Ini hasil dr pertumbuhan ekonomi 5 persen??? Fenomena "Makan utang"
https://t.co/TacIIP5VIx
Pertumbuhan pinjaman online dan paylater meningkat pesat, mencapai Rp 100,69 triliun dan Rp 56,3 triliun.
Dalam tiga tahun terakhir, jumlah penganggur berijazah sarjana terus meningkat. Tahun ini angkanya mencapai 1,03 juta orang, naik sekitar 200 ribu dari tahun sebelumnya.
#TempoPlus
Is this the downfall of Aldi Taher? 🤔🤔
Jadi ceritanya kemarin Jet tampil di The Sounds Project, tiba2 Aldi Taher muncul dari backstage utk meluk vokalis mereka Nic Cester.
Tapi ternyata ulahnya justru bikin sebel crew backstage yg di mana menurut mereka panggung itu sama kyk rumah orang yg kita gabisa sembarangan masuk.
Jujur gue pun makin ke sini makin muak ngeliatnya, gue gak ngerti kenapa masih banyak yang ngeidolain dia 😅😅
KHARIQ ANHAR DITUNTUT 6 BULAN PENJARA
Bayangkan, suatu hari kamu membuat postingan kritik justru berakhir di penjara. Hal itu yang dialami khariq, padahal ia hanya mengemukakan ekspresi satir dengan menggunakan timpa teks sebagaimana budaya kritik orang muda di internet.
Aktivis pendidikan, pemerhati pendidikan, para Guru harus cegah jika Presiden Prabowo akan membuat proyek pengadaan buku kembali terpusat. Sudah edan jika ini yg dilakukan. Akan merusak sistem baik yg sudah dibangun dgn susah payah.
-------
Ini aneh.
Ada Mendikdasmen malah yg press rilis soal buku sekolah malah Mensesneg dan Seskab. Apa Medikdasmen menolak ide yg disampaikan Presiden? Karena Mendikdasmen tahu bahwa apa yg akan dilakukan salah?
Mekanisme pencetakan buku di Indonesia itu ada aturannya. Ndak bisa Presiden melihat buku sekolah yg menurut beliau hurufnya kecil2 (entah buku apa), lantas mau mengubah isi buku pelajaran sekolah, yg arahnya pasti mau mencetak buku baru.
Dari Keterangan Teddy dan Pras ini banyak keanehan. Seakan cari2 masalah dicetakan buku, dan masalahnya seakan nasional, dan ujung arahnya jelas ini kemana.
-----
Mekanisme penyediaan buku teks sekolah itu tak seperti yang dijelaskan mereka berdua ini. Terkait isi/materi, itu merujuk ke Kurikulum dan capaian apa yg mau dituju. Bukan merujuk ke isi/materi buku negara lain.
Mekanisme pencetakan buku dan pengadaan buku pun sudah ada permendikbud nya. Bukan Mensesneg apalagi Seskab yg punya domain, tapi Mendikdasmen yg merujuk ke Kurikulum yg berlaku.
Saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian yg mengurusi persekolahan, jika terkait buku, hanya bertindak menyediakan materi/isi buku, dan draft siap cetak yang telah dikurasi oleh tim buku di Pusat Buku Kemendikdasmen. Tak boleh ada lagi proyek pengadaan buku terpusat yg acap jadi sarang Korupsi.
Draft materi siap cetak itu lah yang nanti dicetak percetakan/penerbit terdaftar untuk dijadikan buku. Semua draft buku tsb yang juga berbentuk BSE, bisa juga didownload setiap orang yang membutuhkan buku pelajaran sekolah.
Pengadaan buku cetak dilakukan sendiri oleh sekolah lewat dana BOS yg diberikan pusat. Sekolah memilih buku dari daftar buku yg sudah dikurasi yg dicetak penerbit/pencetak (tidak hanya satu) yg sudah mengantongi izin cetak di sistem pengadaan elektronik yg sudah ada. Sekolah bebas memilih Buku mana yg sesuai kebutuhan siswa dan sekolahnya.
