Semua tulisan Dan Koe adalah MUST READ!
Ini beneran bagus!
Dengan perkembangan teknologi saat ini, apapun profesinya, tulisan ini berisi hal penting yang perlu kalian kuasai.
Baca!
Thank me later!
Gila! Gak sabar banget mau coba!
Kalo dari penjelasan di website Anthropic sih udah pernah dicoba untuk bantu Single-cell RNA sequencing analysis yang beberapa tahun lalu ngerjainnya harus pake komputer yang spesifikasinya gila-gilaan.
Let’s try!
Pagi ini ketemu ebook yang menarik tentang cerita rakyat jepang dan ini lebih komplit banget sih 😭
Ada Hiragana, katakana dan kanjinya, udah gitu full translate ke bahasa indonesia juga
Gue berusaha mengurangi menonton short video setelah tahu akibatnya bisa mengubah struktur otak.
Jadi ada penelitian tahun 2025 yang melakukan MRI otak pada 111 mahasiswa untuk dilihat hubungan antara sering menonton short video dengan volume gray matter otak.
Hasilnya menunjukkan orang yang rutin menonton short video ternyata memiliki area otak yang lebih sensitif terhadap instant gratification. Penelitian ini menyebutkan bahwa perubahan struktur otak tersebut bisa semakin membuat scrolling video menjadi tidak terkendali.
Penelitian lain menunjukkan bahwa rutin menonton short video berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif serta penurunan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri.
Sumber:
Neuroanatomical and functional substrates of the short video addiction and its association with brain transcriptomic and cellular architecture
Gue abis nonton YouTube Professor Jiang.
ternyata, setelah nonton video ini gue jadi tau, kalo banyak orang tua miskin yang salah didik anaknya.
tanpa mereka sadar, mereka sendiri yang ngunci anaknya buat tetap miskin dari generasi ke generasi.
disini gue bakal nyampein apa yang bener-bener gue tangkep dari video itu.
dia mulai dari satu pertanyaan sederhana.
"kenapa anak orang kaya cenderung sukses, dan anak orang miskin cenderung tetap miskin?"
kalian pasti mikir jawabannya karena uang?
menurut gue juga bener, tapi professor Jiang bilang jawabannya lebih dalam dari itu.
uang itu akibat. bukan sebabnya.yang bikin perbedaan bukan hartanya, tapi adalah gimana cara mereka ngasuh anak mereka sehari-hari.
dan perbedaan ini sudah ada jauh sebelum si anak masuk sekolah.
Professor Jiang nyebut ada 3 perbedaan utama.perbedaan pertama yaitu dari cara mereka ngomong.
orang tua kaya ngobrol banyak sama anaknya.
kalimatnya panjang. kosakatanya luas. penuh penjelasan dan diskusi balik.
orang tua miskin? biasanya singkat dan langsung.
"iya." "tidak." "pergi sana." kayak kurang diskusi langsung sama anaknya.
menurut gue ini bukan karena mereka nggak sayang, tapi karena mereka capek, stres, dan nggak punya energi lebih.efeknya besar banget.
anak kaya masuk sekolah dengan kosakata yang jauh lebih kaya. lebih gampang ngerti instruksi guru. lebih mudah ngekspresiin diri. lebih percaya diri ngomong di depan kelas.
anak miskin masuk sekolah dan langsung ketinggalan, bukan karena dia bodoh, tapi karena dari rumah emang nggak diajarin cara itu.perbedaan kedua yaitu dari cara sikap.
bayangin dua skenario.
anak kaya nyentuh kompor, tangannya kebakar. orang tuanya duduk, jelasin pelan-pelan.
"api itu panas, bisa bikin luka, makanya kita harus hati-hati ya."
penuh kesabaran. penuh penjelasan. anak merasa dihargai.sekarang skenario yang sama, tapi anak miskin.
