kasunanan Surakarta dan Puri Mangkunegaran maupun di Kasultanan Yogyakarta dan Pakualaman pada acara-acara tertentu di masa lalu.
Kebaya Janggan memiliki makna filosofi sendiri, kerah tinggi yang menutupi leher memiliki arti keindahan dan kesucian kaum perempuan kraton, dan perempuan Jawa pada umumnya. Sementara warna hitam menggambarkan ketegasan, kesederhanaan, dan kedalaman, juga sifat keputrian.
Busana ini muncul sekitar tahun 1830an saat berkecamuknya perang Jawa. Busana kebaya tersebut digunakan oleh istri Pangeram Diponegoro, Raden Ayu Ratnaningsih. Dokumentasi visual mengenai gambaran yang mirip dengan Kebaya Janggan tersebut pertama kali hadir dalam cetakan kedua buku "History of Java" (1817) yang dibuat oleh Raffles ketika Inggris menguasai Jawa. Raffles mencatat, masyarakat Jawa kala itu, baik dari kalangan atas maupun menengah gemar memadukan elemen pakaian eropa dan pakaian tradisional mereka.
Pada periode tersebut Prajurit Eropa yang bertugas di Jawa menggunakan seragam biru gelap dengan kerah tinggi serta kancing di leher yang menjadi ciri khas di masanya. Kaum pribumi elit Jawa sempat menggunakan seragam tersebut saat gubernur Daendels membuat korps prajurit pribumi "Jayengsekar" pada tahun 1808. Kebaya Janggan dianggap sebagai akulturasi perpaduan antara seragam militer eropa dan busana tradisional Jawa dengan potongan yang lebih feminis yang digunakan oleh kaum perempuan.
Penulis: Dewi Sutomo
Editor: Samuel Suryadinata
Referensi:
Wijanarko, fajar. 2021. "Wastra Langkara, literasi busana bangsawan Yogyakarta". Jakarta: Perpusnas press
"Kebaya: Identitas Nasional Indonesia". Research Center for Society and Culture, Indonesian Institute of Science (LIPI). 3 November 2020.
ππππππ ππππππ πππ πππππππ ππππππππ
Gunung Slamet dipenuhi dengan kisah mitos dan mistis, salah satu yang terkenal adalah tentang kepercayaan masyarakat pada ramalan Jayabaya. Gunung Slamet disebut akan meletus dan Pulau Jawa terbelah menjadi dua!
Dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara dari bea cukai hasil tembakau/rokok, yuk, ikuti:
β¨ LOMBA POSTER DIGITAL "GEMPUR ROKOK ILEGAL" β¨
Belajar untuk berdamai, dimulai dari berdamai dengan diri sendiri yang bukan manusia serba bisa; yang masih punya banyak salah; yang tidak bisa mengubah masa lalu