Bukan maksud gue mau muji, gue juga gak pernah belajar di Gontor. Tapi gue kenal dekat sama beberapa alumni Gontor dan karakternya langsung kebaca:
Rendah hati. Gak pernah pakai ilmu buat ninggiin diri, penampilannya sederhana, jauh dari gaya “si paling” atau umbar nasab “si cucu”.
Hidup sederhana dan peka sama sesama.
Dan setelah gue dalami, ternyata itu bukan kebetulan. Itu hasil DOKTRIN.
Sejarahnya juga bukan cuma dimulai dari 1926. Akar Gontor itu dari 1742, dari Pondok Tegalsari. Sempat mati pada 1918.
Lalu pada 9 Oktober 1926, dihidupkan lagi oleh tiga kakak beradik yang usianya masih 25, 18, dan 16 tahun: KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fanani, dan KH. Imam Zarkasyi. Mereka dikenal sebagai Trimurti.
Di usia segitu, mereka gak mau bikin pesantren yang cuma bisa ngaji, tapi juga gak mau bikin sekolah Belanda yang cuma mencetak pegawai. Mereka mau bikin laboratorium pemimpin.
Puncaknya 12 Oktober 1958. Dan ini yang menurut gue gak ada di sekolah lain.
Saat pondok udah besar dan kaya, mereka MEWAKAFKAN seluruh pondok kepada umat Islam. Dikelola lewat Yayasan Wakaf. Sejak saat itu, Gontor bukan milik keluarga. Milik umat.
Dari sinilah lahir kalimat Kyai di foto ini:
“Jika hidup saya lebih mewah dari santri, silakan demo!”
Itu bukan sekadar pencitraan. Itu sumpah Trimurti yang pertama: makanan, minuman, dan tempat tidur Kyai gak boleh lebih baik dari santrinya.
Lalu apa arti MODERN?
Modern bukan soal gedung ber-AC. Modern itu sistem.
Gontor mengganti sistem ngaji tradisional dengan sistem klasikal, asrama 24 jam, KMI 6 tahun, bahasa Arab dan Inggris wajib, serta organisasi santri.
Artinya, Gontor gak cuma ngajarin pelajaran. Mereka mengatur EKOSISTEM.
Di kelas belajar fikih, di asrama belajar antre mandi, di dapur belajar jujur, di lapangan belajar pidato.
Mesin doktrinnya: Panca Jiwa.
Jauh sebelum Indonesia punya Pancasila, Gontor udah punya Panca Jiwa:
Keikhlasan: kerja tanpa pamrih.
Ini yang mematikan mental “si paling”. Otak gak dilatih buat cari pujian, tapi cari ridho.
Kesederhanaan: sengaja dibuat sederhana. Makan sederhana, tidur berdesakan. Dalam sains religi, ini disebut neural pruning. Ego dan sifat manja dipangkas lewat lingkungan setiap hari. Dalam Islam, ini namanya bi’ah shalihah.
Berdikari: Gontor gak pernah minta bantuan pemerintah. Santri disuruh buka koperasi, cuci baju, bertani sendiri. Mentalnya dilatih jadi pemberi, bukan peminta.
Ukhuwah Islamiyah: hidup seribu orang dalam satu kompleks. Kalau egois, ya mati. Dipaksa belajar rukun.
Kebebasan: bebas berpikir, tapi kebebasan yang bertanggung jawab.
Jadi kenapa teman gue bisa rendah hati?
Karena selama 6 tahun, otaknya direndam dalam lima nilai itu.
Karakter itu bukan diwariskan lewat darah, tapi dibentuk lewat sistem yang sama setiap hari.
Doktrin Gontor bukan doktrin kekuasaan atau nasab. Doktrinnya satu:
“Jangan pernah merasa lebih tinggi dari santri yang kamu pimpin.”
"Kau besar aku tak berlindung, kau kaya aku tak meminta, kau kuat aku tak gentar, di atas hanya Allah, di bawah hanya tanah"
- KH Hasan Abdullah Sahal
Btw Prabowo di shaf berapa ada yang lihat?
Kalau teddy kan di satir sebelah
Prabowo ditegur secara halus sama ulama Gontor agar jangan anti-kritik.
Ulama kalo negur itu pakai kiasan dan banyak refleksi ke diri sendiri, "Teruntuk Pak Presiden, kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya melebihi para santri, maka boleeh para santri protes, boleeh kritik, boleeh demo."
Semoga ybs sadar dan bisa mencerna gaya teguran ulama.😭
Update! Hehe. Hari ini aku udah apply beberapa. Setelah itu buka Youtube dan nggak sengaja nemu podcast dari Suara Berkelas yang ngomongin soal otak.
Dari sana, aku sadar. Ternyata aku sejahat itu sama badanku. Hehehe.
Aku baru tahu, kalau ternyata otak itu suka dikasih tantangan. TAPI. Otak nggak suka dikasih tantangan yang targetnya langsung besar.
Makanya, lebih baik target itu dipotong jadi kecil-kecil. Toh, nggak apa-apa kok jalan dikit-dikit, asal konsisten. Kan tetep nyampe.
Daaan, katanya kita harus cari tahu dulu tubuh kita lebih berenergi diwaktu kapan. Karena ada yang tipenya morning person atau night owl, 'kan?
Daripada scroll-scroll somed gak jelas, mending jadi tambah pinter dengan belajar trading dari basic
Udah ada 2.5 jam-an dengan total sejauh ini 9 video
Pantengin ini sebelum asal masuk ke trading dan masukin uang buat setoran di pasar finansial
https://t.co/Cx0vCEIq3w
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
kok sampe sekarang prabowo masih blum ngucapin belasungakawa ke para korban atas tenggelamnya kapal virgo ya? dia lagi mempraktikan mindfulnes in the era of bad news kah?
🚨 Punya akun Google Gemini AI tapi cuma dipakai buat chat sama tanya jawab doang?
Rugi bangeeet.
Padahal ada fitur yang bisa bantu ngehemat waktu kerja berjam-jam.
Ini 7 fitur Gemini yang mungkin belum kamu manfaatkan 👇
curiga website belajar bahasa Inggris ini cuma kedok cuci uang deh 😭
masa fiturnya komplit banget—ada short video berbahasa inggris, game kosakata, latihan dictation, shadowing, sampai mock test TOEIC & IELTS. terus sebagian besar fiturnya gratis
tip supaya punya gaji 2 digit dengan cepat:
menjadi kutu loncat.
jadi kutu loncat itu lebih works dibanding minta naikin gaji ke atasan. Minimal kalau minta naikin gaji bawa offer letter dari perusahaan lain supaya ada daya tawarnya.