"jangan pernah lakuin itu lagi atau kupukul kau!"
selesai. nggak ada penjelasan. nggak ada diskusi.
orang tua miskin cenderung otoriter dan suka memerintah, bukan karena mereka jahat, tapi karena itu satu-satunya cara yang mereka tahu.
cara yang juga dulu dipake orang tua mereka ke mereka.dan pola otoriter ini ngebentuk cara anak ngeliat dunia.
anak kaya tumbuh dengan keyakinan: "dunia ini aman, pendapatku dihargai, dan gue boleh nanya."
anak miskin tumbuh dengan keyakinan yang berbeda: "dunia ini menakutkan, orang dewasa adalah ancaman, dan gue harus nurut tanpa nanya."
bukan salah anaknya. bukan salah orang tuanya juga.
itu pola yang udah diwariskan jauh sebelum mereka lahir.perbedaan ketiga yaitu stabilitas.
orang tua kaya punya uang, jadi mereka bisa nepatin janji.
"minggu depan kita liburan ke Bali."
dan minggu depan, mereka beneran berangkat.
anak itu tumbuh dengan satu keyakinan yang sangat mendasar: dunia bisa dipercaya.
orang yang bilang sesuatu, bakal menepatinya.orang tua miskin juga berjanji.
"minggu depan kita ke McDonald's ya."
anak itu excited. nunggu-nunggu dari hari Senin, tapi minggu depannya, gaji nggak cukup. kebutuhan mendadak datang. nggak jadi.
bukan karena mereka bohong. kondisinya memang nggak memungkinkan dan dari sini semua hal lain mulai masuk akal.
kenapa anak miskin susah percaya sama guru?? susah percaya sama sistem? susah percaya sama masa depan?
bukan karena mereka lemah atau nggak mau usaha.
tapi karena dari kecil, dunia udah ngajarin mereka untuk nggak terlalu berharap.terus gue mikir, emang ada jalan keluarnya?
kata professor Jiang, ada. tapi jalannya nggak gampang.
lo harus ninggalin komunitas lo. nikah ke status lebih tinggi. atau beruntung banget dapet kesempatan yang nggak semua orang dapet.
dan untuk bisa ambil jalan itu, lo harus jadi orang yang sangat individualistis.
berani ambil risiko yang kebanyakan orang di sekitar lo nggak mau ambil.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
Terbangun malam hari tiba-tiba pada jam 2-3 pagi adalah tanda hati sudah tidak bisa melepaskan glukosa ke darah dengan stabil saat malam hari.
Jadi saat kita tidur (tidak ada asupan makanan dalam durasi 6-12 jam), hati seharusnya bisa mengubah simpanan glikogen menjadi glukosa dan melepaskannya ke darah agar kadar gula tetap normal.
Namun kalau hati sudah terganggu, proses ini terganggu, sehingga terjadi kondisi kadar gula darah turun mendadak pada malam hari.
Akibatnya otak mendeteksi “bahaya,” tubuh langsung melepas hormon adrenalin, sebagai respon untuk menaikkan gula darah, sehingga kita terbangun tiba-tiba dengan jantung berdegup atau gelisah, biasanya tepat jam 2–3 pagi.
Nah, tapi ini bukan satu-satunya penyebab terbangun mendadak di malam hari ya. Ada beberapa kemungkinan lain, misalnya stres, sleep apnea, atau GERD.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Sleep disturbances in patients with liver cirrhosis: prevalence, impact, and management challenges.
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
Menstruasi hanya setiap 3 bulan?? 4 kali setahun?? 😲😍💃
presented by Hongmei Wang 👑
- Ada penelitian di Cina yang bertujuan memperpanjang masa subur perempuan & menunda menopause.
- Idenya mengubah siklus menstruasi dari setiap bulan jadi hanya 3 bulan sekali.
- Nyeri haid, kram, & PMS berkurang drastis / Hemat biaya pembalut, tampon, & obat2 / Lebih bebas beraktivitas tanpa gangguan bulanan / Risiko anemia lebih rendah / dll 🤩🥰
- Dasar ilmiah penelitian: Perempuan lahir dengan stok telur terbatas, setiap siklus banyak telur mati.
- Cara kerjanya mengurangi frekuensi ovulasi sehingga cadangan telur lebih awet.
- Manfaat keren lain: Perempuan bisa hamil di usia 40+ karena stok telur masih banyak.
Gak bisa lagi nakut2in perempuan untuk cepat2 nikah hanya karena masih bisa hamil. Lagian childfree is OK too!
- Manfaat kesehatan lain: Kurangi risiko kanker ovarium & payudara akibat ovulasi berulang.
