Valentin Barco lahir 21 tahun yg lalu di kota Veinticinco de Mayo, Provinsi Buenos Aires.
Saat masih kecil, ia harus menempuh perjalanan sejauh 450 km setidaknya empat kali seminggu dgn menggunakan mobil Renault tua milik ayahnya demi bisa berlatih di akademi Boca Juniors.
Ini terpaksa dilakukan Barco karena akademi Boca tak memiliki kamar asrama untuknya.
Dalam beberapa wawancara dengan media lokal Argentina, keluarga Barco menceritakan bahwa kondisi ekonomi mereka sedang sangat sulit.
"Kadang-kadang saya bilang kepada Valen kalau kami hanya punya uang untuk bensin dan tol. ‘Ibu tidak punya uang sepeser pun untuk membelikanmu sesuatu’,” cerita ibu Barco, Patricia kpd media Argentina, TN Deportivo.
Mengetahui bahwa ibunya tidak bisa membelikannya bahkan sepotong roti pun, Barco menjawab tenang.
“Tidak apa-apa, Bu, kita berangkat saja, bagaimana menurut Ibu?”
Dan dari sanalah mereka berangkat.
“Kami keluar dari fasilitas latihan, tempat mereka memberinya sebuah roti isi dan sekotak jus kecil, lalu kami naik ke mobil. Dia akan menyiapkan mate (teh tradisional) dan memberikan setengah roti isinya kepada saya. Valen berkata, ‘Aku tahu Ibu juga lapar’, tetapi saya tidak mau menerimanya,” cerita Patricia diiringi isak tangis haru.
“Kami turun untuk mengisi bensin di pom dan terkadang, saat cuaca sedang panas, saya tahu dia melihat ke arah lemari es karena ingin makan es krim. Namun saya tidak bisa membelikannya karena saya tidak punya uang dan dia dengan tangan diletakkan di belakang tubuhnya akan menatap saya sambil berkata, ‘Tidak apa-apa, Bu'.”
Kesulitan2 jalanan ini, ternyata ikut menempa mentalitas Barco sejak usia dini. Di saat anak2 lain beristirahat di mes klub, Barco menghabiskan masa kecilnya untuk belajar dan tidur di kursi belakang mobil Renault tua bersama ayah dan ibunya.
Pengorbanan, kerja keras, dan bakat membuat Barco menjalani debut di Boca Juniors pada Juli 2021 pada usia 16 tahun, 11 bulan, dan 23 hari. Barco menjadi salah seorang debutan termuda dalam sejarah Boca.
Fans Boca mengenal Barco krn memiliki gaya bermain yang berani dan cenderung provokatif khas jalanan Buenos Aires.
Performa tersebut membawanya pindah ke Brighton dan kini ia bersinar di Strasbourg sebagai seorang gelandang. Penampilan itulah yang membuat Barco dipanggil Lionel Scaloni dalam skuad Piala Dunia 2026.
Dia memang hanya bermain 19 menit di Piala Dunia 2026 saat Argentina menang 3-1 melawan Yordania.
Meski begitu, Scaloni menilainya tinggi dan mengatakan Barco adalah salah seorang aset penting bagi Argentina di masa depan.
@LaMensayera Amo tu astrología....con ese humor tuyo tan característico. A veces no se si reír o llorar. Naaa siempre termino riéndome . Besos. Y Feliz Navidad bella.