belajarlah merahasiakan kehidupan pribadi. tetaplah rendah hati, tidak semua orang perlu tau segalanya tentang kita. semakin sedikit orang tau tentang kita, maka semakin sedikit pula orang yang membicarakan kita. jagalah kehidupan pribadi kita sebaik-baiknya.
Tau gaksih banyak orang yang menahan dirinya untuk tidak merespon dan membalas ketidaknyamanan dari sikap dan pendapat orang lain karena bagi mereka ilmu tenang itu mahal ☺️
@gitaacitra@disyarinda Saya yang punya 2 anak laki-laki, pantang mengajarkan patriarki di dalam rumah. Saya ajarin kalau anak cwo/cwe itu sama dan harus bisa basic skill mcm nyapu, ngepel, beberes dan masak 😁
"Bagaimana Hukumnya Secara Agama?"
Bagi yang muslim, masih banyak yang takut bahwa vasektomi itu haram. Memang ada 2 pendapat. Yang mengharamkan itu beralasan bahwa vasektomi adalah proses pemandulan permanen.
Kalau bagi saya, jelas saja itu halal. Vasektomi bukan pemandulan permanen karena secara kedokteran, vasektomi bisa dipulihkan kembali dengan sebutan vasovasostomi. Terlepas dari sangat jarangnya orang yang melakukan vasovasostomi, namun itu setidaknya menunjukkan bahwa vasektomi bukanlah pemandulan permanen.
Vasektomi bukan dengan mengambil buah zakar (testis) lalu membuangnya. Vasektomi hanya memutus saluran dari testis ke saluran sperma. Jadi, setelah vasektomi, pabrik sperma kita masih ada di sana. Hanya "kabelnya" diputus dan diikat, jadi tidak keluar.
Demikian jika kita berdiskusi dari sisi permanen atau tidak permanen. Vasektomi tidak sepenuhnya permanen.
Namun selain itu, syarat vasektomi di negara kita juga sudah cukup masuk akal. Peserta sudah berusia di atas 35 tahun dan sudah punya 2 anak. Jadi, kan tidak semua orang boleh melakukan vasektomi.
Dan yang lebih penting lagi bagi saya adalah: umat Islam harus mulai untuk memikirkan keturunan dari sisi kualitas, bukan lagi kuantitas.
Zaman dulu, sangat mungkin ada kondisi di mana "jumlah" itu sangat penting. Terutama ketika kondisi perang dan tidak aman. Namun di kondisi sekarang, pandangan itu jelas harus diubah.
#islammasadepan #islamdenganlogika
Adalah zalim jika kita mempunyai banyak anak namun tidak mempunyai perencanaan yang bagus terhadap anak-anak kita.
Kita berserah diri ke Allah? Iya. Tapi bukan berarti kita tak wajib ber-ikhtiar. Dan salah satu ikhtiar menghasilkan generasi muslim yang lebih baik adalah dengan menyiapkan rencana yang baik untuk anak-anak kita.
Biaya hidup mahal, biaya kesehatan makin mahal, biaya pendidikan juga apalagi. Jika kita seenak sendiri menuruti nafsu dengan mempunyai banyak anak tanpa rencana yang baik, itu namanya kita orang tua yang durhaka.
Dan jika kita sudah sadar akan pentingnya Keluarga Berencana dan kontrasepsi, maka seharusnya kita tidak membebankan semua itu ke istri. Pada titik tertentu, suami juga harus peduli dan menjalani vasektomi.
Diniatkan untuk membahagiakan istri. Diniatkan untuk memaksimalkan potensi anak yang sudah kita miliki. Maka vasektomi bukan hanya "tidak haram", namun juga jadi jalan ibadah kita.
Sekian.
(Hasyim Muhammad)
@mestyariotedjo Penekanan kalimat tsb ke fungsi orang tua. "Sbg orang tua perlu cerdas dlm bnyk hal, agar anak2nya bs tumbuh dgn proper". Bukan "Jgn asal hamil, yg nanti ya terserah nanti."