ㅤ
Dan konon, ada tanah yang merahimkan keberingasan seorang anak dalam gelapnya belantara. Ia berteman 𝘥𝘶𝘴𝘵𝘢 dan 𝘥𝘶𝘬𝘢. Kini berlomba bersama karma demi menebus dendam dengan 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩.
| https://t.co/fxuY0ClZ9Q |
ㅤ
“Sebab, lenyapnya demokrasi berarti lenyap pula Indonesia Merdeka” (Hatta, 1960, p. 30). Buku ini tersusun sebanyak 11 sub-judul yang berisi tentang kritik pada krisis demokrasi saat itu dan pengingat atas kehakikiannya.
[ #RABURuangBuku@outer_cosmo ]
͏
AKU tanah kerontang, dan ENGKAU tetes hujan. Atas gersang yang kau airi, terima kasih—akan kutukar sepanjang hayat mengupas miliaran kulit jeruk di beranda kita.
͏
͏
Pada akhirnya, tak lagi kita dikungkung penghujan yang mewaktu dalam terungku. Telah merambat munajat cinta di ulu jantung—dari yang teraba, dari yang tersua.. mungkin kata, mungkin kita. Apa pun itu, untuk amin-amin berkekalan; cinta.
BERMUARA kita, berwindu-windu.
͏
️️
️️
𝐇𝐀𝐑𝐀𝐏 𝐓𝐄𝐍𝐀𝐍𝐆! 𝐒𝐄𝐃𝐀𝐍𝐆 𝐔𝐉𝐈𝐀𝐍!
Sekali-sekala pada ruang yang menggiling mimpi para siswa menjadi putih seperti tulang kremasi. Di sana tangan mereka dipakuㅡ kerjakan atau masuk peti mati? Perlombaan menuju liang lahat pun dimulai!
️️
️️