@jorgianaaa Untuk mayoritas, kayaknya lebih karena (2) goblok makanya jadi (1) disetting. Gapunya daya analitis cukup untuk lihat isunya memiliki potensi motif politis besar. Atau kalau punya pun, masih kalah sama prior belief yang masih menganggap queer sebagai outgroup ;(
@NaziraCNoer Kesalahanku adalah berasumsi kalau dirimu masih punya hati dan empati untuk memahami dampak yang dirasakan banyak orang dan efek yang dialami sampai sekarang.
Eh tapi aku salah berasumsi gitu. Ternyata cuma tipikal nepobaby ga napak tanah.
"Banyak orang terluka"
Alih-alih memahami asal-muasal lukanya, si mba ini malah menjadikannya label negatif demi mematahkan kritik.
Fix, nepobaby yg gabisa empati. "Lawan kita ke atas" my ass.
Beneran kalau bisa atau malah ada, aku sangat mau untuk ikut berkontribusi membuat/bergabung selama itu memungkinkan.
Sempet kepikiran/bermimpi juga kalau suatu saat punya tanah (ga tahu bisa atau engga), pengen langsung aja tanahnya dikomunitaskan seperti ini aja.
Ini emang seharusnya tugas pemerintah tapi kita bisa ga sih secara mandiri buat jejaring sosial untuk memastikan kalau orang yang tidak punya pekerjaan itu paling tidak bisa makan dan hidup punya naungan? Maybe yang kecil dahulu.
Yang mungkin masih terbayang dipikiranku saat ini adalah penciptaan komunitas kecil untuk buat sistem memasak bersama. Dimana nanti tugas memasak dilakukan secara bergilir dan makanan dibagi secara adil bagi komunitas kecil tersebut.
@NaziraCNoer@sisifus_ Mba-nya akan lebih gampang melihat serangannya sebagai kritik yang berdasar kalau mba-nya nyoba misahin mana figur ayah dan figur Arifin sebagai sutradara film propaganda. Ga semua hal yang terjadi di dunia berputar di diri personal aja mba.
@bleednectar@blessedchoke@NaziraCNoer Ah iya, my bad.
Tapi poinnya tetep aku pengen mendengar elaborasi pandangan dia tentang pembuatan film propaganda itu.
@ridoarbain Iyah, sakit bgt bacanya. Rasanya kyk digaslight. Udah ditodong berkali-kali isu aslinya diem. Yang dibahas malah "you guys are so mean, you guys hurt my feeling. Now I'm sad :("
@ikanatassa cara main org² berkuasa emang gini ya kak, dikit² ngajak ketemu, biar apa? biar bisa nunjukin power?
harusnya sih lebih malu udh ngebelain anak salah satu org yg udah menyebabkan kesengsaraan bagi BANYAK org lain bahkan hingga sekarang, berani mengakui ini ga?
@blessedchoke@NaziraCNoer@bleednectar@NaziraCNoer Mba jawab dong. Publik berhak tahu ini elaborasi thd "dibohongi sejarah" itu gimana. Dampak film-nya jelas publik, yang menderita dan mati banyak. Penjelasannya harus juga publik!
Jangan dibawa ke rusng privat pake acara ketemuan dan ngopi segala.
Jelas gk perlu.
Film Pengkhianatan G30S itu urusan publik. Korban sesungguhnya film itu juga publik—rakyat Indonesia yang pemahaman sejarahnya dimanipulasi, dan terutama, keturunan PKI/dianggap PKI yang distigmatisasi puluhan tahun.
Jadi, segala penjelasan pun haruslah publik.