Siapa peneliti yang super hebat ini?? 🔥
Ternyata rambut beruban itu bisa jadi mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah kanker kulit, BUKAN sekedar tanda penuaan.
Warna rambut kita datang dari stem cell melanosit yang ada di folikel rambut. Sel-sel ini tugasnya memproduksi melanin, yaitu pigmen yang bikin rambut kita jadi berwarna hitam atau warna lain.
Nah stem cell ini ternyata SUPER sensitif terhadap kerusakan pada DNA. Seperti kita tahu, kerusakan pada DNA itu adalah mekanisme yang mendasari terjadinya kanker.
Bila ada kerusakan DNA pada stem cell ini, maka ada 2 pilihan antara lain:
-Terus membelah dan menjadi kanker
-Berhenti membelah, kemudian berhenti memproduksi pigmen, sehingga warna rambut berubah menjadi putih
Penelitian ini cukup mengubah pemahaman kita mengenai munculnya uban. Namun sejauh ini penelitiannya baru pada tikus, mudah-mudahan dapat segera dilakukan pada manusia.
Sederhananya, uban adalah “trade-off” atau pengorbanan yang dilakukan tubuh, dimana lebih baik rambut jadi putih daripada berubah jadi tumor ganas.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Mohri (2025). Antagonistic stem cell fates under stress govern decisions between hair greying and melanoma.
You open ChatGPT. You type the question. A clean, structured answer comes back in three seconds. You read it, it makes sense, you move on. You feel like you learned something.
Forty-five days later, a professor walks in and hands you a test you weren't expecting. You don't remember most of it.
André Barcaui at the Federal University of Rio de Janeiro ran the experiment to find out if the feeling was accurate. 120 undergraduate business students, ages 18 to 24. All told to spend two weeks researching AI concepts, ethics, societal impacts, technical foundations, and prepare a 10-minute presentation.
Sixty used ChatGPT freely. Sixty used textbooks, library databases, articles, and standard web search. Then, 45 days later, with no warning, a retention test.
The ChatGPT group scored 57.5%. The traditional group scored 68.5%. Cohen's d was 0.68, a medium-to-large effect. In most grading systems, that's the difference between passing and failing.
This is called cognitive offloading. When your brain delegates thinking to an external tool, it reduces the mental effort required during encoding. Effort is what makes memories durable. Struggling to find, synthesize, and connect information is not an inefficiency in the learning process. It is the learning process. ChatGPT removes the struggle and takes the encoding with it.
Barcaui calls what the AI group experienced "borrowed competence." The answer was structured, the vocabulary was right, the reasoning felt sound. It just wasn't theirs. And 45 days later, it was gone.
The AI group's forgetting curve was steeper and didn't stabilize the way the traditional group's did. The memories weren't just smaller. They were more fragile from the start.
You didn't learn it. You borrowed it.
HATI-HATI!
JANGAN tidur siang kelamaan!
𝗣𝗲𝗻𝗲𝗹𝗶𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿 𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 "𝗸𝗲𝗯𝗮𝗯𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻" 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 1 𝗷𝗮𝗺 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗦𝗧𝗥𝗢𝗞𝗘!
Bisa tidur siang di tengah-tengah pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sehari-hari, merupakan hal yang tentunya kita inginkan. Bahkan tidur siang pun sebenarnya baik untuk memulihkan kemampuan berpikir kita.
Namun, penelitian INTERSTROKE International Study yang melibatkan 4.496 orang dari berbagai negara menunjukkan hasil yang cukup bikin mikir dua kali sebelum “rebahan bentar tapi kebablasan.”
Ternyata, orang yang tidur siang lebih dari 1 jam, entah itu direncanain atau kebablasan, punya risiko stroke lebih tinggi antara lain:
-2,8x lebih tinggi kalau kebablasan
-1,7x lebih tinggi kalau memang direncanain
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂?
Tidur siang yang terlalu lama bisa ganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang ngatur kapan kita harus bangun, tidur, dan ngatur hormon tubuh.
Kalau jam biologis ini rusak, maka bisa muncul gangguan respon imun dan peningkatan peradangan di tubuh dan pada akhirnya berujung pada peningkatan risiko stroke.
Semoga bermanfaat!