-----
Dengan mekanisme yg sudah ada tsb, mestinya jika Presiden menemukan ada masalah di buku pelajaran sekolah, ya tinggal diskusi dgn Menteri Pendidikan, bukan dgn Teddy yg pasti bukan bidangnya soal pendidikan, persekolahan, apalagi perbukuan.
Misal, Presiden temukan hurufnya kecil di sebuah buku pelajaran, ya tunjukan ke Menteri pendidikan. Nanti Menteri akan jelaskan. Jika betul kecil (ingat semua cetakan itu lewat tim kurasi), maka Kementerian akan lakukan pengecekan buku sejenis yg diterbitkan penerbit/percetakan lain. Jika terbukti di semua buku dari penerbit/percetakan berbeda hurufnya kecil, maka draft yg telah dikurasi yg jadi masalah (ini nyaris mustahil). Draft itu yg diperbaiki.
Tapi jika hanya terjadi di buku salah satu penerbit/percetakan maka penerbit/percetakannya yg akan diperingati dan diminta perbaiki. Penerbit bisa2 di sanksi jika mengedit/mengubah draft yg sudah dikurasi yg mestinya jadi acuan pencetakan.
Jadi sesederhana itu mekanismenya, ndak perlu jadi kasus nasional, yg perlu dijelaskan mensesneg dan seskab, yang malah bau-baunya mau membuat proyek buku terpusat secara nasional. Proyek yg sudah disikat sejak era Presiden SBY, yg tidak boleh hidup lagi, karena jadi salah satu sumber munculnya mafia di Kemendikbud.
------
Jika materi atau isi buku yang dipersoalkan Presiden, maka mekanismenya mestinya juga dibicarakan dgn Mendikdasmen. Apa yg menurut Presiden perlu diubah atau diperbaiki.
Namun, jika terkait materi, walau Pak Prabow adalah kepala Pemerintahan, kan jauh lebih paham tim perbukuan yg ada di Kemendikdasmen. Ndak bisa Presiden punya ide sendiri, tanpa acuan apapun, kemudian ingin ubah materi atau isi buku. Bisa amsiong dunia persekolahan kita.
Seluruh materi/isi buku persekolahan itu merujuk ke KURIKULUM !! bukan ke buku di negara lain.
Salam
FK
Buku Pelajaran SD apa yg hurufnya kecil2 yg dimaksud Teddy ya?
Presiden Prabowo mengecek semua buku pelajaran sekolah? hebat sekali.
Seluruh isi buku teks pelajaran sekolah itu merujuk ke Kurikulum, bukan dibanding2 dgn buku sekolah negara lain.
Ini mau proyek buku kah?
Jadi gini, ceritanya Presiden mengecek kondisi buku pelajaran siswa, dari SD sampai SMA.
Beliau menemukan bahan bukunya mudah rusak dan ukuran tulisannya kecil.
Dari situ, kayaknya akan ada program perbaikan buku sekolah.
Pertanyaannya, apakah masalah ini termasuk prioritas yang urgen dibenahi di sektor pendidikan?
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil 🤣😹
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! 😁
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! 😬👍🏻
PSI diem aja pas Sekjennya diduga gak utuh kembalikan uang suap?👀
PSI bungkam soal dugaan Menhut Raja Juli Antoni belum kembalikan utuh uang suap dari Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman Amby.
Ketua DPP PSI Bestari Barus: “Kami tidak campur urusan kementerian.”KPK ungkap selisih signifikan: uang yang diberikan ~14.000 dolar Singapura, pengembaliannya belum utuh. Penyidik terus lacak sisa dana + aliran 12.500 dolar ke pejabat Kemenhut lainnya.
Suhardiman diduga kumpulkan total 46.500 dolar dari petani & camat.KPK tegaskan pemanggilan murni berdasarkan alat bukti. (Amalia Husnul A https://t.co/oxnxj1hc74)
Demi bocah ini:
MK merubah UU.
