ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
prabowo lagi lagi masuk media asing karena:
- Bank asing pilih cabut daripada ikut agenda Prabowo
- 11,5 triliun rupiah juta ditarik Citigroup, StanChart, HSBC sejak 2024
- OJK diduga lobi bank untuk biayai MBG & Kopdes
- Sebab takut kebijakan Prabowo terlalu dikuasai negara
- Danantara minta pinjaman $10 miliar bank merasa ditekan
- Rupiah melemah makin tidak menarik simpan uang di sini
- Danantara jual obligasi bunga 2% ke konglomerat
- Danantara dikecualikan dari pengawasan pajak & hukum
- danantara tidak pernah rilis laporan keuangan
- analis khawatir jadi sarang uang kotor
Waktu di awal mereka diingatkan berkali-kali dengan data dan kajian soal MBG dengan diskusi yang santun, apakah didengar? Nggak. MBG tetap dijalankan secara ugal-ugalan. Lalu saat kerusakan udah terjadi, ujug2 ngajak “diskusi” gitu? Ya pantes aja lu diusir dari kampus, karena mahasiswa sama dengan kita, sudah muak dan ingin melawan.
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%.
ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT.
TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA
TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG.
SIAP2 MENYALA BERGILIR
BUKAN PEMADAMAN BERGILIR
Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat.
Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode.
Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan.
PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya.
Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung.
PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN.
Sederhana:
PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar.
KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini.
pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu.
kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk.
ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk.
DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA?
Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini.
Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya.
Masalahnya adalah timing pencairannya.
Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan.
Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang.
PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu.
Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan.
Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur.
Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat.
Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama.
Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada.
Rakyat bayar murah.
PLN tombok dulu.
APBN yang bayar belakangan
Dan siklusnya terus berulang setiap tahun
APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Temanku di Banggai Laut, Sulawesi Tengah, cerita soal menu SPPG di sana yang menyajikan menu ikan lele fillet, padahal kami di Banggai tiap hari makan ikan laut.
Ikan lele itu dikirim dari Surabaya.
Parah2 ini MBG.
Temanku komen di konten YouTube @pandji
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Danau Paisu Pok adalah surga tersembunyi di Desa Luk Panenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
📹 : @/syahrul_dandy
Nama Paisu Pok berasal dari bahasa lokal; "Paisu" berarti air dan "Pok" berarti hitam. Nama ini lahir dari penampakan danau yang tampak gelap dari kejauhan akibat pantulan vegetasi dan kayu di dalamnya.
Namun saat mendekat, airnya justru sangat jernih dan berwarna biru.
Tag teman yang ingin Kawan @GNFI ajak ke sini! Semoga terlaksana, ya!
Ini adalah gelas minum tradisional masyarakat adat Ireres di Tambrauw, Papua Barat Daya.
Dibuat langsung dari bambu pilihan yang sudah tua karena seratnya lebih kuat dan tra mudah menyusut atau retak saat dikeringkan.
Sebuah praktik hidup berkelanjutan yang sudah diwariskan turun-temurun. Habis pakai? Tinggal cuci dan keringkan.
Kalau sudah rusak? Tinggal kembalikan ke alam untuk terurai secara alami. Sederhana, tapi berdampak besar untuk bumi.
Saatnya kita kurangi plastik sekali pakai dan tengok kembali kearifan lokal kita.
Kalau kam sendiri, pernah coba minum dari wadah alami apa saja?
Tulis di kolom komentar ee….👇🏽
#BeradatJagaHutan
#BeradatJagaLaut
#DefendingParadise
#RasaTimur
5 Juni 2026:
Bertemu Dengan Pohon Tertinggi di Asia Timur (84,1 meter).
Kita mungkin mengira akan relatif mudah untuk menemukan objek sebesar ini, tetapi tugas tersebut sama sekali tidak sederhana. Para saintis harus menjelajah hutan selama nyaris 10 tahun sampai kemudian baru bertemu pohon tertinggi di Asia Timur dengan tinggi 84,1 meter yang selama ini hanya berupa sebuah legenda yang oleh suku Rukai (penduduk asli setempat) dikenal dengan sebutan "Pohon Yang Menyentuh Bulan".
Taiwania cryptomerioides alias Pedang Surga atau The Heaven Sword dengan perkiraan minimal usia 1.000 tahun ini ditemukan di hutan Taiwan. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi ini, bukan hanya keajaiban alam; mereka adalah penjaga lingkungan yang sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan pohon-pohon yang tumbuh disekitarnya, tapi juga bagi kesehatan planet kita sendiri. Sang Pedang Surga beserta pohon-pohon tinggi disekitarnya menyerap sejumlah besar karbon dari atmosfer, menyimpannya di dalam batang dan sistem akarnya yang kemudian mendistribusikan kelingkungan disekitarnya.
Credit:
https://t.co/RffmCUIfaw
Terendam air laut tiap hari tapi tra lapuk-lapuk?! 🌊🪵
Ternyata ini rahasia magis homestay di Raja Ampat!
Tiangnya pakai kayu bakau pilihan yang dikuliti sampai bersih.
Uniknya, kayu ini makin kena air asin justru makin keras kayak besi!
Ditambah atap daun rumbia yang bikin suhu kamar tetap hangat pas malam hari dan adem alami pas siang.
Selain estetik, ternyata ramah lingkungan sekali e! Makanya orang Raja Ampat paling sayang dong punya lingkungan.
Ingat pesan ini: Ko jaga alam, alam jaga ko! ✨
Kapan kam ke Raja Ampat? 🌴
#BeradatJagaHutan
#BeradatJagaLaut
#DefendingParadise
#RasaTimur✨
Ga kuat liat video pembukaan lahan di papua dan kalimantan. Rumahnya orang utan dan satwa endemik lainnya dihancurkan begitu saja.
Kapan kita merasa cukup? Apakah sampai seluruh hutan dibabat habis? Kemaruk!!