Kenapa Indonesia gk punya EV sendiri?
Padahal, Indonesia punya banyak Fakultas Tehnik dan elektro bagus2.
Indonesia punya BRIN, yg dulu namanya BPPT, pendirinya Insinyur terkenal lulusan Jerman yg punya banyak paten berkaitan dengan Pesawat Terbang, BJ Habibie.
Tapi, kenapa Indonesia gk punya EV sendiri?
Pak @onnowpurbo Mungkin bisa bantu jawab😁
"𝗘𝘃𝗲𝗿𝘆𝗼𝗻𝗲 𝘆𝗼𝘂 𝗺𝗲𝗲𝘁 𝗶𝘀 𝗳𝗶𝗴𝗵𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗮 𝗯𝗮𝘁𝘁𝗹𝗲 𝘆𝗼𝘂 𝗸𝗻𝗼𝘄 𝗻𝗼𝘁𝗵𝗶𝗻𝗴 𝗮𝗯𝗼𝘂𝘁. 𝗕𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱. 𝗔𝗹𝘄𝗮𝘆𝘀."
Ini adalah perkataan yang selalu erat gua pegangi
Saat hidup sehari-hari
Saat berinteraksi
Termasuk saat ini . . .
Coba bayangin apa rasanya kalau kalian melakukan kesalahan terus malah dibentak? dikasari secara verbal? atau bahkan dipermalukan?
Gak enak banget kan?
Padahal belum tentu kalian melakukan kesalahan itu dengan disengaja, dan memang kalian tidak ada niat buruk sama sekali.
Seperti kita tahu, 𝗴𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗽𝗮𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗺𝗮, misalnya:
-Ada yang banyak masalah di keluarganya
-Ada yang bermasalah di finansialnya
-Ada yang memang ada masalah lainnya
Dulu banget, seorang dokter senior pernah berkata pada gua saat sedang co-ass:
“Saya ini cuma menang lebih tua dan masuk kedokteran duluan aja dibandingkan kalian kok, soal ilmu atau skill kalian bisa lebih jago!”
Hal itu yang selalu gua pegang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalani kehidupan saat ini sebagai peserta pendidikan dokter spesialis.
Gua selalu berusaha mencoba untuk melihat sisi lain bila ada situasi atau kondisi yang membuat kesal atau marah dan sebisa mungkin tidak melampiaskan kekesalan tersebut kepada orang lain, apalagi ke orang orang yang sebenarnya tidak terlibat
Meskipun kadang tidak selalu berhasil . . .
“𝗧𝗵𝗿𝗲𝗲 𝘁𝗵𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗶𝗻 𝗵𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗹𝗶𝗳𝗲 𝗮𝗿𝗲 𝗶𝗺𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝗻𝘁: 𝘁𝗵𝗲 𝗳𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱;
𝘁𝗵𝗲 𝘀𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱;
𝗮𝗻𝗱 𝘁𝗵𝗲 𝘁𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗯𝗲 𝗸𝗶𝗻𝗱.”
Jangan lelah untuk selalu berbuat baik ya!
Memilih pasangan yang rajin belajar bakalan mempengaruhi cara berpikir dan kemampuan otak kita loh.
Makanya kalo kerjaannya males belajar, lebih suka rebahan dan scroll tiktok, baru belajar dikit udah ngeluh, ya terima aja kamu ada resiko penurunan fungsi kognitif 😆
Bakteri yang ada di mulut, ternyata bisa ditemukan di otak orang dengan Alzheimer!
Untuk yang belum tahu, Alzheimer adalah penyakit otak degeneratif progresif yang menjadi penyebab utama demensia (60-80% kasus), ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, bahasa, dan perubahan perilaku.
Nah di penelitian ini, para peneliti memeriksa otak pasien Alzheimer yang sudah meninggal dan menemukan bakteri Porphyromonas gingivalis yang biasa ditemukan di mulut dan menyebabkan radang gusi pada 90% (9 dari 10) pasien.
Diperkirakan bakteri ini dapat merusak protein yang terkait dengan memori, membentuk plak amiloid, dan menyebabkan kematian sel saraf, yang berkontribusi pada penurunan kognitif dan demensia.
𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗘𝗥𝗟𝗨 𝗗𝗜𝗣𝗘𝗥𝗛𝗔𝗧𝗜𝗞𝗔𝗡!