KPU merubah aturan.
Kemendikdasmen menyalahi prosedural.
Sebab apa mereka melakukan itu?
Sebab dia anaknya Jokowi.
Secara pribadi: saya tak mengakuinya.
Bagaimana dgn anda?
Bung Alimuddin jadi pembela pemerintah yang bicaranya tidak cocok dengan realita sampai di sebut oleh Bung Iqbal bila bicara jangan serampangan.
Apa gak malu ?
WHOOSH: Rp116 triliun
Kopdes Merah Putih: Rp240 triliun 😭
Pantes orang pada nanya, kok bisa lebih dari 2x biaya Kereta Cepat Whoosh?
Duit Rp240 triliun kalau dialihin buat transportasi publik, kebayang berapa banyak MRT, LRT, KRL atau jaringan kereta yang bisa dikembangin sampai luar Jawa.
Kalau gue pribadi sih buat belanja sehari-hari masih pilih pasar, warung Madura, Alfamart, Indomaret, dan warung sekitar.
Rp240 TRILIUN itu bukan angka kecil. Jadi wajar kalau rakyat nanya: manfaat sebesar apa yang bakal kita dapet dari Kopdes ini?
Prof. Zainal Arifin Mochtar:
Semua org, tokoh Reformasi yang konyol, yang teriak, yang kelihatan gagah, yang kemarin diusir di UGM atau apapun itu, tanyakan kepada mereka "Apa dari agenda Reformasi 98 itu yang bertahan.
Sebutkan yang mana yang berjalan dan mana yang berhasil sekarang!?
Aku gak yakin mereka masih bisa dan masih mau bersuara saat ini sementara banyak diantara mereka yang sdh duduk manis dgn jabatan empuk.
Ada yg sdh jadi komisaris, menteri, wakil menteri dan jabatan² empuk lainnya di BUMN.
Produk gagal Reformasipun sudah kehilangan arah dan bersanding dgn anak haram konstitusi.
Apa yg bisa diharapkan!?
#BangkitIndonesiaku
#SongsongPerubahan
Merdeka !!!
✊️🇲🇨🇲🇨
VI R A L K A N...!!! , Ayooo... Beginilah kondisi negara kita di beberapa daerah.... Bantu saudara kita yg didholimi..!!!💪💪💪
ini salah satu contoh korban kekejaman oligarki dan masih jutaan rakyat kecil didaerah2 yg juga menjadi korban keserakahan oligarki..!!!
CTI, TV Taiwan: DUKUNGAN KE PRABOWO ANJLOK GARA-GARA MBG!!!
Mengapa dukungan terhadap Prabowo tiba-tiba anjlok?
Ini karena kebijakan Prabowo sendiri
1) Pada tahun 2024, Prabowo meluncurkan program MBG, program andalannya yang memberi makan gratis ke siswa di sekolah seluruh Indonesia.
2) Program tersebut makan anggaran sangat besar, 229 triliun rupiah.
3) Tapi yang menjalankan program tersebut, BGN, tersangkut kasus Korupsi. Kepala BGN dan dua wakilnya jadi tersangka korupsi Juni lalu.
4) Kepala BGN yang baru langsung mundur setelah hanya 45 hari bekerja.
5) Para pejabat BGN menyalahgunakan wewenang dengan memberikan kontrak dapur ke yayasan milik mereka sendiri.
6) Tujuh yayasan SPPG terafiliasi dengan partai berkuasa, Gerindra.
7) TNI dan Polisi juga terlibat konflik kepentingan dengan memiliki dapur SPPG.
8) 40 ribu siswa dan ibu hamil sudah mengalami keracunan massal sampai bulan Juli kemarin.
9) Akibatnya, sebuah survei mengatakan 61,6% masyarakat tidak puas terhadap kebijakan MBG