Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
fiturny sderhana aj.. cuma ada grammar checker & translate to english 😭🙏🏻
biar gampang akses kalimat2 yg udah dibneerin, ak juga bkin history section yg mnyimpan riwayat pngecekan kalimat km
cobain skearangg,, 100% gratis & unlimited👇🏻
https://t.co/nShM5Nwa5c
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
ahh… listening to the song feels like the whole album is indeed truly dedicated to suhyun🥺 from the track 1 itself, it’s like talking to someone who’s completely worn out, it contrasts the city with this “rumored paradise,” which isn’t really a place but more like healing, peace, or something more meaningful.
it’s basically saying that the struggles you go through, the pain, the exhaustion, even the “blisters” are part of the journey, and there are things you’ll only understand once you leave what’s familiar. and even if you feel like something inside you is broken or can’t be fixed, there is a place (or state) where that pain won’t define you anymore.
and maybe the most important part is you don’t leave just to escape. you leave to find something real, like love, meaning, or yourself.
🫶🏻 Paradise of Rumors MV: https://t.co/vzQDZPnlop
“For Suhyun, who had social anxiety and stayed inside the house for two years, Chanhyuk moved in with her, exercised with her all day, and basically ran a Marine-style mental training camp.”
MIT punya ribuan kursus yang bisa diakses siapapun, gratis, tanpa daftar, tanpa deadline.
Bukan preview, bukan trial.
Full curriculum dari salah satu universitas teknik terbaik di dunia.
Dan ini udah ada sejak 2001.
SIBI ini buku digital resmi dari Kemendikbudristek, selain buku cerita berjenjang, ada juga buku2 pelajaran sesuai kurikulum.
Sekali lagi, ini GRATIS ya. Bisa diakses di https://t.co/bwob6TymZU atau Googling SIBI juga bisa.
Buku favorit aku dan si bayi adalah Kue Kimu! Kalau kamu? 😄
Abis diskusi cukup banyak di thread ini, aku jd penasaran dan baca2 tentang kapan waktu terbaik utk investasi pendidikan terhadap anak. Aku coba rangkum dan sertakan sumber penelitiannya di bawah 👇
Ternyata benar, pendidikan anak paling efektif itu di 6 tahun pertama kehidupan (usia 0-6 tahun), terutama PAUD/TK.
Kenapa?
Karena di 6 tahun pertama terjadi proses synaptogenesis (pembentukan jutaan koneksi saraf baru) dan synaptic pruning (pemangkasan koneksi yg jarang dipakai).
Pengalaman dini seperti stimulasi, bahasa, interaksi, termasuk lingkungan sekolah yang bagus, akan membentuk pondasi otak secara permanen.
Setelah 6-7 tahun, plasticity-nya sudah menurun drastis.
Intinya: Di usia dini, anak harus kita kasih input berkualitas tinggi, agar dampaknya lebih cepat dan permanent. Kalau telat, maka kita harus "menggantinya" dgn biaya yg lebih mahal, sedangkan hasil yg didapat lebih kecil.
Ada pendapat lain?
Sumber
Penelitian 1: https://t.co/1MaEthJf1B
Penelitian 2:
https://t.co/S7aAc542MS
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
tenang bapak bapak, belakangan ini, satu set gamis + kerudung begini udh mulai terjangkau kok harganya. coba save ini. kutaro di reply brand yg murah tp baguss~
bahan natural sekalipun, yg adem & menyerap keringet, ga nyampe sejuta kalo pinter nyarinya. apalagi brand lokal sekarang juga bagus bagus bgt🥰
istri nyaman dan tertutup aurat, suami jg bebas dari pertanggungjawaban menjaga aurat istrinya~ adem liatnya🤍