Maaf ya Pak saya upload mukanya, soalnya Bapak tega banget...
Motor saya Bapak tabrak sampe salto di halaman rumah saya sendiri. Minimal Bapak minta maaf + minimal jujur ke security waktu mau pulang.
Babak belur, Pak, motor saya. Baru juga 2 bulan umurnya.
Ini DRIVER “anak”nya si “tetangga”ku. Akhirnya aku minta tanggung jawab ke tetanggaku, karena ya ini supir ANAKNYA.
Kira-kira tanggung jawab gak?
TIDAKKKK 🤣
PS: Kejadiannya udah dari Februari, karena saya pikir beliau sudah pernah diberi tahu oleh Pak RW dan sepertinya mau bertanggung jawab.
Karena baru mau saya reparasi bulan ini, jadi baru saya hubungi kembali.
Tolong diedukasi supirnya buat lebih bertanggung jawab. Yah, tapi majikannya juga sama aja sih 🥲🥲🥲🥲
👇👇 Chat si tetangga 👿
Malah disuruh laporin polisi, ngelaporin siapa? Hadeh, nih boomers malah tantrum...
Yaudah, gak usah, Om. Aku ikhlas. Motornya langsung aku JUAL 🤣 Soalnya kalau liat jadi inget kelakuan Om & supir Om.
Uangnya gak seberapa kok, Om. Padahal cuma masalah ADAB 😇
Aku percaya sama hukum tabur tuai aja hehehe.
Menurut kalian, kalau kejadian kayak gini, siapa yang seharusnya bertanggung jawab?
Indonesia menjadi negara anti-sains, nirempati, denial. Semua kejadian buruk terjadi tapi mereka bilang:
- Erupsi Ank Krakatau: Ulah antek asing
- Keracunan Massal: Cuma sakit perut biasa
- Kebakaran Hutan: Tidak separah di sosmed
We’re doomed!
coba nilai nih sama kalian, gimana gak kesel coba motor orang main bawa2 aja, udah gitu helmnya pake di ilangin eh ngakunya salah bawa, gamasuk diakal banget yakan
btw dia ini satu kosan tp gak saling kenal
Info 🚨
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
02/09 di Jombang (256)
02/09 di Bener Meriah, Aceh (16)
03/09 di Lasem, Rembang (777)
03/09 di Agam, Sumbar (344)
03/09 di Toraja (152)
08/09 di Sleman (70)
08/09 di Blora (136)
gue baru aja ngalamin sendiri, “ohhh ternyata begini rasanya ngurus pelayanan dari institusi yang korup!” 😭
ngurus orang yang kecelakaan tunggal aja bisa seribet itu. katanya BPJS gak bisa diproses kalau gak ada laporan dari polsek. kan AJG 😭
mana prosesnya diputer-puter lagi, dari polsek ke polres, terus balik lagi ke polsek. bayangin, kasusnya cuma “orang jatuh dari motor karena refleks menghindari lubang, terus malah kepleset.”
tapi yang jatuh malah dibilang lalai karena menghindari lubang.
MAKSUDNYA LALAI APAAN AJG!? 😭 orang refleks menghindari lubang terus jatuh itu bukan kelalaian, itu justru bentuk kewaspadaan.
baru kali ini gue ngalamin hal setolol ini sampai otak gue gak bisa nerima 😭
gambar 1: lubang yang dihindari saudara gue pas jam sibuk, sekitar jam 7-an pagi.
gambar 2: luka lecetnya juga sebenarnya kecil banget dan jatuhnya pelan, bukan kecelakaan yang sampai ngebut atau jatuh keras.
dan yang paling gong, udah jatuh malah harus bayar karena dianggap “KELALAIAN” gara-gara menghindari lubang.
gue ulang lagi ya: “KELALAIAN MENGHINDARI LUBANG!” WTF 😭
jadi yang disalahin malah orang yang jatuh? gak masuk akal banget.
gue udah capek banget ngurus beginian. besok masih disuruh ketemu lagi, tapi bodo amatlah.
emang kesannya polisi cuma pengen duit aja. dari awal udah dibikin serba salah.
“kalau Masnya gak merasa ini kelalaian, ya sudah. nanti laporannya gak bisa saya proses dan monggo bayar sendiri BPJS-nya.”
“tapi kalau Masnya mau diproses BPJS-nya, ya ada biaya denda untuk korban sesuai undang-undang.”
AJG BANGET 😭 kalimat itu sampai sekarang masih terngiang-ngiang 😂😂
last, intinya gue udah muak banget jadi WNI dengan sistem dari atas sampai bawah yang begini.
masa tiap ngurus urusan kepolisian harus punya orang dalam dulu? kan enggak juga.
gue udah capek banget. sekian, thanks teman-teman.
anyway, minta doanya ya teman-teman buat saudara sepupu gue. semoga tangannya cepat pulih dan segera membaik. thank you all ✨
untuk voice note suara “isolop”-nya nanti gue tunggu tindak lanjut dari laporan ini dulu. nanti kalau udah tahu keputusannya seperti apa dan harus bayar nominal berapa, gue coba infokan.