Masih perlu penelitian lebih lanjut apakah bakteri ini benar-benar penyebab utama Alzheimer atau hanya faktor pendukung semata.
Setelah baca penelitian ini gue semakin yakin bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut itu sangat krusial. Udah berhubungan dengan sakit jantung, sekarang berhubungan juga dengan alzheimer.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Dominy (2019). Porphyromonas gingivalis in Alzheimer’s disease brains: Evidence for disease causation and treatment with small-molecule inhibitors.
Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
Kenapa seorang bocah yg tadinya ceria tiba-tiba berubah pemarah & suicidal?
Melalui film dokumenter berjudul Rewind yg terasa jujur, menyakitkan & penting ditonton oleh siapapun yg berencana jadi orang tua ini, Sasha Neulinger bagikan pengalaman masa kecilnya yg makin lama makin gelap.
Dari video rumahan yg merekam tiap momen bahagia keluarga & wawancara bersama orang tua, psikiater serta penegak hukum, satu demi satu rahasia tersibak yg bikin mual sekaligus sakit hati. Dengerin kesaksian korban soal traumanya langsung membatin, "kayaknya iblis pun geleng-geleng ngeliat kelakuan manusia kayak gini!"
Bisa ditonton di YouTube ya.
"Dok, saya capek terus."
Kalimat yang hampir setiap hari saya dengar di RS.
Biasanya saya tidak langsung meresepkan apa-apa.
Saya perhatikan dulu.
Matanya lelah. Cara duduknya seperti menahan beban di punggung.
Pegal, katanya. Sudah lama. Sudah berobat. Sudah mencoba macam-macam.
Tapi keluhannya berulang terus.
Indonesia itu terang.
Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore, dan kadang senja pun seperti enggan pergi.
Tapi di rs, saya sering menemukan hal yang sama:
Kadar vitamin D yang rendah.
Pada pasien yang tinggal di negeri paling yang mataharinya bisa sepanjang tahun sekalipun.
Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda.
Vitamin D terproduksi dari kulit yang disapa cahaya.
Lalu ia berjalan jauh, diolah di hati, diaktifkan di ginjal, sebelum akhirnya bekerja.
Membantu kalsium duduk rapi di tulang.
Menjaga otot agar tidak terlalu cepat mengeluh.
Menopang tubuh yang kita pakai setiap hari, tanpa pernah kita ucapkan terima kasih.
Ketika kadarnya kurang, tubuh mulai mengirim 'surat.'
Pegal yang datang tanpa sebab.
Lelah yang tidak sembuh oleh tidur.
Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa.
Nyeri tulang yang tersirat, seperti bisikan yang tidak mau hilang.
Surat-surat itu sering kita abaikan.
Kita sering berangkat saat langit masih gelap.
Pulang saat matahari sudah pamit.
Duduk di Ruangan ber-AC. Jendela tertutup. Tirai tebal.
Kulit yang tidak pernah disentuh matahari, tidak pernah punya kesempatan membentuk vitamin D.
Matahari melimpah tetapi tidak sampai ke kita.
Anjuran asupan harian vitamin D cukup sederhana.
*600 IU per hari.*
Angka yang IDAI anjurkan sejak usia 1 tahun.
Kecil. Tapi baiknya setiap hari.
Dan di situlah banyak orang tidak berhasil.
Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai.
Saya sering menyarankan bentuk yang tidak membuat orang menyerah di minggu kedua.
Vitamin D yang dalam bentuk gummy, satu butir sehari, rasa yang bersahabat, tanpa drama menelan.
Opsi bentuk lain ada,
Tapi yang paling baik adalah yang benar-benar kita minum. Bukan yg dibeli lalu diletakkan begitu saja.
Tubuh kita jarang berteriak.
Ia hanya berbisik, lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal.
Dan yang ia minta bukan obat yang rumit.
Hanya fondasi kecil yang kita jaga konsistensinya setiap hari.
"Anak-anak selalu memaafkan orangtua mereka. Namun seiring waktu berlalu, orangtua kehilangan kesempatan untuk dimaafkan selamanya"
dari buku Tak Mungkin Membuat Semua Orang Senang oleh Jeong Moon Jeong.